• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, June 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

UMKM Binaan Jamkrindo, Acil Imas Konsisten Kembangkan Sasirangan sebagai Produk Unggulan Khas Banjarmasin

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
June 27, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
UMKM Binaan Jamkrindo, Acil Imas Konsisten Kembangkan Sasirangan sebagai Produk Unggulan Khas Banjarmasin

JAKARTA, Cobisnis.com – Bermula dari hobi dan ketertarikan pada motif kain sasirangan, Rina Basrindu—yang dikenal dengan nama brand-nya Acil Imas—kini menjelma sebagai salah satu pengusaha sasirangan yang konsisten dan dikenal di Banjarmasin.

Perjalanan bisnisnya dimulai pada tahun 2009, saat ia mulai membuat kain sasirangan untuk dipakai sendiri. Tak disangka, kerabat dan teman-temannya banyak yang menyukai karya tersebut. “Banyak yang suka karena kainku ini bisa dibilang limited—motifnya unik dan tidak pasaran,” ujarnya saat ditemui di galeri miliknya.

Rina menceritakan bahwa kecintaannya pada kain sasirangan mendorongnya untuk kerap mengunjungi pengrajin-pengrajin lokal. Ia bahkan tertarik membeli produk-produk yang dianggap gagal oleh pengrajin karena tidak sesuai pesanan. “Buatku, justru itu menarik karena hanya ada satu—unik,” kenangnya.

Sebagai informasi, sasirangan adalah kain tradisional khas suku Banjar, Kalimantan Selatan. Teknik pembuatannya menggunakan metode jelujur, yaitu menjahit kain mengikuti pola, lalu mengikat dan mencelupkannya ke dalam pewarna. Proses ini menjadikan setiap kain sasirangan bersifat unik, mirip batik namun dengan filosofi dan corak tersendiri. Kini, sasirangan telah bertransformasi menjadi bahan busana modern, mulai dari pakaian kerja, pesta, hingga gaya kasual.

Melihat antusiasme pasar, pada tahun 2012 Rina memutuskan untuk menekuni usaha ini secara serius. “Kalau batik bisa dibuat menjadi berbagai produk dan terkenal, saya yakin sasirangan juga bisa,” ujarnya optimistis. Awalnya, ia hanya dibantu satu penjahit dan bekerja sama dengan pengrajin untuk proses produksi.

Mengingat proses pembuatan sasirangan cukup kompleks—mulai dari pembuatan pola, menjelujur, hingga pewarnaan—Acil Imas kini menggandeng beberapa rekan pengrajin. Permintaan pun terus meningkat, termasuk dari segmen biro perjalanan haji dan umrah, perusahaan, hingga lembaga pendidikan. “Saat ini, saya sudah bekerja sama dengan tiga biro travel haji yang rutin memesan hingga 300 potong kain,” ungkapnya.

Selain memperkuat produksi, Rina juga turut memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja, mulai dari bagian produksi hingga kurir. Ia menyebut, kekuatan warna adalah salah satu ciri khas produknya yang menjadi perhatian utama dalam menjaga kualitas. “Karena ini berangkat dari hobi, dari cinta. Saya tidak mungkin memberikan produk yang tidak bagus kepada pelanggan. Mereka juga sudah mengenali karakter kain Acil Imas—selain motif, kekuatan warnanya yang jadi pembeda,” jelasnya.

Dalam pengembangan usaha, Rina mengaku masih menghadapi tantangan, terutama pada ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja terampil. Bahan baku masih didominasi oleh produk impor, baik kain maupun zat pewarna. Selain kain sutera, ia juga menyukai penggunaan satin dan tenun Jepang karena kualitas dan tampilannya menyerupai sutera, namun dengan harga lebih terjangkau.

Adapun untuk tenaga jahit, Rina bersyukur karena kondisi kini jauh lebih baik dibanding awal usahanya. “Dulu saya sampai kirim jahitan ke Bandung, sekarang alhamdulillah sudah bisa dikerjakan di Banjarmasin sendiri. Banyak juga tenaga lokal yang terlatih berkat pelatihan-pelatihan dari dinas,” ujarnya.

Dalam hal pemasaran, Rina lebih memilih penjualan secara langsung di rumah dan kafe, serta terbatas melalui media sosial. Rina lebih memilih metode penjualan tatap muka untuk menjaga kepuasan pelanggan dan menghindari ketidaksesuaian ekspektasi, karena motif yang dihasilkan secara handmade sering kali tidak identic dengan tampilan online.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download samsung firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: cobisnis.comjamkrindoProduk banjarmasinumkm

Related Posts

Bus TransJakarta Tabrak Separator Busway, MT Haryono Macet Parah

Bus TransJakarta Tabrak Separator Busway, MT Haryono Macet Parah

by Desti Dwi Natasya
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kemacetan parah terjadi di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, pada Senin (22/6) pagi setelah sebuah bus TransJakarta...

Piala Dunia 2026: Warga China Tinggalkan Nobar, Beralih ke Layar Pribadi

Piala Dunia 2026: Warga China Tinggalkan Nobar, Beralih ke Layar Pribadi

by Hidayat Taufik
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Warga China mengubah cara mereka menikmati Piala Dunia 2026. Selain itu, tren nonton bareng di bar atau...

Starbucks Korea Tutup Semua Gerai Usai Kontroversi Kampanye Promosi

Nobar Piala Dunia Tak Lagi Diminati di China, Apa yang Terjadi?

by Desti Dwi Natasya
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tradisi nonton bareng (nobar) Piala Dunia yang selama ini identik dengan suasana meriah di China mulai mengalami...

Starbucks Korea Tutup Semua Gerai Usai Kontroversi Kampanye Promosi

Minum Kopi Pagi Hari Disebut Bantu Panjang Umur, Ini Hasil Studinya

by Desti Dwi Natasya
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Waktu mengonsumsi kopi ternyata dapat memengaruhi manfaat kesehatannya. Studi terbaru menunjukkan bahwa minum kopi pada pagi hari...

Starbucks Korea Tutup Semua Gerai Usai Kontroversi Kampanye Promosi

Starbucks Korea Tutup Semua Gerai Usai Kontroversi Kampanye Promosi

by Desti Dwi Natasya
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Starbucks Korea Selatan memutuskan menutup sementara seluruh gerainya setelah terseret kontroversi kampanye promosi yang memicu kemarahan publik....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kualitas Konstruksi hingga ODOL Disebut Picu Jalan Rusak di RI

Drakor Juni 2026 yang Siap Tayang di Netflix dan Disney+

May 28, 2026
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
DKI Gratiskan TransJakarta, MRT, dan LRT pada 27–28 Juni 2026 untuk HUT Jakarta

DKI Gratiskan TransJakarta, MRT, dan LRT pada 27–28 Juni 2026 untuk HUT Jakarta

June 10, 2026
Purbaya Beberkan Kinerja Ekonomi RI di Hadapan Akademisi China, Pertumbuhan Tembus 5,61 Persen

Purbaya Beberkan Kinerja Ekonomi RI di Hadapan Akademisi China, Pertumbuhan Tembus 5,61 Persen

June 21, 2026
Bus TransJakarta Tabrak Separator Busway, MT Haryono Macet Parah

Bus TransJakarta Tabrak Separator Busway, MT Haryono Macet Parah

June 22, 2026
Piala Dunia 2026: Warga China Tinggalkan Nobar, Beralih ke Layar Pribadi

Piala Dunia 2026: Warga China Tinggalkan Nobar, Beralih ke Layar Pribadi

June 22, 2026
Starbucks Korea Tutup Semua Gerai Usai Kontroversi Kampanye Promosi

Orang Terkaya Dunia Sebut Korea Selatan Calon Pusat Robot AI Global

June 22, 2026
Starbucks Korea Tutup Semua Gerai Usai Kontroversi Kampanye Promosi

Nobar Piala Dunia Tak Lagi Diminati di China, Apa yang Terjadi?

June 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved