• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Jastip Barang Luar Negeri Dianggap Bisa Tekan Ekonomi Lokal?

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 19, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Jastip Barang Luar Negeri Dianggap Bisa Tekan Ekonomi Lokal?

JAKARTA, Cobisnis.com – Tren jasa titip (jastip) luar negeri makin booming di media sosial. Dari tas branded, skincare Korea, sampai sneakers langka, semua bisa dipesan lewat jastiper yang rutin terbang ke luar negeri. Tapi di balik gaya hidup kekinian ini, ada efek ekonomi yang jarang disadari: rupiah bisa pelan-pelan melemah.

Setiap kali orang beli barang lewat jastip, transaksi ke penjual luar negeri dilakukan dalam mata uang asing biasanya dolar AS. Artinya, para jastiper harus menukar rupiah ke dolar buat membayar barang yang dipesan. Semakin ramai jastip, semakin tinggi permintaan terhadap dolar.

Ketika permintaan dolar naik tapi suplai dolar di pasar terbatas, otomatis nilai tukar dolar menguat. Efeknya, rupiah melemah. Ini terjadi bukan karena transaksi besar dari perusahaan, tapi dari jutaan transaksi kecil yang nilainya kalau dijumlah bisa sangat signifikan.

Secara ekonomi, tren jastip mirip dengan kegiatan impor dalam skala mikro. Barang masuk, uang keluar. Tapi bedanya, transaksi jastip sering kali gak tercatat resmi dalam neraca perdagangan negara. Jadi, uang keluar tanpa ada pemasukan balik dari ekspor.

Uang yang seharusnya berputar di ekonomi lokal malah lari ke luar negeri. Kalau makin banyak masyarakat yang beli produk luar dibanding produk lokal, konsumsi dalam negeri bisa menurun. Akibatnya, produksi lokal gak berkembang maksimal.

Selain itu, fenomena jastip juga bikin sektor UMKM makin berat bersaing. Barang impor yang masuk lewat jastip sering dianggap lebih keren atau berkualitas, padahal banyak produk lokal yang gak kalah bagus. Kalau tren ini terus berlanjut, ekonomi domestik bisa kehilangan daya dorongnya.

Ekonom menilai, tren jastip luar negeri termasuk bentuk capital outflow kecil-kecilan yang dampaknya terasa kalau dilakukan masif. Karena uang yang dibelanjakan gak menghasilkan nilai tambah di dalam negeri, rupiah jadi makin sensitif terhadap gejolak global.

Namun, di sisi lain, jasa titip juga punya sisi positif. Banyak pelaku jastip yang sukses membuka lapangan kerja tambahan, mulai dari admin, jasa pengemasan, sampai kurir pengiriman. Di skala mikro, ekonomi digital tetap bergerak, meski arah arus uangnya keluar negeri.

Pemerintah bisa mempertimbangkan regulasi yang lebih tegas untuk menyeimbangkan tren jastip. Misalnya, pengawasan nilai barang masuk, kebijakan pajak impor kecil, atau dukungan terhadap produk lokal biar gak kalah bersaing.

Pada akhirnya, jastip luar negeri bukan cuma soal belanja barang keren dari luar negeri. Di baliknya, ada cerita tentang bagaimana gaya hidup digital bisa ikut menggerakkan bahkan mengguncang stabilitas nilai tukar rupiah.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
online free course
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: CobisnisDolarjastip barang imporLuar negeriPebisnismudaRupiah

Related Posts

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga avtur global disebut menjadi penyebab utama melonjaknya harga tiket pesawat domestik dalam beberapa waktu terakhir....

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana pemotongan gaji menteri mencuat di tengah upaya pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%, dengan...

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memberi lampu hijau bagi maskapai domestik untuk menaikkan fuel surcharge hingga 38% akibat kenaikan harga avtur...

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pengawasan ketat terhadap 14 perusahaan di sektor asuransi dan dana pensiun....

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merevisi rencana buyback saham dengan menaikkan anggaran menjadi maksimal Rp 5...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

April 6, 2026
Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

April 6, 2026
ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

April 6, 2026
Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved