JAKARTA, Cobisnis.com – Euro melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa karena investor menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB), sementara pasar global fokus pada keputusan suku bunga Federal Reserve AS.
Mata uang tunggal Eropa turun 0,3% menjadi diperdagangkan di kisaran 1,066 dolar AS, mendekati level terendah dalam enam bulan terakhir.
Sementara itu, dolar AS bertahan stabil, didukung ekspektasi bahwa The Fed akan tetap bersikap hawkish meski kemungkinan tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu ini.
Investor Cari Kepastian
“Euro menghadapi tekanan karena lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi di zona euro, terutama di Jerman dan Prancis,” kata Jane Foley, kepala strategi valas di Rabobank.
Data terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur dan jasa di zona euro masih kontraktif, meningkatkan kekhawatiran resesi teknis.
Sebaliknya, dolar AS tetap menjadi pilihan aman bagi investor di tengah ketidakpastian global, meskipun inflasi di AS menunjukkan tanda-tanda moderasi.
Fokus pada ECB dan The Fed
Pasar kini menunggu pernyataan pejabat ECB dalam beberapa hari ke depan untuk mencari petunjuk apakah bank sentral akan mempertahankan suku bunga di level tinggi lebih lama guna menekan inflasi.
“Jika ECB memberi sinyal bahwa sikap kebijakan akan dilonggarkan lebih cepat dari perkiraan, euro bisa terus melemah,” ujar Foley.
Sementara itu, hasil rapat FOMC pada Rabu malam waktu AS akan menjadi katalis utama pergerakan pasar mata uang global.














