• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, April 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Adu Harta Pemilik Alfamart dan Indomaret, Siapa Paling Kaya?

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
December 17, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Adu Harta Pemilik Alfamart dan Indomaret, Siapa Paling Kaya?

JAKARTA, Cobisnis.com – Dua jaringan minimarket terbesar di Indonesia, Alfamart dan Indomaret, telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Keberadaan keduanya yang kerap berdekatan membuat publik kerap membandingkan bukan hanya layanan dan konsep bisnis, tetapi juga kekayaan para pemiliknya, Djoko Susanto dan Anthony Salim.

Alfamart dan Indomaret sama-sama memiliki jaringan gerai yang sangat luas dan terus berkembang di berbagai daerah. Ekspansi agresif tersebut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis dan nilai kekayaan para pengendali masing-masing perusahaan. Namun, di balik kemiripan model usaha, kedua minimarket ini dijalankan oleh grup dan sosok yang berbeda, dengan latar belakang serta strategi yang tidak sama.

Profil Alfamart dan Djoko Susanto

Djoko Susanto, yang juga dikenal dengan nama Kwok Kwie Fo, merupakan pendiri sekaligus pemilik Alfamart. Berdasarkan laporan perusahaan tahun 2024, Alfamart terus memperkuat jaringan distribusinya dengan membangun gudang baru di Tegal, Gorontalo, dan Luwu. Hingga tahun tersebut, Alfamart mengoperasikan lebih dari 20.120 gerai, ditambah 3.516 gerai entitas anak, serta lebih dari 2.000 gerai di Filipina yang didukung lima gudang logistik.

Perjalanan Djoko Susanto dimulai dari usaha kecil berupa kios rokok bernama Toko Sumber Bahagia, yang ia kelola setelah sekolah Tionghoa tempatnya belajar ditutup. Dari bisnis rokok inilah ia berkenalan dengan Putera Sampoerna dan bersama-sama mengembangkan jaringan kios serta supermarket Alfa. Momentum besar terjadi ketika Philip Morris International mengakuisisi HM Sampoerna dan melepas sebagian unit ritel, yang kemudian dikuasai oleh Djoko Susanto.

Melalui PT Sumber Alfaria Trijaya, Djoko mengembangkan berbagai merek ritel seperti Alfamart, Alfamidi, Alfa Express, dan Lawson. Saat ini, keberlanjutan bisnis Alfamart dijaga oleh dua anaknya, Feny Djoko Susanto dan Budi Djoko Susanto.

Profil Indomaret dan Anthony Salim

Indomaret berada di bawah naungan Salim Group dan dikendalikan oleh Anthony Salim, putra bungsu Sudono Salim. Anthony Salim, yang lahir di Kudus pada 15 Oktober 1949, mulai memimpin Salim Group sejak 1998. PT Indomarco Prismatama, pengelola Indomaret, telah menjadi bagian dari grup ini sejak 1988.

Awalnya, Indomaret dibangun untuk memenuhi kebutuhan harian karyawan Salim Group. Namun, seiring waktu, konsep minimarket yang dekat dengan kawasan permukiman dinilai lebih efektif dan kemudian menjadi ciri utama Indomaret. Saat ini, Indomaret memiliki lebih dari 23.000 gerai, 32 cabang, serta sekitar 190.000 karyawan di seluruh Indonesia.

Perbandingan Kekayaan

Mengacu pada data Real Time Net Worth Forbes per 19 November 2025, kekayaan Djoko Susanto tercatat sebesar US$2,8 miliar atau sekitar Rp46,64 triliun dengan asumsi kurs Rp16.657,30. Angka tersebut menempatkannya di peringkat ke-1.419 orang terkaya di dunia.

Sementara itu, Anthony Salim berdasarkan daftar Indonesia’s 50 Richest 2024 versi Forbes (per 11 Desember 2024) memiliki kekayaan sekitar US$12,8 miliar atau setara Rp213,26 triliun. Dengan nilai tersebut, Anthony Salim menempati posisi kelima orang terkaya di Indonesia.

Siapa Lebih Tajir?

Jika melihat data Forbes, selisih kekayaan antara pemilik Alfamart dan Indomaret terlihat cukup jauh. Djoko Susanto memiliki kekayaan sekitar US$2,8 miliar, sedangkan Anthony Salim mencapai US$12,8 miliar. Meski demikian, perlu dicatat bahwa data kekayaan Anthony Salim bersifat estimasi tahunan, sementara Djoko Susanto tercatat dalam pembaruan kekayaan secara real-time.

Dengan demikian, meskipun keduanya sama-sama sukses membangun jaringan ritel raksasa di Indonesia, dari sisi nilai kekayaan, Anthony Salim tercatat lebih unggul dibandingkan Djoko Susanto.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
online free course
download huawei firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
Tags: AlfamartAnthony Salimcobisnis.comDjoko SusantoindomaretPerbandingan Kekayaan

Related Posts

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Aceh dan Sultra

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Aceh dan Sultra

by Hidayat Taufik
April 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program pemutihan pajak kendaraan masih berjalan di beberapa daerah. Pemerintah ingin membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak....

Kronologi Pengeroyokan Maut di Purwakarta, Korban Tewas Karena Tolak Dipalak

Kronologi Pengeroyokan Maut di Purwakarta, Korban Tewas Karena Tolak Dipalak

by Hidayat Taufik
April 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pria bernama Dadang tewas setelah dikeroyok sekelompok preman di Purwakarta pada Minggu, 5 April 2026. Peristiwa...

Bluebird (BIRD) Raup Pendapatan Rp 5,7 Triliun di 2025

Bluebird (BIRD) Raup Pendapatan Rp 5,7 Triliun di 2025

by Iwan Supriyatna
April 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pada tahun buku 2025, PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan kinerja keuangan tertinggi sejak disrupsi teknologi. Perseroan...

BSI Scholarship Pelajar Catat 413 Lolos SNBP ke 83 Kampus

BSI Scholarship Pelajar Catat 413 Lolos SNBP ke 83 Kampus

by Dwi Natasya
April 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – BSI Scholarship pelajar mencatat keberhasilan ratusan siswa lolos seleksi nasional masuk perguruan tinggi. Oleh karena itu, Bank Syariah...

SBY Desak PBB Hentikan Misi UNIFIL Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon 2026

SBY Desak PBB Hentikan Misi UNIFIL Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon 2026

by Hidayat Taufik
April 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menghentikan misi UNIFIL di Lebanon. Permintaan ini...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

April 3, 2026
Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

April 3, 2026
Blue Owl Batasi Penarikan Dana Setelah Permintaan Investor Melonjak

Blue Owl Batasi Penarikan Dana Setelah Permintaan Investor Melonjak

April 3, 2026
Kuba Bebaskan 2.010 Narapidana Saat Krisis Ekonomi Semakin Berat

Kuba Bebaskan 2.010 Narapidana Saat Krisis Ekonomi Semakin Berat

April 3, 2026
Persija Gagal Raih Poin, Bhayangkara FC Menang Dramatis 3-2

Persija Gagal Raih Poin, Bhayangkara FC Menang Dramatis 3-2

April 5, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Aceh dan Sultra

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Aceh dan Sultra

April 5, 2026
Kronologi Pengeroyokan Maut di Purwakarta, Korban Tewas Karena Tolak Dipalak

Kronologi Pengeroyokan Maut di Purwakarta, Korban Tewas Karena Tolak Dipalak

April 5, 2026
Bluebird (BIRD) Raup Pendapatan Rp 5,7 Triliun di 2025

Bluebird (BIRD) Raup Pendapatan Rp 5,7 Triliun di 2025

April 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved