• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, January 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

AS dan China Hampir Capai Kesepakatan soal TikTok

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
September 16, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
AS dan China Hampir Capai Kesepakatan soal TikTok

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat dan China hampir mencapai kesepakatan terkait platform media sosial TikTok, tetapi perjanjian itu bisa bergantung pada tuntutan konsesi dagang dari pihak China, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin saat hari kedua pembicaraan dimulai di Madrid.

Delegasi AS dan China membahas divestasi TikTok dari pemiliknya asal China, ByteDance, sebagai bagian dari diskusi lebih luas mengenai tarif dan kebijakan ekonomi. “Rekan-rekan China kami datang dengan tuntutan yang sangat agresif,” kata Bessent kepada wartawan bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer sebelum pembicaraan hari Senin dimulai.

“Kita akan lihat apakah bisa tercapai. Saat ini, kami tidak bersedia mengorbankan keamanan nasional hanya demi sebuah aplikasi media sosial,” tambahnya.

Negosiasi AS-China di Kementerian Luar Negeri Spanyol, Palacio de Santa Cruz, merupakan putaran keempat dalam empat bulan terakhir untuk membahas ketegangan dagang dan tenggat waktu divestasi TikTok. Pertemuan ini berlangsung ketika Washington menuntut sekutu-sekutunya agar menerapkan tarif terhadap impor dari China karena pembelian minyak Rusia oleh Beijing—yang pada Senin disebut China sebagai bentuk pemaksaan.

“Ini adalah tindakan sepihak yang tipikal, perundungan ekonomi, pelanggaran serius atas konsensus yang dicapai oleh pemimpin China dan AS dalam percakapan telepon, serta berpotensi merusak perdagangan global sekaligus stabilitas rantai pasok dan industri,” kata juru bicara Kementerian Perdagangan China dalam konferensi pers di Beijing.

Ketegangan Lebih Lanjut

Hasil yang paling mungkin dari pembicaraan Madrid adalah perpanjangan tenggat waktu divestasi TikTok oleh ByteDance hingga setelah 17 September, atau aplikasi itu akan dilarang di AS. TikTok menghadapi potensi pelarangan kecuali berpindah ke kepemilikan AS.

Bessent mengatakan kedua pihak telah membuat kemajuan pada detail teknis, tetapi kesepakatan atas isu lain akan sulit dicapai. Perpanjangan tenggat waktu divestasi TikTok sangat bergantung pada hasil pembicaraan hari Senin, ujarnya.

“Dari perspektif China, mereka memandang potensi kesepakatan TikTok mencakup berbagai hal, mulai dari tarif hingga kebijakan lain yang sudah berjalan bertahun-tahun,” kata Greer.

“Kita masih harus terus bernegosiasi dan membahas pemahaman bersama. Saya rasa ini bukan saatnya untuk langsung merombak semuanya.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan tidak ada informasi baru terkait TikTok.

“China sudah berulang kali menyampaikan posisinya terkait TikTok,” ujarnya.

Menambah ketegangan, regulator pasar China pada Senin menyatakan penyelidikan awal terhadap Nvidia menemukan raksasa chip asal AS itu melanggar undang-undang anti-monopoli. Penyelidikan ini dipandang luas sebagai balasan atas pembatasan Washington terhadap sektor chip China.

Ekspetasi Rendah

Delegasi yang dipimpin Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He telah bertemu di beberapa kota Eropa sejak Mei untuk mencoba menyelesaikan perbedaan yang memicu Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif atas impor China, yang kemudian dibalas dengan langkah serupa oleh Beijing, termasuk menghentikan ekspor logam tanah jarang ke AS.

Namun, pemerintahan Trump menghadapi putusan Mahkamah Agung AS yang bisa membatalkan tarif terhadap barang China yang diberlakukan tahun ini, berpotensi melemahkan posisi tawarnya terhadap Beijing. Putusan diperkirakan keluar awal 2026.

Pertemuan terakhir delegasi berlangsung di Stockholm pada Juli, di mana keduanya sepakat memperpanjang gencatan dagang 90 hari yang menurunkan tarif balasan tiga digit dan melanjutkan kembali ekspor logam tanah jarang dari China ke AS.

Para ahli menilai kecil kemungkinan adanya terobosan signifikan di Madrid.

“Saya tidak berharap ada hasil substansial antara AS dan China kecuali dan sampai ada pertemuan tatap muka antara Trump dan Presiden Xi,” kata William Reinsch, penasihat senior bidang perdagangan di Center for Strategic and International Studies, Washington.

“Menyiapkan pertemuan itu sebenarnya inti dari semua pembicaraan ini.”

Trump berulang kali menyatakan minat untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, tetapi menurut Reinsch, pihak China tidak akan setuju sebelum mengetahui hasil akhir dan masih menekan agar AS melonggarkan lebih banyak kontrol ekspor terhadap chip dan produk teknologi tinggi lainnya.

Bessent menambahkan, meskipun kesepakatan terkait divestasi TikTok tidak tercapai, hal itu tidak akan memengaruhi hubungan.

“Hubungan tetap baik di level tertinggi,” katanya.

“Duta Besar Greer dan saya sangat menghormati semua rekan kami.”

Tags: Amerika SerikatChinaCobisnistiktok

Related Posts

Ketegangan Iran–AS Meningkat, Washington Kurangi Personel di Pangkalan Qatar

Ketegangan Iran–AS Meningkat, Washington Kurangi Personel di Pangkalan Qatar

by Desti Dwi Natasya
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat mulai mengurangi jumlah personel militernya di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar, sebagai langkah pencegahan di tengah...

AS Tarik 25 Persen dari Penjualan Chip Nvidia H200 ke China

AS Tarik 25 Persen dari Penjualan Chip Nvidia H200 ke China

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pemerintahannya menyetujui penjualan chip AI Nvidia H200 ke China dengan ketentuan...

Sejarah Turkish Delight, dari Istana Ottoman hingga Cemilan Dunia

Sejarah Turkish Delight, dari Istana Ottoman hingga Cemilan Dunia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Turkish Delight, atau dikenal sebagai lokum, adalah permen tradisional Turki yang sudah ada sejak abad ke-15. Permen...

Mengulik Sejarah Sultan Ahmed Mosque, Masjid Ikonik Turki

Mengulik Sejarah Sultan Ahmed Mosque, Masjid Ikonik Turki

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sultan Ahmed Mosque, yang dikenal dengan julukan Blue Mosque, adalah salah satu ikon paling terkenal di Istanbul,...

Iran Tak Gentar Ancaman AS–Israel, Konflik Kawasan Kian Memanas

Iran Tak Gentar Ancaman AS–Israel, Konflik Kawasan Kian Memanas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan geopolitik global kembali menguat setelah Iran menyatakan kesiapan menghadapi potensi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Purbaya Sebut Coretax Masih Banyak Masalah, Perbaikan 1 Bulan Belum Cukup

Purbaya Tegas: Rokok Ilegal Harus Masuk Sistem atau Ditindak

January 14, 2026
Diplomasi Drumstick Warnai Pertemuan Jepang dan Korea Selatan Saat Pemimpin Mainkan Lagu K-Pop

Diplomasi Drumstick Warnai Pertemuan Jepang dan Korea Selatan Saat Pemimpin Mainkan Lagu K-Pop

January 14, 2026
OJK

OJK Laporkan Temuan Fraud Dana Syariah Indonesia (DSI) ke Polisi

January 15, 2026
Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

January 15, 2026
Grok Milik Elon Musk Tak Lagi Bisa Menelanjangi Gambar Orang Asli Di X

Grok Milik Elon Musk Tak Lagi Bisa Menelanjangi Gambar Orang Asli Di X

January 15, 2026
BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

January 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved