• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, March 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Megastruktur Raksasa yang Dibangun untuk Keabadian dan Masih Berdiri Setelah 1.700 Tahun

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 5, 2026
in Humaniora
0
Megastruktur Raksasa yang Dibangun untuk Keabadian dan Masih Berdiri Setelah 1.700 Tahun

JAKARTA, Cobisnis.com – Mengunjungi kota kuno Anuradhapura di Sri Lanka pada hari bulan purnama membuat masa lalu terasa begitu dekat. Para peziarah Buddha berpakaian putih berjalan tanpa alas kaki di jalur berdebu, para biksu berjubah saffron melantunkan doa sejak fajar, sementara wisatawan mancanegara bergabung dalam ritual yang telah berlangsung nyaris tanpa putus selama lebih dari 2.000 tahun.

Terletak di dataran utara-tengah Sri Lanka, Anuradhapura merupakan ibu kota besar pertama pulau tersebut dan hingga kini tetap menjadi salah satu kota tersuci dalam dunia Buddhisme. Kota ini dikenal sebagai tempat pertama di luar India yang mengadopsi ajaran Buddha. Di dalam kawasan taman arkeologi yang luas, berdiri biara-biara, waduk, dan stupa yang termasuk monumen keagamaan paling ambisius yang pernah dibangun manusia.

Di antara semuanya, Jetavanaramaya menjulang paling mencolok. Stupa berbentuk kubah raksasa ini, saat selesai dibangun pada awal abad ke-4 Masehi, tercatat sebagai bangunan buatan manusia terbesar ketiga di dunia hanya kalah dari Piramida Agung Giza. Sekitar tahun 301 M, struktur ini diselesaikan menggunakan sekitar 93,3 juta batu bata tanah liat yang dipanggang, dengan tinggi awal mencapai 122 meter.

Kini, setelah berabad-abad mengalami keruntuhan, penelantaran, dan restorasi, Jetavanaramaya berdiri setinggi sekitar 71 meter. Meski hanya setengah dari tinggi aslinya, bangunan ini masih menjadi struktur bata terbesar di dunia berdasarkan volumenya. Para arkeolog bahkan memperkirakan batu batanya cukup untuk membangun tembok setinggi satu meter yang membentang dari London ke Edinburgh.

Sayangnya, di luar Sri Lanka, Jetavanaramaya relatif kurang dikenal. Tidak seperti piramida Mesir yang terus terlihat sepanjang sejarah, stupa ini sempat tertutup hutan dan terkubur oleh perubahan zaman serta pergeseran prioritas keagamaan, sehingga kisahnya nyaris terlupakan.

Jetavanaramaya merupakan pusat dari kompleks biara besar Jetavana Vihara yang dirancang untuk menampung ratusan biksu. Seluruh bangunan di kompleks ini menghadap ke stupa, menjadikannya pusat spiritual sekaligus simbol keteraturan kosmologis. Namun sejak awal, pembangunannya memicu kontroversi karena berdiri di lahan yang sebelumnya diasosiasikan dengan aliran Buddhisme Theravada ortodoks.

Dari sisi teknik, pembangunan Jetavanaramaya adalah pencapaian luar biasa. Berbeda dengan piramida batu di Mesir, stupa ini dibangun hampir seluruhnya dari bata tanah liat yang lebih rentan terhadap erosi. Proses produksinya memerlukan organisasi tenaga kerja dan logistik dalam skala masif, kemungkinan melibatkan pekerja sukarela, budak, serta bantuan gajah dan kereta lembu.

Struktur ini juga mencerminkan kecanggihan rekayasa kuno Sri Lanka. Bentuk hemisfernya mendistribusikan beban secara efisien, sementara fondasinya dibangun setelah pengujian tanah dengan cara membanjiri area galian. Bahkan ditemukan rongga silinder di dalam bangunan yang diduga berfungsi sebagai sistem ventilasi awal.

Seiring waktu, gempa bumi, hujan monsun, dan penelantaran menyebabkan sebagian bangunan runtuh. Renovasi terakhir besar-besaran dilakukan pada abad ke-12, sementara restorasi modern yang menggunakan semen justru diduga mempercepat kerusakan. Penelitian juga menemukan peti relik dan panel emas bergambar Bodhisattva dengan tulisan sutra Mahayana, bukti bahwa Jetavanaramaya pernah menjadi pusat Buddhisme kosmopolitan.

Kini, meski kalah populer dibandingkan Ruwanwelisaya yang berada tak jauh darinya, Jetavanaramaya tetap menjadi saksi bisu kemampuan peradaban kuno dalam mengorganisasi tenaga, material, dan pengetahuan teknik pada skala luar biasa. Bahwa bangunan ini masih berdiri setelah 1.700 tahun menjadikannya salah satu keajaiban dunia kuno yang paling kurang dikenal.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
download lenevo firmware
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: Anuradhapuracobisnis.comJetavanaramaya

Related Posts

Ajang PSSI Awards 2026 Apresiasi Peran Besar Insan Sepak Bola Tanah Air

Ajang PSSI Awards 2026 Apresiasi Peran Besar Insan Sepak Bola Tanah Air

by Hidayat Taufik
March 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa penyelenggaraan PSSI Awards 2026 tidak hanya sekadar seremoni penghargaan, tetapi...

Veda Ega Pratama Amankan Posisi 4 di Kualifikasi Moto3 Amerika 2026

Veda Ega Pratama Amankan Posisi 4 di Kualifikasi Moto3 Amerika 2026

by Hidayat Taufik
March 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, akan memulai balapan Moto3 Amerika Serikat 2026 dari posisi keempat setelah...

Daftar 10 Negara dengan IQ Tertinggi Dunia, Posisi Indonesia di Mana?

Daftar 10 Negara dengan IQ Tertinggi Dunia, Posisi Indonesia di Mana?

by Hidayat Taufik
March 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Korea Selatan mencatatkan skor rata-rata IQ tertinggi di dunia berdasarkan laporan Average IQ by Country 2026 yang...

“Isu Penolakan Kapal Perang Iran oleh Prabowo, Diduga Dipicu Tekanan AS”

“Isu Penolakan Kapal Perang Iran oleh Prabowo, Diduga Dipicu Tekanan AS”

by Hidayat Taufik
March 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dugaan penolakan kapal perang Iran dalam ajang latihan maritim internasional Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 di...

Jangan Lewatkan, Fenomena Langit April 2026 Hadirkan Pink Moon dan Meteor

Jangan Lewatkan, Fenomena Langit April 2026 Hadirkan Pink Moon dan Meteor

by Hidayat Taufik
March 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Langit malam pada April 2026 akan menampilkan berbagai fenomena astronomi menarik yang bisa diamati. Mulai dari fase...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Asia Tenggara Kelabakan, China Masuk di Tengah Gangguan Energi Global

Asia Tenggara Kelabakan, China Masuk di Tengah Gangguan Energi Global

March 28, 2026
Dua Kapal Tanker RI Tertahan, Pemerintah Segera Cari Pasokan Minyak Pengganti

Dua Kapal Tanker RI Tertahan, Pemerintah Segera Cari Pasokan Minyak Pengganti

March 28, 2026
Trailer Perdana Harry Potter Versi Serial HBO Max Resmi Dirilis

Trailer Perdana Harry Potter Versi Serial HBO Max Resmi Dirilis

March 28, 2026
Ajang PSSI Awards 2026 Apresiasi Peran Besar Insan Sepak Bola Tanah Air

Ajang PSSI Awards 2026 Apresiasi Peran Besar Insan Sepak Bola Tanah Air

March 29, 2026
Veda Ega Pratama Amankan Posisi 4 di Kualifikasi Moto3 Amerika 2026

Veda Ega Pratama Amankan Posisi 4 di Kualifikasi Moto3 Amerika 2026

March 29, 2026
Daftar 10 Negara dengan IQ Tertinggi Dunia, Posisi Indonesia di Mana?

Daftar 10 Negara dengan IQ Tertinggi Dunia, Posisi Indonesia di Mana?

March 29, 2026
“Isu Penolakan Kapal Perang Iran oleh Prabowo, Diduga Dipicu Tekanan AS”

“Isu Penolakan Kapal Perang Iran oleh Prabowo, Diduga Dipicu Tekanan AS”

March 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved