• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, March 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Dunia Memasuki Era “Kebangkrutan Air” dengan Dampak yang Tak Terpulihkan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 21, 2026
in News
0
Dunia Memasuki Era “Kebangkrutan Air” dengan Dampak yang Tak Terpulihkan

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia telah memasuki “era kebangkrutan air global” dengan konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kondisi krisis air yang selama ini dikenal disebut sudah terlalu ringan untuk menggambarkan skala masalah yang sebenarnya.

Berbagai wilayah di dunia kini menghadapi persoalan air yang sangat parah. Kabul diperkirakan berpotensi menjadi kota modern pertama yang kehabisan air sepenuhnya. Mexico City tenggelam sekitar 20 inci per tahun akibat pengambilan air tanah berlebihan dari akuifer di bawah kota. Sementara di Amerika Serikat bagian barat daya, negara-negara bagian terus berseteru mengenai pembagian air Sungai Colorado yang semakin menyusut akibat kekeringan.

Laporan yang dirilis Selasa oleh United Nations University dan didasarkan pada studi di jurnal Water Resources menyebut situasi global saat ini terlalu serius untuk sekadar disebut “krisis air” atau “wilayah kekurangan air”.

“Jika kita terus menyebut kondisi ini sebagai krisis, itu menyiratkan bahwa masalahnya sementara dan bisa diatasi dengan cepat,” ujar Kaveh Madani, Direktur Institute for Water, Environment and Health di United Nations University sekaligus penulis laporan tersebut. “Dengan kebangkrutan, kita tetap perlu memperbaiki dan mengurangi dampaknya, tetapi juga harus beradaptasi dengan realitas baru yang jauh lebih terbatas,” katanya.

Konsep kebangkrutan air dianalogikan seperti keuangan. Alam menyediakan “pendapatan” berupa hujan dan salju, namun manusia menghabiskan air jauh lebih cepat daripada kemampuan alam untuk mengisinya kembali. Sungai, danau, rawa, serta akuifer bawah tanah dieksploitasi berlebihan, sementara perubahan iklim memperparah situasi melalui panas ekstrem dan kekeringan yang mengurangi ketersediaan air.

Dampaknya terlihat nyata: sungai dan danau menyusut, rawa mengering, akuifer terus menurun, tanah runtuh dan membentuk lubang amblesan, gurun meluas, salju berkurang, dan gletser mencair. Bahkan di wilayah yang sistem airnya relatif lebih stabil, pencemaran mengurangi pasokan air layak minum.

Data dalam laporan tersebut mencengangkan. Lebih dari 50% danau besar dunia kehilangan air sejak 1990, sekitar 70% akuifer utama mengalami penurunan jangka panjang, area rawa seluas hampir Uni Eropa hilang dalam 50 tahun terakhir, dan gletser menyusut 30% sejak 1970. Hampir 4 miliar orang di dunia mengalami kelangkaan air setidaknya satu bulan setiap tahun.

“Banyak wilayah hidup melampaui kemampuan hidrologisnya,” kata Madani, seraya menegaskan bahwa kondisi lama tidak mungkin kembali seperti semula.

Meski demikian, konsumsi air masih sering dianggap remeh. Kota-kota seperti Los Angeles, Las Vegas, dan Teheran terus berkembang meski pasokan air terbatas. “Semuanya terlihat baik-baik saja sampai akhirnya tidak,” ujar Madani.

Beberapa kawasan mengalami tekanan yang lebih berat, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara yang menghadapi stres air tinggi serta kerentanan iklim ekstrem. Asia Selatan mengalami penurunan air kronis akibat pertanian berbasis air tanah dan pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat. Di AS barat daya, Sungai Colorado menjadi contoh bagaimana perjanjian pembagian air didasarkan pada kondisi lingkungan yang sudah tidak relevan lagi.

Meski situasinya mengkhawatirkan, Madani menilai pengakuan terhadap “kebangkrutan air” dapat mendorong perubahan dari respons darurat jangka pendek menuju strategi jangka panjang untuk mengurangi kerusakan permanen.

Laporan ini merekomendasikan sejumlah langkah, antara lain transformasi sektor pertanian pengguna air terbesar dunia melalui perubahan jenis tanaman dan irigasi yang lebih efisien, peningkatan pemantauan air menggunakan AI dan penginderaan jauh, pengurangan polusi, serta perlindungan lebih kuat bagi rawa dan air tanah.

Air juga dinilai dapat menjadi “jembatan di dunia yang terfragmentasi”, karena isu ini mampu melampaui perbedaan politik. “Semakin banyak negara yang menyadari nilai dan pentingnya air, dan itulah yang membuat saya optimistis,” ujar Madani.

Tags: cobisnis.comKebangkrutanAirKrisisAirGlobalPerubahanIklim

Related Posts

KPK Bakal Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Dugaan Gratifikasi Batu Bara di Kukar

KPK Bakal Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Dugaan Gratifikasi Batu Bara di Kukar

by Desti Dwi Natasya
March 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Ketua Umum Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno, untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah...

Rp4,5 Triliun Dana BOS Madrasah Swasta Dicairkan, Dapat Digunakan untuk Gaji Guru Non-ASN

Rp4,5 Triliun Dana BOS Madrasah Swasta Dicairkan, Dapat Digunakan untuk Gaji Guru Non-ASN

by Hidayat Taufik
March 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Agama mulai menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi madrasah swasta pada tahun anggaran 2026. Pada...

Akibat Konflik Timur Tengah, 17 Jemaah Umrah RI Pulang Bertahap 10 dan 14 Maret 2026

Akibat Konflik Timur Tengah, 17 Jemaah Umrah RI Pulang Bertahap 10 dan 14 Maret 2026

by Hidayat Taufik
March 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebanyak 17 jemaah umrah asal Indonesia yang sempat tertahan di Arab Saudi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan...

Tips Mengelola THR agar Tidak Habis Setelah Lebaran

Tips Mengelola THR agar Tidak Habis Setelah Lebaran

by Dwi Natasya
March 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen yang paling dinantikan banyak orang. Dana...

Laba Bersih Bank Mandiri Naik 16,7% pada Februari 2026, Transaksi Digital Jadi Pendorong

Laba Bersih Bank Mandiri Naik 16,7% pada Februari 2026, Transaksi Digital Jadi Pendorong

by Dwi Natasya
March 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2026 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,7 persen secara tahunan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Usai Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo Rp4,08 Triliun, Pensiunan JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Rumahnya

Usai Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo Rp4,08 Triliun, Pensiunan JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Rumahnya

March 7, 2026
Lima Tahun di Indonesia, AIA Vitality Catat Perubahan Nyata Perilaku Hidup Sehat

Lima Tahun di Indonesia, AIA Vitality Catat Perubahan Nyata Perilaku Hidup Sehat

March 9, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
KPK Bakal Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Dugaan Gratifikasi Batu Bara di Kukar

KPK Bakal Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Dugaan Gratifikasi Batu Bara di Kukar

March 10, 2026
Rp4,5 Triliun Dana BOS Madrasah Swasta Dicairkan, Dapat Digunakan untuk Gaji Guru Non-ASN

Rp4,5 Triliun Dana BOS Madrasah Swasta Dicairkan, Dapat Digunakan untuk Gaji Guru Non-ASN

March 10, 2026
Akibat Konflik Timur Tengah, 17 Jemaah Umrah RI Pulang Bertahap 10 dan 14 Maret 2026

Akibat Konflik Timur Tengah, 17 Jemaah Umrah RI Pulang Bertahap 10 dan 14 Maret 2026

March 10, 2026
Tips Mengelola THR agar Tidak Habis Setelah Lebaran

Tips Mengelola THR agar Tidak Habis Setelah Lebaran

March 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved