JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat menghentikan sementara serangan udara ke Iran setelah hampir dua pekan melancarkan operasi militer setiap malam. Keputusan itu muncul ketika Presiden Donald Trump meninjau kelanjutan operasi bersama para pejabat senior di Gedung Putih.
Wakil Presiden JD Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi eskalasi konflik. Selain itu, keduanya menilai perang yang semakin meluas dapat membawa konsekuensi besar bagi Amerika Serikat.
Menurut sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, Dan Caine secara khusus menyoroti kondisi persediaan amunisi militer AS. Ia juga mengingatkan adanya berbagai dampak lain yang dapat muncul jika operasi terus berlanjut.
Caine menegaskan bahwa militer mampu menjalankan berbagai opsi yang tersedia. Namun, ia tetap memperingatkan Presiden Trump mengenai risiko yang mungkin terjadi setelah operasi dilakukan.
Sementara itu, sumber lain menyebut kekhawatiran mengenai stok amunisi menjadi salah satu dari beberapa pertimbangan yang dibahas dalam rapat tersebut. Karena itu, pemerintah menilai situasi perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Pada Jumat malam waktu setempat, AS tidak melanjutkan serangan yang sebelumnya berlangsung selama hampir dua pekan berturut-turut. Seorang sumber di Departemen Pertahanan mengatakan operasi militer saat ini berada dalam status jeda.
Meski begitu, belum ada kepastian apakah kekhawatiran terhadap persediaan amunisi menjadi alasan utama penghentian sementara serangan. Pemerintah AS juga belum memastikan apakah jeda tersebut akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Di sisi lain, perkembangan ini menunjukkan pemerintah AS masih mempertimbangkan berbagai aspek militer dan strategis sebelum mengambil keputusan berikutnya terkait konflik dengan Iran.













