• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pendiri INDEF Nilai Dampak Program MBG Tak Biasa, Dorong Arah Baru Ekonomi Nasional

Dwi Natasya by Dwi Natasya
December 31, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Isu MBG Dongkrak Harga Pangan Dinilai Keliru, Pengamat Soroti Dampak Positif bagi Petani dan Tenaga Kerja

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hampir satu tahun dinilai membawa dampak yang melampaui program bantuan sosial pada umumnya. Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Dr. H. Didin S. Damanhuri, SE, MS, DEA, menilai MBG sebagai kebijakan yang berpotensi mengubah arah pembangunan ekonomi Indonesia secara fundamental.

Menurut Prof. Didin, MBG merepresentasikan pendekatan baru dalam ekonomi pembangunan yang menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia. Selama ini, banyak negara berkembang termasuk Indonesia lebih menekankan pertumbuhan ekonomi tinggi meski harus mengorbankan pemerataan. Berbeda dengan pola tersebut, MBG mengusung prinsip human resource economics yang mulai menjadi perhatian global sejak awal 1990-an.

Ia menilai, apabila program MBG dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, maka pola pikir pembangunan ekonomi nasional akan bergeser dari dominasi pembangunan fisik menuju investasi pada manusia. Program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam memperbaiki ketimpangan gizi dan akses pendidikan.

Intervensi negara melalui pemenuhan gizi disebut sangat strategis. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara individual, tetapi juga berpengaruh besar terhadap struktur ekonomi nasional. Dengan sasaran utama masyarakat kelas bawah, program ini berpotensi memperkecil kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Dampak MBG juga terlihat nyata di tingkat sekolah. Di SMAN 1 Taraju, Tasikmalaya, program ini membawa perubahan pada kebiasaan makan siswa. Salah satu siswa kelas XI, Alfi Alfian, mengaku kini tidak lagi bergantung pada jajanan ringan dan merasa terbantu karena tidak perlu membawa bekal dari rumah. Program ini juga dirasakan meringankan beban orang tua.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Taraju, Nurhayati, mencatat adanya perubahan positif pada perilaku siswa sejak MBG diterapkan. Tingkat kehadiran meningkat, kebiasaan jajan berkurang, dan pengeluaran harian siswa menjadi lebih hemat. Ia menilai asupan gizi yang lebih baik turut meningkatkan semangat belajar dan kesehatan siswa.

Program MBG juga memberikan dampak tambahan bagi tenaga pendidik. Guru honorer yang terlibat dalam proses distribusi makanan memperoleh tambahan penghasilan di luar gaji rutin, sehingga program ini ikut memperkuat ekosistem sekolah.

Konsistensi pemerintah menjalankan MBG, termasuk saat masa libur sekolah, dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam mencegah stunting dan memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia secara berkelanjutan.

Di sisi lain, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut menggerakkan ekonomi lokal. SPPG menyerap bahan pangan dari petani dan peternak setempat serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Hal ini menjadikan MBG tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga pada pelaku ekonomi daerah.

Mitra SPPG di Cibuntu, Tasikmalaya, Tino Rirantino, menyampaikan bahwa keberadaan SPPG memberikan kontribusi nyata bagi pasar lokal dan pelaku usaha pangan. Ia menilai SPPG berperan sebagai penghubung strategis antara program nasional dan ekonomi daerah.

Prof. Didin menambahkan bahwa berbagai kendala teknis yang muncul pada tahun pertama pelaksanaan MBG telah berhasil ditangani dan dikonsolidasikan oleh Badan Gizi Nasional. Menurutnya, hal ini menciptakan optimisme jangka panjang terhadap arah pembangunan Indonesia yang lebih berbasis pengetahuan dan inklusif.

Ia menegaskan bahwa dampak MBG tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, tetapi berpotensi melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan ekonomi nasional ke depan.

Tags: cobisnis.comEkonomi IndonesiaFundamentalIndefmakan bergizi gratisProgram mbg

Related Posts

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Senator Mitch McConnell Hadiri Sidang Senat untuk Pertama Kalinya Sejak Juni 2026

by Zahra Zahwa
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Senator Amerika Serikat Mitch McConnell kembali ke Capitol Hill pada Senin setelah absen selama tiga bulan karena...

Sah! Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu kepada Suahasil Nazara

Sah! Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu kepada Suahasil Nazara

by Hidayat Taufik
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kementerian Keuangan menggelar serah terima jabatan Menteri Keuangan pada Selasa (15/9/2026) di Jakarta. Dalam agenda tersebut, Purbaya...

Pencipta Siri Kenang Visi Awal Asisten Digital Sebelum Diakuisisi Apple

Pencipta Siri Kenang Visi Awal Asisten Digital Sebelum Diakuisisi Apple

by Zahra Zahwa
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Siri kini menjadi salah satu asisten digital paling dikenal di dunia. Namun, para penciptanya mengungkap bahwa visi...

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Atlet Perempuan Kritik Kampanye Iklan Novig yang Menampilkan Sydney Sweeney

by Zahra Zahwa
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kampanye iklan terbaru yang menampilkan aktris Sydney Sweeney memicu kritik dari sejumlah atlet perempuan. Mereka menilai konsep...

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

by Zahra Zahwa
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat dan China menunjukkan pendekatan berbeda terhadap pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perbedaan itu...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Senator Mitch McConnell Hadiri Sidang Senat untuk Pertama Kalinya Sejak Juni 2026

September 15, 2026
Sah! Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu kepada Suahasil Nazara

Sah! Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu kepada Suahasil Nazara

September 15, 2026
Wamenpar Dorong Aceh Culinary Festival 2026 Perkuat storytelling dari Kuliner Khas Aceh

Wamenpar Dorong Aceh Culinary Festival 2026 Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

September 15, 2026
Dr Ryan Keswani Ingatkan Pentingnya Menjaga Otak Sejak Usia Muda

Dr Ryan Keswani Ingatkan Pentingnya Menjaga Otak Sejak Usia Muda

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved