• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Mentan Amran Yakin Harga Beras Turun dalam Dua Pekan

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
July 19, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Mentan Amran Sebut Impor Beras Berpotensi Tembus 5 Juta Ton pada 2024

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memastikan harga beras akan mengalami penurunan dalam waktu dekat.

Keyakinan ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meluncurkan Gerakan Pangan Murah Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Juli.

Kata Amran, kepastian penurunan harga tersebut disokong adanya penyaluran beras SPHP yang baru saja digelontorkan sebanyak 1,3 juta ton secara bertahap.

“Hasil Rakortas adalah yang pertama kita melepas 360.000 ton untuk bantuan sosial. Yang kedua adalah kita lepas SPHP 1,3 juta ton. Seluruh Indonesia bergerak bersama-sama. Kami yakin 1-2 minggu harga beras dapat turun,” katanya.

Untuk mempercepat penyaluran, pemerintah menggandeng jaringan Bulog, PT Pos Indonesia, ID Food, PT Perkebunan Nusantara (PTPN, dan Pupuk Indonesia Holding Company.

“Terima kasih kepada BUMN Pangan, ada di Dirut PTPN, ada Dirut Bulog, ID Food, PIHC, dan PT Pos sebagai terdepan menggerakkan SPHP. Kami berharap ini bisa digerakkan di seluruh Indonesia agar masyarakat menikmati harga yang baik di saat produksi meningkat,” ucap Amran.

Amran menyebut bahwa gerakan pangan murah ini dilakukan di 5.302 titik seluruh Indonesia. Beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 12.500 per kilogram (kg) untuk zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi.

Zona 2, dijual sebesar Rp 13.100 per kg, meliputi wilayah Sumatera selain Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan. Kemudian, untuk Zona 3 yang terdiri dari Maluku dan Papua, pasaran berasnya sebesar Rp 13.500 per kg.

Lebih lanjut, Mentan menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir menjamin keterjangkauan pangan. “Hari ini kita operasi pasar besar-besaran. Ini mengantisipasi agar harga beras turun, tidak naik di saat stok kita banyak,” ucapnya.

Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download samsung firmware
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comHarga berasMentan Amran

Related Posts

Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Persija Jakarta semakin mantap memimpin klasemen sementara Super League 2026/2027 setelah meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kediri...

Mbappe Menggila! Rekor Messi dan Ronaldo di El Clasico Terlewati

Mbappe Menggila! Rekor Messi dan Ronaldo di El Clasico Terlewati

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Kylian Mbappe tampil gemilang saat membawa Real Madrid mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1 dalam laga El Clasico...

Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dinamika politik menjelang Pemilu 2029 membuka peluang terbentuknya konfigurasi kekuatan baru. Gerindra dan PDI Perjuangan dinilai berpotensi...

Remaja Sering Diam dan Menjauh, Pakar Sarankan Orangtua Lakukan Hal Ini

Remaja Sering Diam dan Menjauh, Pakar Sarankan Orangtua Lakukan Hal Ini

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perubahan sikap anak saat memasuki usia remaja kerap menjadi tantangan bagi orangtua. Keinginan untuk lebih bebas dan...

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Hotman Paris Ingatkan RI soal Gugatan

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Hotman Paris Ingatkan RI soal Gugatan

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah Indonesia agar mempertimbangkan risiko hukum dari keputusan memangkas ekspor gas bumi ke...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

October 26, 2026
Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

October 26, 2026
AIGNER Resmi Luncurkan Koleksi Jam Tangan Terbaru di Indonesia

AIGNER Resmi Luncurkan Koleksi Jam Tangan Terbaru di Indonesia

October 26, 2026
Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

October 26, 2026
Ilustrasi uang

Cek BSU 2026 Lewat Link Resmi Kemnaker

October 26, 2026
INTI Group Rampungkan Pilkades e-Voting di 21 Desa Sumbawa Barat

INTI Group Rampungkan Pilkades e-Voting di 21 Desa Sumbawa Barat

October 26, 2026
JKT48 resmi merilis video musik Ayo Senyumlah dengan memadukan budaya Jepang, motif kain Nusantara, dan enam lagu daerah Indonesia.

JKT48 Rilis MV Ayo Senyumlah Sarat Makna Nusantara

October 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved