• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, January 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Negara Bisa Cetak Uang Tanpa Picu Inflasi, Ini Penjelasan Ekonominya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 26, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Negara Bisa Cetak Uang Tanpa Picu Inflasi, Ini Penjelasan Ekonominya

A 50 subject $20 dollar note sheet after being printed by an intaglio printing press at the US Bureau of Engraving and Printing in Washington, DC, US, on Tuesday, May 21, 2024. Money-market fund assets rose as elevated short-term rates continued to lure funds, even after recent economic data suggests the Federal Reserve could ease monetary policy this year. Photographer: Al Drago/Bloomberg via Getty Images

JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak yang mengira setiap kali negara mencetak uang, harga barang pasti melonjak. Padahal, dalam ekonomi modern, cetak uang bukan sekadar menambah kertas di peredaran, tapi soal bagaimana kebijakan moneter dijalankan dengan hati-hati.

“Cetak uang” sekarang lebih sering berarti penambahan uang digital oleh bank sentral, bukan uang fisik. Mekanismenya bisa lewat pembelian obligasi negara, penurunan suku bunga, atau program quantitative easing (QE) yang menambah likuiditas di sistem keuangan.

Inflasi biasanya muncul kalau jumlah uang tumbuh jauh lebih cepat dibanding produksi barang dan jasa. Tapi kalau ekonomi lagi melambat, uang baru justru bisa bantu mendorong aktivitas tanpa bikin harga langsung naik.

Contohnya bisa dilihat saat pandemi COVID-19. Banyak negara menambah uang beredar untuk menopang ekonomi. Inflasi global baru terasa setelah pasokan barang terganggu dan permintaan melonjak saat ekonomi pulih.

Selama uang baru diarahkan ke sektor produktif seperti infrastruktur, industri, atau UMKM, dampaknya bisa positif. Perekonomian tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan daya beli masyarakat meningkat tanpa tekanan harga berlebihan.

Namun, kuncinya tetap ada pada koordinasi antara pemerintah dan bank sentral. Jumlah uang yang dilepas ke pasar harus bisa diserap kembali ketika ekonomi mulai memanas, agar tekanan inflasi tetap terkendali.

Selain itu, kepercayaan publik terhadap kebijakan moneter sangat penting. Selama masyarakat yakin nilai uang stabil dan pengelolaan negara kredibel, lonjakan harga bisa dihindari meski uang baru beredar.

Contoh positif bisa dilihat di Jepang dan Amerika Serikat. Dua negara ini sudah lama menjalankan QE tanpa inflasi ekstrem, karena pertumbuhan ekonominya lambat, produktivitas tinggi, dan sistem keuangannya kuat.

Sebaliknya, kasus Venezuela dan Zimbabwe menunjukkan sisi lain. Uang dicetak besar-besaran untuk menutup defisit tanpa peningkatan produksi. Akibatnya, harga melonjak tajam, nilai mata uang anjlok, dan ekonomi ambruk.

Kesimpulannya, cetak uang bukan ancaman selama dilakukan dengan kontrol ketat. Negara bisa menambah uang beredar tanpa inflasi besar, asal seimbang antara pertumbuhan ekonomi, produksi, dan kepercayaan publik.

Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
online free course
download mobile firmware
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: Bank sentralCetak uangCobisnisEkonomiInflasiPebisnismuda

Related Posts

Indonesia Butuh Perubahan Struktural Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

Indonesia Butuh Perubahan Struktural Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ambisi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi, termasuk target 8 persen, dinilai sulit...

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) resmi meluncurkan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD sebagai produk terbarunya...

Aksi Jual Besar-besaran, IHSG Anjlok hingga Trading Halt

Aksi Jual Besar-besaran, IHSG Anjlok hingga Trading Halt

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dihentikan sementara setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun...

Ketegangan Memanas, Trump Sebut AS Kirim Armada ke Iran

Ketegangan Memanas, Trump Sebut AS Kirim Armada ke Iran

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait Iran dengan mengklaim bahwa armada tempur besar...

Goldman Sachs Turunkan Peringkat Saham RI, Tekanan Pasar Meningkat

Goldman Sachs Turunkan Peringkat Saham RI, Tekanan Pasar Meningkat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank investasi global Goldman Sachs resmi menurunkan peringkat saham Indonesia setelah muncul peringatan risiko investabilitas dari penyedia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

January 20, 2026
RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

January 28, 2026
Profil Reza Arap Oktovian, Sosok Multitalenta dari Konten Digital hingga Dunia Film

Profil Reza Arap Oktovian, Sosok Multitalenta dari Konten Digital hingga Dunia Film

January 25, 2026
Mengundurkan diri

Wakil Presdir Bussan Auto Finance Mengundurkan Diri

January 28, 2026
Rakernas PSI Digelar Hari Ini di Makassar, Ini Alasan Prabowo Tak Diundang

Rakernas PSI Digelar Hari Ini di Makassar, Ini Alasan Prabowo Tak Diundang

January 29, 2026
Indonesia Butuh Perubahan Struktural Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

Indonesia Butuh Perubahan Struktural Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

January 29, 2026
AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

January 29, 2026
Prasasti Economic Forum 2026

Prasasti Economic Forum 2026

January 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved