JAKARTA, Cobisnis.com – Apple mengirim surat hukum kepada sekitar 40 mantan karyawannya yang kini bekerja di OpenAI. Langkah tersebut dilakukan di tengah gugatan Apple terhadap perusahaan AI itu terkait dugaan pencurian rahasia dagang untuk pengembangan perangkat keras berbasis AI.
Berdasarkan laporan Financial Times, sekitar 40 mantan karyawan Apple di OpenAI telah menerima preservation letter. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari lebih dari 400 mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI.
Belum diketahui apakah seluruh mantan karyawan Apple di OpenAI akan menerima surat serupa. Penerima surat wajib menjaga dan menyimpan dokumen, komunikasi, data elektronik, hingga informasi di perangkat yang berkaitan dengan sengketa hukum tersebut.
Apple sebelumnya menggugat OpenAI pada 10 Juli 2026 waktu Amerika Serikat. Dalam dokumen gugatan, Apple menuduh OpenAI melakukan upaya terkoordinasi untuk mempercepat pengembangan perangkat keras dengan memanfaatkan informasi rahasia milik perusahaan.
Dalam gugatannya, Apple secara spesifik menyebut dua mantan karyawan, yakni Chang Liu dan Tang Tan. Keduanya dituduh mencuri dan membagikan informasi rahasia Apple untuk membantu OpenAI mengembangkan produk perangkat keras, sementara Tan juga dituduh aktif merekrut karyawan Apple.
Apple meminta ganti rugi dengan nilai yang belum diungkapkan dan meminta pengadilan melarang OpenAI menggunakan rahasia dagang yang diduga diperoleh secara tidak sah. OpenAI membantah tuduhan tersebut dan menyatakan belum menemukan bukti yang menunjukkan gugatan Apple memiliki dasar hukum yang kuat.
OpenAI juga menegaskan dukungannya terhadap persaingan sehat dan kebebasan setiap orang untuk memilih tempat bekerja. Sengketa ini berpotensi menjadi perkara penting bagi industri teknologi, terutama terkait perlindungan rahasia dagang dan perpindahan talenta di tengah persaingan pengembangan teknologi AI.












