• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, February 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Studi Awal RISED Nilai MBG Jadi Bantalan Konsumsi Keluarga, Dampak Jangka Panjang Masih Dikaji

Dwi Natasya by Dwi Natasya
February 13, 2026
in Nasional
0
Studi Awal RISED Nilai MBG Jadi Bantalan Konsumsi Keluarga, Dampak Jangka Panjang Masih Dikaji

JAKARTA, Cobisnis.com – Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) merilis hasil awal studi mengenai dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap rumah tangga dan anak penerima manfaat. Kajian ini dimaksudkan untuk memperkaya diskursus kebijakan yang selama ini lebih banyak membahas aspek makro, dengan menghadirkan gambaran nyata di level keluarga.

Sebagai program prioritas nasional yang menyerap anggaran fiskal besar, MBG dinilai perlu terus dievaluasi secara berbasis data agar penyempurnaannya tepat sasaran. Studi ini melibatkan sekitar 1.800 orang tua untuk melihat perubahan pada pengeluaran rumah tangga serta kebiasaan makan anak.

Hasilnya, 36% responden mengaku terjadi penurunan pengeluaran harian sejak MBG berjalan, terutama untuk bekal dan uang saku anak. Namun, sekitar 63% menyatakan penghematan tersebut masih di bawah 10% dari total belanja bulanan. Temuan ini menunjukkan bahwa MBG membantu menjaga stabilitas konsumsi rutin keluarga, meski belum mengubah struktur pengeluaran secara signifikan.

“Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ujar M. Fajar Rakhmadi, Peneliti RISED.

Sebanyak 84% responden juga menyebut program diterima secara rutin setiap hari sekolah. Meski demikian, 69% orang tua menyampaikan anak mereka baru merasakan program kurang dari enam bulan, sehingga dampak jangka panjangnya belum dapat dinilai secara komprehensif.

Dari sisi perilaku, perubahan terlihat cukup signifikan. Sekitar 72% orang tua melaporkan anak lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan 55% menyatakan anak lebih terbuka terhadap variasi menu. Namun, RISED menekankan bahwa dampak terhadap status gizi objektif, kesehatan, maupun capaian pendidikan masih memerlukan evaluasi jangka menengah dan panjang.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai program ini berpotensi mengurangi tekanan pengeluaran keluarga kelas menengah rentan. “Kalau misalnya satu keluarga memiliki dua anak dan dibekali Rp15 ribu sehari, kita tahu ada 20 hari sekolah, ini berarti membantu mengurangi beban Rp600.000,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika program berjalan konsisten, dampaknya bisa lebih luas terhadap fleksibilitas anggaran rumah tangga. “Kalau ini persistent, ini akan berdampak lebih besar lagi. Ini akan menciptakan surplus konsumen (consumer surplus) bagi kelas menengah. Dengan berkurangnya biaya konsumsi anak, rumah tangga memiliki fleksibilitas anggaran yang lebih luas. Menariknya, kelebihan dana tersebut tidak hanya berhenti pada konsumsi jangka pendek, melainkan berpotensi dialihkan ke sektor yang lebih berdampak, untuk pendidikan dan kesehatan,” pungkas Fithra.

RISED memosisikan temuan ini sebagai baseline awal guna mendorong penguatan kebijakan berbasis riset. Kejelasan posisi MBG—apakah sebagai program sosial, intervensi gizi, atau instrumen pembangunan sumber daya manusia—dinilai penting agar indikator keberhasilan dan desain evaluasi lebih konsisten.

“Temuan awal ini kami posisikan sebagai baseline. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan desain dan peningkatan kualitas implementasi MBG, sekaligus memperkuat sistem pemantauan di lapangan. Ke depan, evaluasi lanjutan dengan periode implementasi yang lebih panjang juga sangat penting agar dampak program terhadap pembangunan SDM bisa diukur secara lebih komprehensif,” tambah M. Fajar Rakhmadi.

RISED menekankan, tantangan berikutnya adalah memastikan dampak awal yang telah terlihat dapat berkembang menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Tags: cobisnis.comdukungan 81 persenFithra Faisal Hastiadimakan bergizi gratispembangunan SDMpengeluaran keluargaRISEDrumah tangga rentansurvei MBG

Related Posts

Kolaborasi Citilink x AQUA Tampilkan Pesawat Berdesain Khusus Bertema Perjalanan Sehat dan Berkelanjutan

Kolaborasi Citilink x AQUA Tampilkan Pesawat Berdesain Khusus Bertema Perjalanan Sehat dan Berkelanjutan

by Dwi Natasya
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Citilink bersama AQUA meluncurkan pesawat Airbus A320 dengan desain livery khusus bertema “Semangat Gerak!”. Kolaborasi ini menjadi...

Rusia Blokir WhatsApp, Dorong Warga Gunakan Aplikasi Max Milik Negara

Rusia Blokir WhatsApp, Dorong Warga Gunakan Aplikasi Max Milik Negara

by Zahra Zahwa
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Rusia mengonfirmasi telah memblokir aplikasi pesan instan WhatsApp di dalam negeri, sebagai bagian dari langkah pengetatan...

Diskualifikasi Vladyslav Heraskevych Usai Hormati Atlet Gugur Picu Emosi Warga Ukraina

Diskualifikasi Vladyslav Heraskevych Usai Hormati Atlet Gugur Picu Emosi Warga Ukraina

by Zahra Zahwa
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) mendiskualifikasi atlet skeleton Ukraina, Vladyslav Heraskevych, memicu gelombang emosi dan solidaritas dari...

Julia Simon Raih Emas Biathlon Di Tengah Kontroversi Kasus Penipuan Kartu Kredit

Julia Simon Raih Emas Biathlon Di Tengah Kontroversi Kasus Penipuan Kartu Kredit

by Zahra Zahwa
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Atlet biathlon Prancis, Julia Simon, meraih medali emas pada nomor 15 km individu putri di Olimpiade Musim...

Adaptasi “Wuthering Heights” Yang Dangkal Namun Berkilau Di Bawah Matahari

Adaptasi “Wuthering Heights” Yang Dangkal Namun Berkilau Di Bawah Matahari

by Zahra Zahwa
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Film terbaru karya sutradara Inggris Emerald Fennell berjudul “Wuthering Heights” memicu perdebatan bahkan sejak trailer pertamanya dirilis....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Perkuat Kapasitas Penjaminan Nasional, Jamkrindo Syariah Gandeng PUI

Perkuat Kapasitas Penjaminan Nasional, Jamkrindo Syariah Gandeng PUI

February 12, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Spring City Sentul

Spring City Sentul Diterjang Banjir, Hunian Mewah Bukan Jaminan

February 12, 2026
Google Terbitkan Obligasi 100 Tahun untuk Danai Ambisi AI

Google Terbitkan Obligasi 100 Tahun untuk Danai Ambisi AI

February 12, 2026
Kolaborasi Citilink x AQUA Tampilkan Pesawat Berdesain Khusus Bertema Perjalanan Sehat dan Berkelanjutan

Kolaborasi Citilink x AQUA Tampilkan Pesawat Berdesain Khusus Bertema Perjalanan Sehat dan Berkelanjutan

February 13, 2026
Rusia Blokir WhatsApp, Dorong Warga Gunakan Aplikasi Max Milik Negara

Rusia Blokir WhatsApp, Dorong Warga Gunakan Aplikasi Max Milik Negara

February 13, 2026
Diskualifikasi Vladyslav Heraskevych Usai Hormati Atlet Gugur Picu Emosi Warga Ukraina

Diskualifikasi Vladyslav Heraskevych Usai Hormati Atlet Gugur Picu Emosi Warga Ukraina

February 13, 2026
Julia Simon Raih Emas Biathlon Di Tengah Kontroversi Kasus Penipuan Kartu Kredit

Julia Simon Raih Emas Biathlon Di Tengah Kontroversi Kasus Penipuan Kartu Kredit

February 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved