• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, June 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Bagaimana Proyeksi Harga Minyak Global Bertahan di Atas US$60 per Barel dan Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia?

Rizki Meirino by Rizki Meirino
August 21, 2025
in Industri
0
Minyak

Ilustrasi kebocoran pipa minyak.

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak mentah dunia diperkirakan masih akan bertahan di atas level psikologis 60 dolar AS per barel hingga akhir 2025. Meski sejumlah lembaga keuangan internasional memperingatkan adanya risiko penurunan permintaan akibat pelemahan ekonomi Amerika Serikat dan kenaikan tarif perdagangan, tekanan terhadap pasokan minyak dari Rusia dan Iran justru berpotensi menahan harga tetap tinggi. Pada perdagangan Senin (18/8), harga Brent masih bergerak di kisaran 69,27 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di level 66,96 dolar AS per barel.

Bagi Indonesia, dinamika harga minyak global ini menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung pada kebijakan energi domestik, termasuk penentuan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, tingkat inflasi, hingga beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau tren harga internasional sebagai acuan dalam menetapkan asumsi makro APBN 2026, di mana setiap kenaikan 1 dolar AS per barel harga minyak dapat berdampak pada tambahan beban subsidi energi.

Selain itu, tren harga minyak juga erat kaitannya dengan stabilitas ekonomi nasional. Jika harga bertahan tinggi, tekanan terhadap harga BBM non-subsidi dan ongkos logistik berpotensi mendorong inflasi. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara produsen sekaligus pengimpor minyak mentah menghadapi dilema, karena penerimaan negara dari sektor hulu migas bisa meningkat, tetapi biaya impor minyak dan produk turunannya juga akan lebih besar.

Sejumlah analis menilai, dengan harga minyak yang masih cenderung stabil di atas 60 dolar AS per barel, Indonesia perlu memperkuat strategi diversifikasi energi dan mendorong investasi di sektor energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada minyak impor.

Tags: CobisnisHarga minyakminyakminyak gorengPebisnismuda

Related Posts

Rasio Kredit RI Masih Rendah, Kredit Belum Dicairkan Justru Tembus Rp 2.527 Triliun

Harga Minyak Naik, Perundingan Iran Buntu, Rupiah Langsung Terperosok ke Rp 17.919

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 3 Juni 2026. Nilai tukar rupiah di pasar spot...

Prabowo Tunjuk Nanik Sudaryati Jadi Kepala BGN, Intip Harta Kekayaannya yang Tembus Rp 6 Miliar

Prabowo Tunjuk Nanik Sudaryati Jadi Kepala BGN, Intip Harta Kekayaannya yang Tembus Rp 6 Miliar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nanik Sudaryati Deyang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot oleh...

Kenal Lebih Dekat Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Pilihan Prabowo

Kenal Lebih Dekat Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Pilihan Prabowo

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Ia...

Rasio Kredit RI Masih Rendah, Kredit Belum Dicairkan Justru Tembus Rp 2.527 Triliun

Rasio Kredit RI Masih Rendah, Kredit Belum Dicairkan Justru Tembus Rp 2.527 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perhimpunan Bank Nasional atau Perbanas mencatat nilai kredit yang telah disetujui bank namun belum dicairkan nasabah mencapai...

Biaya Proyek Infrastruktur Bisa Membengkak, Kementerian PU Tunggu Keputusan LKPP

Biaya Proyek Infrastruktur Bisa Membengkak, Kementerian PU Tunggu Keputusan LKPP

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Pekerjaan Umum membuka peluang mengajukan tambahan anggaran apabila harga material konstruksi mengalami kenaikan akibat ketegangan geopolitik...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prabowo Ikut Makan MBG Bersama Siswa SMPN 111 Jakarta, Begini Ekspresinya

Prabowo Ikut Makan MBG Bersama Siswa SMPN 111 Jakarta, Begini Ekspresinya

June 2, 2026
Hennessy Cari Strategi Baru di Tengah Penurunan Penjualan Cognac Global 2026

Pariwisata Dubai 2026 Pulih Perlahan, Kepercayaan Wisatawan Masih Jadi Tantangan

June 2, 2026
Kebakaran Hebat Hanguskan Permukiman Padat di Kemayoran Jakarta Pusat

Kebakaran Hebat Hanguskan Permukiman Padat di Kemayoran Jakarta Pusat

June 1, 2026
Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Indonesia Open 2026

Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Indonesia Open 2026

June 2, 2026
Asuransi Jasindo Rayakan 53 Tahun dengan Semangat Pertumbuhan Berkelanjutan

Transaksi OLEIN Melonjak 267 Persen, Jadi Sorotan Perdagangan JFX Mei 2026

June 3, 2026
Asuransi Jasindo Rayakan 53 Tahun dengan Semangat Pertumbuhan Berkelanjutan

Asuransi Jasindo Rayakan 53 Tahun dengan Semangat Pertumbuhan Berkelanjutan

June 3, 2026
BPS Catat NTP Nasional Naik Menjadi 127,73 pada Mei 2026

BPS Catat NTP Nasional Naik Menjadi 127,73 pada Mei 2026

June 3, 2026
Rasio Kredit RI Masih Rendah, Kredit Belum Dicairkan Justru Tembus Rp 2.527 Triliun

Harga Minyak Naik, Perundingan Iran Buntu, Rupiah Langsung Terperosok ke Rp 17.919

June 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved