• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, January 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Tahun 2025 Menjadi Tahun Kelam Bagi “Empat Keluarga” Yang Dituduh Mengendalikan Jaringan Penipuan Siber Global

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 5, 2026
in News
0
Tahun 2025 Menjadi Tahun Kelam Bagi “Empat Keluarga” Yang Dituduh Mengendalikan Jaringan Penipuan Siber Global

JAKARTA, Cobisnis.com – Tahun 2025 disebut sebagai periode paling suram bagi kelompok kriminal yang dikenal sebagai “empat keluarga” Kokang, jaringan mafia yang dituduh mengoperasikan pabrik-pabrik penipuan siber berskala global di wilayah perbatasan Myanmar–China. Fakta-fakta mengerikan terungkap ke publik setelah aparat China menayangkan pengakuan para tersangka di televisi nasional, mulai dari perdagangan manusia, hukuman kurungan besi, pemotongan jari, hingga dugaan pembunuhan ritual.

Detail brutal tersebut muncul dalam interogasi terhadap para gembong kejahatan Asia yang selama bertahun-tahun membangun kerajaan bisnis ilegal bernilai miliaran dolar. Dengan dukungan koneksi politik, kekayaan besar, dan pasukan bersenjata pribadi, mereka menjalankan bisnis perjudian ilegal, penipuan internet dan telekomunikasi, narkotika, prostitusi, serta berbagai aktivitas kriminal lainnya tanpa tersentuh hukum.

Kini, para tokoh utama jaringan tersebut mendekam di penjara China, sebagian di antaranya menghadapi hukuman mati. Pengakuan mereka disiarkan luas di media pemerintah China, yang merinci kehidupan mengerikan di kamp-kamp penipuan (scam compounds) di wilayah Laukkaing, Myanmar timur laut.

“Saya tidak merasakan apa-apa,” ujar Chen Dawei, pewaris keluarga Wei menurut jaksa China, saat ditanya aparat soal dugaan pembunuhan ritual terhadap seorang pria. Korban disebut dipilih secara acak untuk menunjukkan loyalitas Chen kepada mitra bisnisnya. Polisi China mengeklaim menemukan jasad korban terikat rantai besi dengan tujuh lubang peluru di tengkoraknya. Peran Laukkaing sebagai pusat industri penipuan global telah lama didokumentasikan oleh PBB, akademisi, dan lembaga pemantau kejahatan terorganisasi.

Kekaisaran kejahatan di “Wild West” Kokang

Wilayah Kokang, yang mayoritas penduduknya etnis Han berbahasa Mandarin, selama puluhan tahun dikenal sebagai kawasan tanpa hukum di Segitiga Emas. Empat klan utama keluarga Bai, Liu, Wei, dan kemudian Ming mengubah kota kecil Laukkaing menjadi pusat kasino dan penipuan daring berskala industri.

Menurut penyelidikan, lebih dari 100 kompleks penipuan dibangun, menampung ribuan pekerja yang sebagian besar merupakan warga China yang ditipu atau diperdagangkan. Mereka dipaksa melakukan penipuan daring dengan ancaman kekerasan. Pekerja yang membangkang dilaporkan disiksa, dikurung di kandang besi, dipukuli, bahkan dijual ke jaringan lain.

Para penyintas menceritakan pemukulan massal, pencabutan kuku, hingga pemotongan jari sebagai hukuman. Perempuan juga dilaporkan dipaksa menjadi pekerja seks di dalam kompleks tersebut. Sementara para korban hidup dalam teror, keluarga-keluarga ini menikmati gaya hidup mewah: pesta besar, koleksi mobil dan jam tangan mahal, helikopter, vila, serta properti luar negeri. Mereka dilindungi milisi pribadi dan relasi erat dengan elit militer Myanmar.

Kejatuhan setelah China turun tangan

Kekaisaran kriminal ini mulai runtuh pada 2023 ketika China meningkatkan tekanan terhadap junta Myanmar yang dinilai gagal memberantas kejahatan lintas batas. Bersamaan dengan itu, aliansi kelompok bersenjata etnis melancarkan “Operasi 1027” dan merebut Laukkaing pada awal 2024.

Ribuan korban penipuan dipulangkan ke China, sementara puluhan bos kejahatan diekstradisi dan diadili. Pada 2025, sejumlah anggota keluarga Ming dan Bai dijatuhi hukuman mati, sementara puluhan lainnya menerima hukuman penjara berat. Lebih dari 57.000 warga China yang terlibat penipuan daring ditangkap dan dipulangkan sejak 2023.

