• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, February 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Jastip Barang Luar Negeri Dianggap Bisa Tekan Ekonomi Lokal?

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 19, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Jastip Barang Luar Negeri Dianggap Bisa Tekan Ekonomi Lokal?

JAKARTA, Cobisnis.com – Tren jasa titip (jastip) luar negeri makin booming di media sosial. Dari tas branded, skincare Korea, sampai sneakers langka, semua bisa dipesan lewat jastiper yang rutin terbang ke luar negeri. Tapi di balik gaya hidup kekinian ini, ada efek ekonomi yang jarang disadari: rupiah bisa pelan-pelan melemah.

Setiap kali orang beli barang lewat jastip, transaksi ke penjual luar negeri dilakukan dalam mata uang asing biasanya dolar AS. Artinya, para jastiper harus menukar rupiah ke dolar buat membayar barang yang dipesan. Semakin ramai jastip, semakin tinggi permintaan terhadap dolar.

Ketika permintaan dolar naik tapi suplai dolar di pasar terbatas, otomatis nilai tukar dolar menguat. Efeknya, rupiah melemah. Ini terjadi bukan karena transaksi besar dari perusahaan, tapi dari jutaan transaksi kecil yang nilainya kalau dijumlah bisa sangat signifikan.

Secara ekonomi, tren jastip mirip dengan kegiatan impor dalam skala mikro. Barang masuk, uang keluar. Tapi bedanya, transaksi jastip sering kali gak tercatat resmi dalam neraca perdagangan negara. Jadi, uang keluar tanpa ada pemasukan balik dari ekspor.

Uang yang seharusnya berputar di ekonomi lokal malah lari ke luar negeri. Kalau makin banyak masyarakat yang beli produk luar dibanding produk lokal, konsumsi dalam negeri bisa menurun. Akibatnya, produksi lokal gak berkembang maksimal.

Selain itu, fenomena jastip juga bikin sektor UMKM makin berat bersaing. Barang impor yang masuk lewat jastip sering dianggap lebih keren atau berkualitas, padahal banyak produk lokal yang gak kalah bagus. Kalau tren ini terus berlanjut, ekonomi domestik bisa kehilangan daya dorongnya.

Ekonom menilai, tren jastip luar negeri termasuk bentuk capital outflow kecil-kecilan yang dampaknya terasa kalau dilakukan masif. Karena uang yang dibelanjakan gak menghasilkan nilai tambah di dalam negeri, rupiah jadi makin sensitif terhadap gejolak global.

Namun, di sisi lain, jasa titip juga punya sisi positif. Banyak pelaku jastip yang sukses membuka lapangan kerja tambahan, mulai dari admin, jasa pengemasan, sampai kurir pengiriman. Di skala mikro, ekonomi digital tetap bergerak, meski arah arus uangnya keluar negeri.

Pemerintah bisa mempertimbangkan regulasi yang lebih tegas untuk menyeimbangkan tren jastip. Misalnya, pengawasan nilai barang masuk, kebijakan pajak impor kecil, atau dukungan terhadap produk lokal biar gak kalah bersaing.

Pada akhirnya, jastip luar negeri bukan cuma soal belanja barang keren dari luar negeri. Di baliknya, ada cerita tentang bagaimana gaya hidup digital bisa ikut menggerakkan bahkan mengguncang stabilitas nilai tukar rupiah.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
lynda course free download
download redmi firmware
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
Tags: CobisnisDolarjastip barang imporLuar negeriPebisnismudaRupiah

Related Posts

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat pajak...

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Dari puluhan daerah terdampak, sebagian besar mulai kembali...

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para peneliti penyakit menular mengidentifikasi virus zoonosis baru yang ditularkan dari kelelawar pada manusia di Bangladesh. Virus...

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

by Hidayat Taufik
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai rencana melibatkan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai personel...

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi Kenangan mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Pjs Direktur Utama BEI Gantikan Iman Rachman

Ada Aja Gerbrakannya, MBG untuk Lansia 75 Tahun ke Atas

February 4, 2026
Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

February 4, 2026
Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

February 4, 2026
Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

February 4, 2026
BTN Targetkan Biayai 20.000 Rumah Rendah Emisi

BTN Targetkan Biayai 20.000 Rumah Rendah Emisi

February 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved