• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, January 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Begini Dampak Pusat Data AI Terhadap Jaringan Listrik Amerika Serikat

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 20, 2026
in Teknologi
0
Begini Dampak Pusat Data AI Terhadap Jaringan Listrik Amerika Serikat

JAKARTA, Cobisnis.com – Perlombaan raksasa teknologi membangun pusat data demi mendominasi lanskap kecerdasan buatan (AI) memicu kekhawatiran baru di Amerika Serikat. Di tengah lonjakan pembangunan data center, jaringan listrik nasional yang sudah menua dinilai belum siap menanggung lonjakan kebutuhan energi, sementara rumah tangga AS justru menanggung sebagian besar biaya tambahan tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump bersama konsorsium gubernur dari negara bagian timur laut Amerika mendesak PJM, operator jaringan listrik terbesar di AS, untuk meredam lonjakan biaya listrik nasional. Para pejabat federal mengusulkan agar PJM menggelar lelang listrik darurat, di mana perusahaan teknologi besar diminta menanggung biaya lonjakan konsumsi listrik dari pusat data mereka. Namun, PJM menyatakan tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya terkait rencana tersebut.

Ledakan Pembangunan Pusat Data

Virginia saat ini menjadi lokasi klaster pusat data terbesar di dunia, dengan 561 pusat data di 23 pasar berbeda, menurut Data Center Map. Selain itu, pembangunan juga meluas ke wilayah yang lebih terpencil, di mana pasokan energi lebih melimpah dan tekanan terhadap jaringan listrik lebih rendah. Laporan McKinsey & Company menyebut Denver, Los Angeles, dan Pennsylvania sebagai wilayah potensial pertumbuhan berikutnya.

Sejumlah negara bagian bahkan memberikan insentif. Ohio, misalnya, menawarkan pembebasan pajak penjualan sebagian atau penuh bagi perusahaan yang melakukan investasi besar di sektor pusat data.

Perusahaan Teknologi Paling Agresif

Perusahaan teknologi raksasa AS memimpin ekspansi ini. Meta menghabiskan US$17 miliar untuk belanja modal pada kuartal yang berakhir Juni 2025. Microsoft mengalokasikan US$24,2 miliar pada periode yang sama, sementara Amazon berencana menanamkan US$15 miliar di Indiana Utara, di luar investasi US$11 miliar yang diumumkan pada 2024. Bank of America memperkirakan belanja tahunan perusahaan untuk konstruksi pusat data mencapai US$40 miliar pada Juni lalu.

Dampak ke Tagihan Listrik

Lonjakan pembangunan pusat data turut mendorong kenaikan tarif listrik rumah tangga. Data Energy Information Administration menunjukkan tarif listrik residensial naik 5,2 persen pada Oktober dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Analisis Bloomberg News bahkan mencatat kenaikan biaya listrik hingga 267 persen di wilayah dekat pusat data dalam lima tahun terakhir.

Menurut Ryan Hledik dari Brattle Group, lonjakan permintaan dari pusat data menjadi salah satu penyebab utama. Meski demikian, harga bisa turun jika pusat data dibangun di wilayah dengan kapasitas listrik berlebih atau beroperasi di luar jam puncak. Infrastruktur listrik AS yang menua juga memperparah biaya, terutama pada sistem distribusi yang membutuhkan investasi mahal pascapandemi.

Konsumsi Energi Terus Meningkat

Departemen Energi AS memperkirakan pusat data akan mengonsumsi 6,7 hingga 12 persen total listrik nasional pada 2028, naik dari 4,4 persen pada 2023. Sejumlah perusahaan listrik mulai menerapkan tarif khusus bagi pelanggan besar agar beban tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat.

Negara bagian Oregon telah mengesahkan aturan yang mewajibkan pusat data membayar sesuai tekanan yang mereka timbulkan pada jaringan listrik. Microsoft pun menyatakan siap membayar tarif listrik lebih tinggi di wilayah tempat mereka membangun pusat data.

Tekanan Terhadap Pasokan Air

Selain listrik, pusat data juga membutuhkan air dalam jumlah besar untuk sistem pendinginan. McKinsey mencatat kebutuhan air fasilitas ini diperkirakan meningkat 170 persen pada 2030. Pembangkit listrik termal yang mendukung pusat data juga memerlukan air untuk pendinginan, menambah tekanan terhadap sumber daya lokal.

Hledik menilai tantangan ke depan adalah menciptakan keseimbangan agar pusat data dan masyarakat dapat hidup berdampingan tanpa merugikan komunitas lokal. “Bagaimana menciptakan kondisi agar semua pihak menjadi pemenang, bukan hanya sebagian,” ujarnya.

Tags: cobisnis.comJaringanListrikPusatDataAITeknologiAI

Related Posts

Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

by Iwan Supriyatna
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bisnis kemitraan laundry autopilot bermerek Juragan Kucek menjadi sorotan setelah sejumlah gerai mitra dilaporkan tutup secara mendadak....

Ilustrasi kesepakatan DEWA

Darma Henwa (DEWA) Perpanjang Kontrak Tambang Asam Asam dan Kintap, Nilai Proyek Rp 10,5 Triliun

by Iwan Supriyatna
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali memperkuat portofolio bisnisnya di sektor jasa pertambangan dengan menandatangani perjanjian perpanjangan...

Agung Podomoro Land

Agung Podomoro Land (PLN) Jual Mall Deli Park Rp 2,44 Triliun

by Iwan Supriyatna
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) resmi melepas kepemilikan Pusat Perbelanjaan Mall Deli Park di Medan dengan...

Senegal Juara Piala Afrika Usai Final Kacau Lawan Maroko

Senegal Juara Piala Afrika Usai Final Kacau Lawan Maroko

by Zahra Zahwa
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika setelah melalui laga final penuh drama dan kekacauan melawan tuan rumah Maroko....

Pahlawan Tak Dikenal di Balik Pidato “I Have A Dream” Martin Luther King Jr.

Pahlawan Tak Dikenal di Balik Pidato “I Have A Dream” Martin Luther King Jr.

by Zahra Zahwa
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketika Pendeta Martin Luther King Jr. berdiri di podium Lincoln Memorial pada Agustus 1963, di tengah terik...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Judi Online

Pemberantasan Judi Online Jalan di Tempat, Ini Alasannya

January 19, 2026
Reruntuhan Pesawat ATR-400 yang Sempat Hilang Kontak Ditemukan di Puncak Bulusaraung

Reruntuhan Pesawat ATR-400 yang Sempat Hilang Kontak Ditemukan di Puncak Bulusaraung

January 18, 2026
Livin’ by Mandiri Dorong Lonjakan Transaksi Digital, Perkuat Inklusi Keuangan Nasional

Livin’ by Mandiri Dorong Lonjakan Transaksi Digital, Perkuat Inklusi Keuangan Nasional

January 19, 2026
Tetap Gerak di Era Digital, Ini Panduan Simpel Gen Z Anti Mager

Profil Frank Alexander Hutapea, Putra Hotman Paris yang Jadi Tenaga Ahli DPN

January 19, 2026
Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

January 20, 2026
Ilustrasi kesepakatan DEWA

Darma Henwa (DEWA) Perpanjang Kontrak Tambang Asam Asam dan Kintap, Nilai Proyek Rp 10,5 Triliun

January 20, 2026
Agung Podomoro Land

Agung Podomoro Land (PLN) Jual Mall Deli Park Rp 2,44 Triliun

January 20, 2026
Smartwatch Co-Pilot ATR Catat 13 Ribu Langkah, Keluarga Masih Berharap

Smartwatch Co-Pilot ATR Catat 13 Ribu Langkah, Keluarga Masih Berharap

January 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved