JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu kompak mengumumkan aksi buyback saham setelah harga sahamnya mengalami tekanan tajam di pasar.
Total dana buyback yang disiapkan mencapai Rp 3,75 triliun. Aksi ini dilakukan oleh tiga emiten, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
BRPT mengalokasikan dana maksimal Rp 1 triliun untuk buyback saham. Periode pelaksanaan ditetapkan mulai 4 Februari hingga 3 Mei 2026.
Sementara itu, TPIA menyiapkan dana buyback terbesar dengan nilai maksimal Rp 2 triliun. Rentang waktu pelaksanaan buyback TPIA sama, yakni dari 4 Februari sampai 3 Mei 2026.
Adapun CUAN menganggarkan dana buyback hingga Rp 750 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.
Manajemen emiten menilai kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental perusahaan. Buyback dipandang sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang bisnis.
Tekanan di pasar saham domestik belakangan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen global, pergerakan suku bunga, hingga kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.
Aksi buyback juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor ritel, sekaligus memperbaiki likuiditas perdagangan saham di bursa.
Secara ekonomi, langkah ini menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang relatif solid, karena buyback membutuhkan arus kas yang kuat dan perencanaan keuangan yang matang.
Di sisi lain, kebijakan buyback oleh emiten besar kerap menjadi perhatian regulator dan pelaku pasar karena dapat memengaruhi sentimen indeks secara keseluruhan.
Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan untuk mencermati risiko dan dinamika makro yang masih berkembang dalam beberapa bulan ke depan.













