JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia mode internasional berduka. Perancang busana ternama asal Italia, Valentino Garavani, meninggal dunia pada usia 93 tahun di kediamannya di Roma, Italia, pada Senin, 19 Januari 2026.
Mengutip laporan The Hollywood Reporter, Selasa (20/1/2026), jenazah Valentino akan disemayamkan di PM23, Piazza Mignanelli 23, Roma, pada Rabu (21/1/2026) dan Kamis (22/1/2026), mulai pukul 11.00 hingga 18.00 waktu setempat. Sementara itu, prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Jumat (23/1/2026) pukul 11.00 waktu setempat di Basilika Santa Maria degli Angeli e dei Martiri, Piazza della Repubblica, Roma.
Valentino Garavani memiliki nama lengkap Valentino Clemente Ludovico Garavani. Ia lahir pada 11 Mei 1932 di Voghera, sebuah kota kecil di wilayah Lombardia, Italia, yang terletak di antara Milan dan Genoa. Nama “Valentino” dipilih sang ibu, Teresa, yang mengagumi aktor film bisu legendaris, Rudolph Valentino.
Ketertarikan Valentino pada seni dan mode sudah muncul sejak usia muda. Pada usia 17 tahun, ia mulai mempelajari sketsa mode di Institut Santa Maria di Milan. Tak lama kemudian, ia melanjutkan pendidikan ke Paris dan menimba ilmu di École des Beaux-Arts, salah satu institusi seni paling bergengsi di dunia.
Selama hampir 48 tahun memimpin rumah mode yang menyandang namanya, Valentino dikenal dengan filosofi desain yang menekankan keanggunan dan aura feminin. Ia kerap mengatakan bahwa seorang perempuan harus merasa bercahaya saat mengenakan busananya. Prinsip inilah yang membuat karyanya terus menjadi pilihan utama di berbagai ajang karpet merah internasional.
Valentino dikenal konsisten menjunjung nilai keindahan, kemewahan, serta kegembiraan hidup. Sepanjang kariernya, ia tetap setia pada misi utamanya, yakni membuat perempuan merasa cantik dan percaya diri. Namanya mulai melejit sejak dekade 1960-an hingga ia resmi pensiun pada Januari 2008.
Deretan klien Valentino mencakup banyak tokoh perempuan paling berpengaruh di dunia, mulai dari Putri Diana, Audrey Hepburn, Putri Mahkota Marie Chantal dari Yunani, hingga Meryl Streep, Oprah Winfrey, dan Gwyneth Paltrow. Putri Gwyneth Paltrow, Apple, bahkan diketahui merupakan anak baptis Valentino.
Reputasi global Valentino juga tak lepas dari kedekatannya dengan ikon-ikon besar dunia hiburan dan politik. Elizabeth Taylor menjadi salah satu pendukung awal kariernya. Selain itu, Jacqueline Kennedy pernah mengenakan gaun hitam rancangan Valentino saat masa berkabung setelah wafatnya Presiden John F. Kennedy pada November 1963.
Sejumlah rancangan Valentino juga dikenang sebagai busana ikonik di ajang Academy Awards. Salah satunya adalah gaun kuning satu bahu yang dikenakan Cate Blanchett pada Oscar 2005. Pada Academy Awards 2001, Julia Roberts menerima piala Oscar Aktris Terbaik untuk film Erin Brockovich dengan mengenakan gaun hitam Valentino yang dihiasi detail satin putih dan ekor tulle, yang menuai pujian luas.
Momen tersebut bahkan disebut Valentino sebagai salah satu puncak pencapaian dalam perjalanan karier panjangnya. Kepergian Valentino Garavani menandai berakhirnya satu era besar dalam sejarah mode dunia.














