JAKARTA, Cobisnis.com – Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika setelah melalui laga final penuh drama dan kekacauan melawan tuan rumah Maroko. Pertandingan final yang digelar Minggu waktu setempat itu berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Senegal lewat babak perpanjangan waktu.
Gol penentu kemenangan dicetak oleh Pape Gueye pada babak pertama extra time. Pemain Senegal tersebut mencetak gol pada menit keempat perpanjangan waktu dengan sepakan kaki kiri yang mengarah ke pojok kanan atas gawang Maroko, yang tak mampu dijangkau kiper.
Laga ini sempat diwarnai kekacauan sebelum memasuki babak perpanjangan waktu. Para pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes setelah Maroko mendapat hadiah penalti kontroversial di masa tambahan waktu, tak lama setelah Senegal merasa dirugikan karena gol mereka dianulir.
Pertandingan sempat tertunda selama sekitar 14 menit. Kiper Senegal, Édouard Mendy, kemudian menjadi pahlawan dengan menggagalkan penalti Panenka yang dieksekusi Brahim Díaz pada detik-detik terakhir waktu normal.
Situasi semakin panas ketika terjadi keributan antara pemain cadangan Maroko dan pemain Senegal. Sejumlah suporter Senegal bahkan turun ke area fotografer dan mencoba masuk ke lapangan dari belakang gawang. Salah satu suporter melempar kursi ke dalam lapangan sebelum akhirnya dihalau barisan panjang aparat kepolisian.
Sempat muncul keraguan apakah pertandingan bisa dilanjutkan. Namun, aparat pengendali massa tambahan diterjunkan, dan babak perpanjangan waktu akhirnya dimulai dengan pengamanan ketat di depan tribun pendukung Senegal.
Kemenangan ini menjadi gelar Piala Afrika kedua bagi Senegal. Sebelumnya, tim berjuluk Teranga Lions tersebut meraih trofi edisi 2021 setelah mengalahkan Mesir melalui adu penalti.














