JAKARTA, Cobisnis.com – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, membeberkan isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini dikenal berada di luar lingkar kekuasaan. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (30/1/2026) di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Menurut Said Didu, diskusi dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan berakhir menjelang pukul 20.45 WIB. Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo secara langsung memaparkan berbagai kebijakan strategis yang dinilai penting untuk mempercepat perbaikan kondisi bangsa, meski didampingi oleh sekitar sepuluh staf kepercayaannya.
Ia menyebut suasana diskusi berjalan terbuka dan dinamis. Presiden Prabowo disebut aktif mendengarkan masukan serta berdialog mengenai sejumlah isu strategis dan sensitif yang menyangkut masa depan negara. Beberapa agenda utama yang dibahas antara lain penguatan kedaulatan negara dan rakyat, pemberantasan korupsi, serta pengelolaan sumber daya alam.
Selain itu, isu reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) terkait konflik Gaza juga turut menjadi topik pembahasan. Said Didu menilai pertemuan ini mencerminkan sikap Presiden Prabowo yang terbuka terhadap dialog dengan berbagai kalangan.
Pasca pertemuan, Said Didu menegaskan bahwa pihaknya akan tetap bersikap kritis terhadap kelompok atau kepentingan yang dinilai menghambat agenda pengembalian kedaulatan politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan wilayah negara. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas kesediaannya berdiskusi secara langsung.
Sebelumnya, kabar pertemuan Presiden Prabowo dengan tokoh-tokoh yang kerap dikaitkan dengan kelompok oposisi ini juga disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kegiatan Retret PWI di Bogor, Jawa Barat.













