JAKARTA, Cobisnis.com – Stasiun televisi ABC milik Disney (DIS.N) pada Rabu mengumumkan penarikan acara “Jimmy Kimmel Live” dari siaran, setelah komentar pembawa acaranya tentang pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk memicu ancaman dari ketua regulator komunikasi utama AS terhadap Disney.
Presiden Donald Trump, yang berulang kali menekan lembaga penyiaran agar menghentikan konten yang dianggapnya tidak pantas, menyambut keputusan tersebut di media sosial. Sebaliknya, sejumlah anggota parlemen Demokrat mengecam langkah itu sebagai bentuk serangan terhadap kebebasan berpendapat.
Penangguhan acara Kimmel menjadi tindakan terbaru terhadap figur media, akademisi, guru, dan karyawan korporasi yang mengeluarkan komentar tentang Kirk setelah pembunuhannya. Para pemimpin Partai Republik dan komentator konservatif memperingatkan agar masyarakat “berduka dengan hormat” atau menanggung konsekuensinya.
Kimmel, yang kerap menyindir Trump dalam monolognya, dikritik atas pernyataannya Senin lalu. Ia menyebut kelompok MAGA berusaha memanipulasi narasi terkait pelaku pembunuhan Kirk dan mengeksploitasinya untuk keuntungan politik. Kirk, aktivis berusia 31 tahun yang dikenal vokal di kubu konservatif, ditembak mati saat berbicara di sebuah universitas di Utah.
Komentar Kimmel memicu reaksi keras Ketua FCC, Brendan Carr, yang mendesak stasiun lokal berhenti menayangkan acara tersebut. Carr bahkan menyebut bisa ada investigasi dan potensi pencabutan lisensi siaran jika terjadi pola komentar yang dianggap menyesatkan. Nexstar Media Group, yang mengoperasikan 32 afiliasi ABC, segera menghentikan penayangan acara tersebut, diikuti langkah ABC pusat yang menegaskan acara Kimmel “ditangguhkan tanpa batas waktu.”
Grup penyiaran Sinclair juga menyatakan tidak akan menayangkan Kimmel kembali kecuali ada langkah “perbaikan,” bahkan berencana menayangkan program penghormatan bagi Kirk di slot waktunya.
Sementara Trump memuji keputusan itu, menyerukan agar NBC juga memecat Jimmy Fallon dan Seth Meyers, pihak Demokrat menilai kebebasan pers kini dalam ancaman. Senator Ed Markey menyebutnya “bukti nyata sensor.” Komisioner FCC Anna Gomez menegaskan hukum kebebasan berekspresi AS seharusnya mencegah lembaga tersebut mengatur isi siaran.
Kontroversi ini terjadi di tengah hubungan panjang Trump dengan media, termasuk sejumlah gugatan miliaran dolar terhadap New York Times, Penguin Random House, CBS/Paramount, dan ABC terkait pemberitaan yang menurutnya merugikan.
Selain itu, beberapa figur publik juga kehilangan pekerjaan karena komentar terkait Kirk, termasuk analis politik Matthew Dowd yang dipecat MSNBC serta kolumnis Washington Post Karen Attiah yang diberhentikan usai unggahan kritis di media sosial.













