JAKARTA, Cobisnis.com – Asam urat selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami orang berusia lanjut, padahal kondisi tersebut juga dapat terjadi pada usia muda.
Dikutip dari kanal YouTube KataDokterId, Kamis (24/9/2026), gaya hidup menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko asam urat pada anak muda.
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi purin, makanan manis dan tinggi kalori, kurang berolahraga, serta kurang melakukan aktivitas fisik dapat membuat kadar asam urat meningkat.
Obesitas, faktor genetik, gangguan fungsi ginjal, dan kondisi medis tertentu juga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.
Karena itu, asam urat dapat terjadi pada usia berapa pun ketika seseorang memiliki faktor risikonya.
Kasus dengan kadar asam urat sangat tinggi bahkan dapat ditemukan pada orang berusia 20 hingga 30 tahun.
Untuk mengetahui kadar asam urat, pemeriksaan darah dapat dilakukan dengan memperhatikan kisaran normal yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Dalam video tersebut, kadar asam urat normal disebut berada pada kisaran 3,4 hingga 7 mg/dL untuk laki-laki dan sekitar 2,4 hingga 6 mg/dL untuk perempuan.
Namun, kadar asam urat yang berada dalam kisaran normal tidak selalu berarti seseorang terbebas dari penyakit asam urat karena serangan akut terkadang dapat terjadi ketika kadar asam urat sedang rendah.
Karena itu, diagnosis tidak hanya berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, tetapi juga perlu melihat gejala dan pemeriksaan medis secara keseluruhan.
Asam urat atau gout juga sering disamakan dengan rematik karena keduanya dapat menyebabkan nyeri pada persendian.
Pada asam urat, nyeri biasanya muncul secara tiba-tiba dengan intensitas cukup berat dan pada awal serangan sering hanya menyerang satu sendi.
Sendi yang terkena dapat mengalami peradangan berupa kemerahan, pembengkakan, rasa panas ketika disentuh, dan nyeri yang cukup hebat.
Sementara itu, rheumatoid arthritis atau artritis reumatoid merupakan penyakit autoimun ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi yang sehat.
Keluhannya biasanya berkembang secara perlahan dan dapat menyerang kedua sisi tubuh secara simetris, misalnya kedua pergelangan tangan atau jari.
Kekakuan sendi juga dapat lebih terasa pada malam atau pagi hari dan dapat mengganggu aktivitas fisik.
Ketika asam urat sedang kambuh, dokter dapat memberikan obat untuk mengurangi peradangan dan nyeri, seperti obat antiinflamasi nonsteroid atau kortikosteroid sesuai kondisi pasien.
Untuk penanganan jangka panjang, terapi bertujuan menjaga kadar asam urat tetap terkendali sehingga risiko serangan berulang dan komplikasi dapat dikurangi.
Dokter juga dapat memberikan obat penurun kadar asam urat seperti allopurinol apabila diperlukan.
Namun, pengobatan saja tidak cukup karena perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam mengendalikan asam urat.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi makanan tinggi purin, memperbanyak minum air, menjaga berat badan tetap ideal, berolahraga secara rutin, serta mengurangi minuman yang terlalu manis dan alkohol.













