JAKARTA, Cobisnis.com – Kebiasaan begadang sering dianggap sepele, terutama setelah seharian beraktivitas. Malam hari kerap dimanfaatkan untuk bersantai, menonton tayangan favorit, atau sekadar menelusuri media sosial melalui ponsel. Tanpa disadari, aktivitas tersebut membuat waktu tidur semakin berkurang dan berdampak langsung pada kesehatan.
Mengutip Hindustan Times, Senin (19/1/2026), kurang tidur bukan hanya memicu rasa lelah atau pusing di pagi hari. Jika dilakukan terus-menerus, begadang dapat memengaruhi kinerja organ vital seperti otak dan jantung.
Risiko pada Kesehatan Jantung
Kurang tidur membuat tubuh berada dalam kondisi stres berkepanjangan. Direktur Kardiologi Intervensi Rumah Sakit Super Spesialis Nanavati Max, Mumbai, Dr. Praveen Kulkarni, menjelaskan bahwa tidur memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara jantung, hormon, dan metabolisme.
Saat waktu tidur tidak terpenuhi, kadar hormon ghrelin meningkat dan leptin menurun. Kondisi ini dapat memicu rasa lapar berlebih, kenaikan berat badan, serta meningkatkan risiko hipertensi. Selain itu, hormon stres kortisol juga cenderung meningkat, yang berkontribusi pada peradangan kronis, naiknya kadar gula darah, serta pembentukan plak di pembuluh darah.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga serangan jantung. Stres yang terus berlangsung juga memaksa jantung bekerja lebih keras dari kondisi normal.
Gangguan Fungsi Otak dan Daya Ingat
Dampak begadang tidak berhenti pada jantung. Direktur sekaligus Kepala Departemen Neurologi Rumah Sakit Sarvodaya, dr. Ritu Jha, menyebutkan bahwa kurang tidur dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif.
Saat tidur terganggu atau tidak cukup, otak tidak memiliki waktu yang optimal untuk membersihkan limbah metabolik. Akibatnya, kemampuan mengingat, memproses, dan menyimpan informasi dapat menurun. Risiko gangguan kognitif ini tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda jika kebiasaan begadang berlangsung lama.
Pentingnya Tidur Berkualitas
Para ahli menekankan pentingnya tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pemulihan. Tidur yang berkualitas membantu menjaga keseimbangan hormon, menurunkan stres, serta melindungi fungsi otak dan jantung.
Seperti pesan sederhana yang pernah disampaikan dalam lirik lagu Rhoma Irama, begadang sebaiknya dihindari jika tidak memiliki manfaat. Pasalnya, kebiasaan tersebut justru membawa berbagai risiko bagi kesehatan dalam jangka panjang.













