JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang anak perempuan berusia 4 tahun bernama Ellie Rudd meninggal dunia akibat komplikasi flu yang berkembang menjadi pneumonia dan sepsis. Ellie akan dimakamkan mengenakan kostum Princess Elsa berwarna biru muda dan putih, hadiah terakhir dari bibinya. Film Frozen merupakan salah satu film favoritnya.
Ellie, anak yang dikenal aktif, ceria, dan gemar bermain lumpur serta menari bersama saudara-saudaranya, meninggal pada 6 Januari setelah terinfeksi flu yang disertai koinfeksi adenovirus. Sang ibu, Sarah Rudd, mengatakan putrinya sebelumnya tidak memiliki masalah kesehatan apa pun.
“Dia mungkin anak saya yang paling sehat. Tidak ada penyakit, tidak ada alergi, tidak ada masalah gigi. Benar-benar sehat,” ujar Sarah. “Saya tidak tahu mengapa flu ini menyerangnya begitu parah.”
Menurut data terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), setidaknya 32 anak di Amerika Serikat meninggal akibat flu pada musim ini. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Musim flu sebelumnya, yang berlangsung pada 2024–2025, mencatat rekor kematian anak tertinggi, yakni 289 kasus.
CDC juga mencatat bahwa musim flu kali ini sangat berat bagi anak-anak dan remaja di bawah usia 17 tahun. Tingkat rawat inap mencapai puncak tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Sekitar 90% anak yang meninggal dilaporkan belum mendapatkan vaksin flu secara lengkap.
Musim flu tahun ini dipicu oleh subvarian virus baru yang dikenal sebagai subclade K, yang menyebabkan lonjakan kunjungan pasien dengan gejala mirip flu ke fasilitas kesehatan, tertinggi dalam hampir 30 tahun. Para ahli penyakit menular khawatir musim ini bisa lebih mematikan dibanding tahun lalu.
Kisah Ellie bermula saat flu menyebar di rumah keluarganya di Ogden, Utah, pada Hari Natal. Setelah beberapa anggota keluarga sembuh, Ellie justru mengalami perburukan kondisi secara cepat. Ia sempat dirawat di rumah sakit, didiagnosis flu dan adenovirus, lalu mengalami gangguan pernapasan, pneumonia, hingga sepsis. Meski sempat mendapat perawatan intensif, termasuk penggunaan mesin ECMO, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya mengalami stroke besar.
Dokter anak dan pakar penyakit menular dari Vanderbilt University, Dr. Buddy Creech, menyebut kasus seperti Ellie tragis namun bukan hal asing. Menurutnya, anak kecil bisa terlihat baik-baik saja sebelum kondisinya menurun drastis.
Ia mengingatkan orang tua untuk mewaspadai tanda bahaya, seperti napas yang cepat dan berat, anak terlihat sangat lemas atau tidak responsif, serta tanda-tanda dehidrasi. Jika anak tidak membaik meski demam sudah turun setelah minum obat, orang tua disarankan segera mencari pertolongan medis.
Setelah kepergian Ellie, keluarga Rudd mengaku menyesuaikan diri dengan kehilangan besar tersebut. Sarah mengatakan pengalaman ini mengubah pandangannya tentang vaksin flu.
“Jujur saja, pesan saya untuk orang tua lain: dapatkan vaksin flu,” kata Sarah. “Mungkin tidak sempurna, tapi setidaknya bisa memberi perlindungan tambahan dan ketenangan pikiran.”
Ia menambahkan bahwa musim flu berikutnya, keluarganya berencana untuk mendapatkan vaksin flu untuk pertama kalinya. “Dulu saya tidak pernah takut dengan penyakit, tapi sekarang saya jadi sedikit takut,” ujarnya.














