JAKARTA, Cobisnis.com – Pertarungan hukum antara aktris Blake Lively dan sutradara sekaligus lawan mainnya dalam film It Ends with Us, Justin Baldoni, kini menghadirkan nama besar baru: Taylor Swift. Dokumen pengadilan yang baru dibuka ke publik mengungkap peran dukungan dari lingkaran pertemanan Lively, termasuk persahabatannya yang erat dengan sang superstar pop.
Berdasarkan dokumen yang diajukan di Pengadilan Distrik AS Manhattan, Blake Lively diketahui secara terbuka berbagi cerita dengan teman-temannya mengenai dugaan masalah yang ia alami selama proses produksi film tahun 2024 tersebut. Dalam gugatannya, Lively menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual serta menyusun “rencana” untuk menghancurkan reputasinya melalui perusahaan produksinya, Wayfarer Studios.
Dalam salah satu percakapan pesan singkat dengan Taylor Swift, Lively menyebut Baldoni sebagai “sutradara doofus,” menurut dokumen hukum tersebut. Setahun kemudian, keduanya kembali membahas Baldoni menjelang terbitnya laporan investigasi The New York Times yang membuka konflik di balik layar film tersebut ke publik.
Dalam pesan lain, Swift menulis kepada Lively bahwa Baldoni tampaknya “tahu sesuatu akan datang,” sembari mengibaratkan situasi tersebut seperti “film horor yang tak seorang pun tahu sedang terjadi.” Pesan itu juga disertai tangkapan layar unggahan majalah People yang menyoroti pernyataan Baldoni tentang trauma seksual di masa lalunya.
Tim hukum Lively menyatakan bahwa bukti yang baru dibuka menunjukkan kekhawatiran Lively dan pihak lain telah terdokumentasi sejak awal 2023 dan dipahami sebagai isu pelecehan seksual. Namun, menurut mereka, Wayfarer Studios justru menolak menyelidiki dan memilih membungkam pihak-pihak yang bersuara. Sebaliknya, kuasa hukum Baldoni membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bukti tidak mendukung klaim Lively secara hukum.
Konflik ini berkembang panjang. Setelah artikel The New York Times berjudul “We Can Bury Anyone”: Inside a Hollywood Smear Machine terbit, Baldoni menggugat media tersebut serta kemudian mengajukan gugatan senilai US$400 juta terhadap Lively dan suaminya, Ryan Reynolds. Namun pada Juni 2025, hakim menolak seluruh gugatan Baldoni terhadap Lively, Reynolds, dan The New York Times.
Kasus Lively melawan Baldoni sendiri kini dijadwalkan mulai disidangkan pada 18 Mei 2026, setelah sebelumnya ditunda dari Maret. Nama Taylor Swift sempat masuk pusaran hukum ketika ia disubpoena pada Mei 2025, meski pengadilan akhirnya menolak permintaan Baldoni untuk memeriksanya.
Dokumen yang dibuka juga menyebut adanya keluhan dari aktris lain, Jenny Slate, yang menyebut proses syuting film tersebut sebagai pengalaman yang “menjijikkan dan mengganggu.”













