• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, June 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Dunia Memasuki Era “Kebangkrutan Air” dengan Dampak yang Tak Terpulihkan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 21, 2026
in News
0
Dunia Memasuki Era “Kebangkrutan Air” dengan Dampak yang Tak Terpulihkan

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia telah memasuki “era kebangkrutan air global” dengan konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kondisi krisis air yang selama ini dikenal disebut sudah terlalu ringan untuk menggambarkan skala masalah yang sebenarnya.

Berbagai wilayah di dunia kini menghadapi persoalan air yang sangat parah. Kabul diperkirakan berpotensi menjadi kota modern pertama yang kehabisan air sepenuhnya. Mexico City tenggelam sekitar 20 inci per tahun akibat pengambilan air tanah berlebihan dari akuifer di bawah kota. Sementara di Amerika Serikat bagian barat daya, negara-negara bagian terus berseteru mengenai pembagian air Sungai Colorado yang semakin menyusut akibat kekeringan.

Laporan yang dirilis Selasa oleh United Nations University dan didasarkan pada studi di jurnal Water Resources menyebut situasi global saat ini terlalu serius untuk sekadar disebut “krisis air” atau “wilayah kekurangan air”.

“Jika kita terus menyebut kondisi ini sebagai krisis, itu menyiratkan bahwa masalahnya sementara dan bisa diatasi dengan cepat,” ujar Kaveh Madani, Direktur Institute for Water, Environment and Health di United Nations University sekaligus penulis laporan tersebut. “Dengan kebangkrutan, kita tetap perlu memperbaiki dan mengurangi dampaknya, tetapi juga harus beradaptasi dengan realitas baru yang jauh lebih terbatas,” katanya.

Konsep kebangkrutan air dianalogikan seperti keuangan. Alam menyediakan “pendapatan” berupa hujan dan salju, namun manusia menghabiskan air jauh lebih cepat daripada kemampuan alam untuk mengisinya kembali. Sungai, danau, rawa, serta akuifer bawah tanah dieksploitasi berlebihan, sementara perubahan iklim memperparah situasi melalui panas ekstrem dan kekeringan yang mengurangi ketersediaan air.

Dampaknya terlihat nyata: sungai dan danau menyusut, rawa mengering, akuifer terus menurun, tanah runtuh dan membentuk lubang amblesan, gurun meluas, salju berkurang, dan gletser mencair. Bahkan di wilayah yang sistem airnya relatif lebih stabil, pencemaran mengurangi pasokan air layak minum.

Data dalam laporan tersebut mencengangkan. Lebih dari 50% danau besar dunia kehilangan air sejak 1990, sekitar 70% akuifer utama mengalami penurunan jangka panjang, area rawa seluas hampir Uni Eropa hilang dalam 50 tahun terakhir, dan gletser menyusut 30% sejak 1970. Hampir 4 miliar orang di dunia mengalami kelangkaan air setidaknya satu bulan setiap tahun.

“Banyak wilayah hidup melampaui kemampuan hidrologisnya,” kata Madani, seraya menegaskan bahwa kondisi lama tidak mungkin kembali seperti semula.

Meski demikian, konsumsi air masih sering dianggap remeh. Kota-kota seperti Los Angeles, Las Vegas, dan Teheran terus berkembang meski pasokan air terbatas. “Semuanya terlihat baik-baik saja sampai akhirnya tidak,” ujar Madani.

Beberapa kawasan mengalami tekanan yang lebih berat, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara yang menghadapi stres air tinggi serta kerentanan iklim ekstrem. Asia Selatan mengalami penurunan air kronis akibat pertanian berbasis air tanah dan pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat. Di AS barat daya, Sungai Colorado menjadi contoh bagaimana perjanjian pembagian air didasarkan pada kondisi lingkungan yang sudah tidak relevan lagi.

Meski situasinya mengkhawatirkan, Madani menilai pengakuan terhadap “kebangkrutan air” dapat mendorong perubahan dari respons darurat jangka pendek menuju strategi jangka panjang untuk mengurangi kerusakan permanen.

Laporan ini merekomendasikan sejumlah langkah, antara lain transformasi sektor pertanian pengguna air terbesar dunia melalui perubahan jenis tanaman dan irigasi yang lebih efisien, peningkatan pemantauan air menggunakan AI dan penginderaan jauh, pengurangan polusi, serta perlindungan lebih kuat bagi rawa dan air tanah.

Air juga dinilai dapat menjadi “jembatan di dunia yang terfragmentasi”, karena isu ini mampu melampaui perbedaan politik. “Semakin banyak negara yang menyadari nilai dan pentingnya air, dan itulah yang membuat saya optimistis,” ujar Madani.

Tags: cobisnis.comKebangkrutanAirKrisisAirGlobalPerubahanIklim

Related Posts

Tragis! Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Lewat Adu Penalti

Tragis! Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Lewat Adu Penalti

by Hidayat Taufik
June 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah takluk dari Paraguay melalui adu penalti...

Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

by Hidayat Taufik
June 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Brasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Jepang dengan skor 2-1...

Jokowi Mulai Safari Politik, AHY Ingatkan Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun Lagi

Jokowi Mulai Safari Politik, AHY Ingatkan Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun Lagi

by Hidayat Taufik
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pembahasan Pemilu 2029 belum menjadi prioritas. Menurutnya, pelaksanaan...

Film Live-Action Moana Siap Hadirkan Petualangan Laut yang Lebih Spektakuler

Film Live-Action Moana Siap Hadirkan Petualangan Laut yang Lebih Spektakuler

by Desti Dwi Natasya
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Disney siap menghadirkan versi live-action Moana yang menawarkan petualangan laut dalam skala lebih besar dibanding film animasinya....

Logo Resmi HUT ke-81 RI 2026 Karya Desainer Asal Padang Resmi Terpilih

Logo Resmi HUT ke-81 RI 2026 Karya Desainer Asal Padang Resmi Terpilih

by Desti Dwi Natasya
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah resmi menetapkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tahun 2026 hasil pilihan masyarakat melalui...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bahlil Pangkas Harga LNG Industri, Industri Keramik dan Tekstil Diharapkan Bertahan

Bahlil Pangkas Harga LNG Industri, Industri Keramik dan Tekstil Diharapkan Bertahan

June 29, 2026
Ilmuwan Temukan Mikroba Hidup di Dalam Batu Berusia 2 Miliar Tahun

Fenomena Warga China Masuk Islam, Ini Faktor yang Mendorongnya

June 29, 2026
Komdigi Perkuat Patroli Digital 24 Jam, Bidik Siaran Ilegal Piala Dunia 2026 yang Promosikan Judol

Komdigi Perkuat Patroli Digital 24 Jam, Bidik Siaran Ilegal Piala Dunia 2026 yang Promosikan Judol

June 29, 2026
Intiland Resmikan Tierra Park dan Luncurkan Hunian Baru Capella di Surabaya Barat

Intiland Resmikan Tierra Park dan Luncurkan Hunian Baru Capella di Surabaya Barat

June 29, 2026
Tragis! Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Lewat Adu Penalti

Tragis! Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Lewat Adu Penalti

June 30, 2026
Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

June 30, 2026
Jokowi Mulai Safari Politik, AHY Ingatkan Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun Lagi

Jokowi Mulai Safari Politik, AHY Ingatkan Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun Lagi

June 29, 2026
Ford Menyesal Terlalu Percaya AI, Rekrut Ratusan Orang demi Tekan Biaya Recall

Ford Menyesal Terlalu Percaya AI, Rekrut Ratusan Orang demi Tekan Biaya Recall

June 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved