JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda rebound setelah beberapa hari mengalami tekanan pasar. Lonjakan ini disambut baik investor, seiring upaya pemerintah memastikan semua persyaratan dari MSCI bisa terpenuhi sebelum Mei 2026.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah dan semua regulator pasar telah melakukan pendekatan yang tepat. Hal ini untuk memastikan Indonesia bisa memenuhi permintaan MSCI, indeks global yang menjadi acuan banyak investor internasional.
“Semua regulator pasar telah bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan sebelum Mei, kita akan memenuhi apa yang diinginkan MSCI,” ujarnya.
Upaya ini meliputi peningkatan transparansi pasar, perbaikan tata kelola perusahaan, dan penyesuaian regulasi yang mendukung likuiditas saham. Langkah-langkah ini diharapkan bisa menarik minat investor asing kembali ke pasar saham Indonesia.
IHSG sendiri pada perdagangan awal pekan ini tercatat naik 0,75%, menandakan optimisme pasar terhadap langkah pemerintah. Lonjakan ini sebagian dipengaruhi sentimen positif dari sektor keuangan dan teknologi.
Sementara itu, analis menilai bahwa kesiapan Indonesia memenuhi standar MSCI akan menjadi faktor penting untuk mempertahankan aliran modal asing. MSCI, sebagai indeks global, sering dijadikan tolok ukur oleh investor internasional untuk menentukan alokasi aset di pasar negara berkembang.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya stabilitas makroekonomi. Inflasi terkendali, suku bunga relatif stabil, dan defisit neraca berjalan masih dalam batas aman, menjadi sinyal positif bagi investor.
Purbaya menegaskan bahwa semua persiapan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata dunia.
Langkah-langkah proaktif pemerintah dan regulator diharapkan tidak hanya membuat IHSG rebound sementara, tapi juga membangun fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan pasar saham jangka panjang.
Investor disarankan tetap memantau perkembangan regulasi dan berita terkait MSCI, karena keputusan indeks ini bisa berdampak signifikan pada arus modal dan pergerakan IHSG.