Meski demikian, para analis menilai industri penipuan global belum sepenuhnya hancur dan justru terus berekspansi ke wilayah lain, termasuk menargetkan negara-negara Barat.

Citra ketegasan Beijing

Melalui penayangan dokumenter dan pengadilan terbuka, Beijing berupaya menunjukkan ketegasan dalam memberantas penipuan siber yang merugikan warganya miliaran dolar. Namun, stabilitas Myanmar tetap menjadi perhatian utama China, mengingat kepentingan strategis seperti pipa minyak dan gas China–Myanmar.

“Selama pelaku belum ditangkap, kami tidak akan berhenti,” ujar seorang pejabat kepolisian China dalam tayangan televisi pemerintah.

Tahun 2025 pun tercatat sebagai momen runtuhnya kekuasaan “empat keluarga” Kokang, simbol betapa brutalnya industri penipuan siber global dan kompleksnya hubungan antara kejahatan terorganisasi, konflik bersenjata, dan politik kawasan.

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
download lenevo firmware
Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: Chinacobisnis.comKejahatanTerorganisasiMyanmarPenipuanSiber

Related Posts

RUPSLB BTN Putuskan Tambah Komisaris Baru

RUPSLB BTN Putuskan Tambah Komisaris Baru

by Rizki Meirino
January 7, 2026
0

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dan Komisaris Utama BTN Suryo Utomo bersama jajaran Direksi dan Komisaris BTN...

China Pelajari Serangan AS ke Venezuela, Fokus pada Sistem Pertahanan

China Pelajari Serangan AS ke Venezuela, Fokus pada Sistem Pertahanan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China langsung mempelajari taktik militer Amerika Serikat saat menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1/2026). Serangan itu berujung pada...

Weverse Minta Maaf atas Penyalahgunaan Data Penggemar oleh Salah Satu Pegawai

Weverse Minta Maaf atas Penyalahgunaan Data Penggemar oleh Salah Satu Pegawai

by Desti Dwi Natasya
January 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Weverse Company, anak usaha HYBE yang juga dikenal sebagai platform fandom terbesar di Korea Selatan dengan sekitar...

Richard Lee Resmi Jadi Tersangka Usai Dilaporkan Dokter Detektif

Sinopsis WIND UP, Drama Korea Bertema Baseball yang Dibintangi Jeno dan Jaemin NCT DREAM

by Desti Dwi Natasya
January 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – WIND UP menjadi salah satu drama Korea yang paling dinanti awal 2026, terutama oleh penggemar NCT DREAM....

Richard Lee Resmi Jadi Tersangka Usai Dilaporkan Dokter Detektif

Profil Lengkap dan Perjalanan Karier dr Richard Lee, Dokter Estetika yang Kini Berstatus Tersangka

by Desti Dwi Natasya
January 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Nama dr Richard Lee kembali menjadi perhatian publik setelah Polda Metro Jaya menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Corporation For Public Broadcasting Memutuskan Bubarkan Diri Usai Pemangkasan Dana

Corporation For Public Broadcasting Memutuskan Bubarkan Diri Usai Pemangkasan Dana

January 7, 2026
Samsung Perkenalkan Ponsel Baru Bergaya Fiksi Ilmiah Dengan Layar Tiga Lipatan

Samsung Perkenalkan Ponsel Baru Bergaya Fiksi Ilmiah Dengan Layar Tiga Lipatan

January 7, 2026
China Batasi Ekspor Barang Militer ke Jepang, Tegangan Kawasan Naik

China Batasi Ekspor Barang Militer ke Jepang, Tegangan Kawasan Naik

January 6, 2026
Evangeline Lilly Mengaku Alami Kerusakan Otak Usai Kepalanya Membentur Batu

Evangeline Lilly Mengaku Alami Kerusakan Otak Usai Kepalanya Membentur Batu

January 7, 2026
RUPSLB BTN Putuskan Tambah Komisaris Baru

RUPSLB BTN Putuskan Tambah Komisaris Baru

January 7, 2026
BNI Siap Ekspansi Bisnis Hingga ke Luar Negeri untuk Dukung UMKM Go International

BNI Umumkan Operasional Terbatas Percepatan Penyaluran Program Indonesia Pintar

January 7, 2026
Trump Geram Dugaan Serangan ke Rumah Putin, Sebut Bukan Waktu Tepat

Trump Serius Ingin Beli Greenland, Sekutu NATO Langsung Tegur

January 7, 2026
China Pelajari Serangan AS ke Venezuela, Fokus pada Sistem Pertahanan

China Pelajari Serangan AS ke Venezuela, Fokus pada Sistem Pertahanan

January 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved