JAKARTA, Cobisnis.com – Nasi gandul khas Pati kini semakin mudah ditemukan di Jakarta. Kuliner tradisional asal Jawa Tengah ini hadir di berbagai sudut ibu kota dengan cita rasa yang tetap dijaga autentik.
Nasi gandul dikenal dengan kuahnya yang gurih manis dan aroma rempah yang kuat. Hidangan ini biasanya disajikan di atas daun pisang dengan potongan daging sapi empuk serta aneka jeroan.
Perkembangan kuliner daerah di Jakarta menunjukkan minat masyarakat yang terus meningkat. Makanan khas seperti nasi gandul tidak lagi hanya dinikmati di daerah asalnya.
Di Jakarta, nasi gandul hadir dalam berbagai konsep, mulai dari warung sederhana hingga restoran bernuansa modern. Variasi ini membuat kuliner khas Pati menjangkau lebih banyak segmen konsumen.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Nasi Gandul Harmonis di Condet, Jakarta Timur. Dengan harga mulai Rp 25.000 per porsi, pengunjung sudah mendapatkan nasi gandul lengkap dengan lauk dan kuah yang disajikan royal.
Di kawasan Panglima Polim, Teras Budhe menawarkan nasi gandul dalam konsep restoran modern. Harga yang dipatok sekitar Rp 68.000 per porsi menyasar konsumen kelas menengah yang mengutamakan kenyamanan tempat.
Sementara itu, Nasi Gandul Bu Endang di Jakarta Barat menjadi salah satu pemain lama. Berdiri sejak 1997, tempat ini mempertahankan cita rasa manis khas nasi gandul dengan harga terjangkau sekitar Rp 25.000.
Pilihan lain hadir di Duren Sawit melalui Nasi Gandul Pakde. Dengan harga Rp 20.000 per porsi, tempat ini menawarkan beragam lauk dan porsi yang cukup mengenyangkan.
Di kawasan Kota Tua, Soto Kudus dan Nasi Gandul Mbah Di menjadi alternatif bagi pekerja dan wisatawan. Harga nasi gandul di tempat ini berkisar Rp 25.000 dengan pilihan lauk yang beragam.
Kehadiran nasi gandul di Jakarta tidak hanya memperkaya ragam kuliner ibu kota, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha makanan daerah. Tren ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap relevan di tengah persaingan makanan modern.














