• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, April 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Potensi Besar KEK Palu, Wamen Investasi Soroti Hilirisasi dan Dampak Ekonomi Lokal

Diana Hafizahri by Diana Hafizahri
April 19, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Potensi Besar KEK Palu, Wamen Investasi Soroti Hilirisasi dan Dampak Ekonomi Lokal

Pertemuan Wamen Investasi Todotua Pasaribu dengan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah

SULAWESI TENGAH, Cobisnis.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu menjadi sorotan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, dalam kunjungan kerjanya baru-baru ini. Ia meninjau kesiapan infrastruktur serta investasi hilirisasi yang diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat lokal.

Dalam kunjungan tersebut, Todotua meninjau tiga perusahaan utama yang beroperasi di KEK Palu. Yaitu PT Asbuton Jaya Abadi, bergerak di bidang perdagangan bahan bakar padat, cair, dan gas, dengan nilai investasi Rp 55,7 miliar, PT Hong Thai Internasional, fokus pada pengolahan getah pinus, dengan nilai investasi Rp 26,15 miliar, seta PT Wanhong Nonferrous Recycling Utilization, yang mengoperasikan smelter tembaga dengan nilai investasi Rp 296,2 miliar.

“Kita tidak hanya bicara investasi besar, tapi bagaimana investasi ini berdampak bagi masyarakat, seperti penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi lokal,” ujar Todotua.

Menurutnya, sektor hilirisasi seperti pengolahan mineral dan komoditas perkebunan seperti aspal Buton dan getah pinus sangat potensial untuk mendorong nilai tambah ekonomi daerah.

Todotua menambahkan bahwa strategi hilirisasi di KEK Palu sejalan dengan visi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% dan investasi mencapai Rp 13.032,8 triliun hingga 2029.

“Sulawesi Tengah punya kekuatan dari sumber daya alam dan dukungan Pemda. Ini bisa jadi motor utama pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia,” tutupnya.

Tags: BKPMKawasan ekonomi khususKEK PaluSulawesi TengahTodotua PasaribuWamen Investasi

Related Posts

Pemerintah, Industri, dan Pengembang Perkuat Sinergi untuk Dorong Investasi dan Properti Nasional

Pemerintah, Industri, dan Pengembang Perkuat Sinergi untuk Dorong Investasi dan Properti Nasional

by Dwi Natasya
November 12, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah bersama pelaku industri dan lembaga keuangan sepakat memperkuat kolaborasi strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan investasi serta sektor...

Luas KEK Indonesia Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Luas KEK Indonesia Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

by Farida Ratnawati
September 11, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikembangkan pemerintah masih kalah dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia hingga Vietnam. Mulai...

Wamen Todotua Soroti Reformasi OSS, Siap Genjot Investasi Capai Rp 13.000 Triliun

Wamen Todotua Soroti Reformasi OSS, Siap Genjot Investasi Capai Rp 13.000 Triliun

by Diana Hafizahri
July 7, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah berambisi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% pada 2029. Guna mencapai target itu, Kementerian Investasi dan...

Bahlil: RI Terancam Kehilangan Rp1.650 Triliun jika Presiden Selanjutnya Tak Lanjutkan Hilirisasi

Izin Tambang yang Diberikan ke Ormas Keagamaan Tidak Boleh Dipindahtangankan

by Farida Ratnawati
June 8, 2024
0

JAKARTA , Cobisnis.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan izin usaha pertambahan (IUP) yang diberikan...

Kawasan Ekonomi Khusus Raih Realisasi Investasi Sebesar Rp167,2 Triliun

Kawasan Ekonomi Khusus Raih Realisasi Investasi Sebesar Rp167,2 Triliun

by Farida Ratnawati
December 13, 2023
0

JAKARTA,Cobisnis.com - Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Di tengah resesi global saat ini, beberapa leading indicator riil konsumsi dan investasi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

April 3, 2026
Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

April 3, 2026
Blue Owl Batasi Penarikan Dana Setelah Permintaan Investor Melonjak

Blue Owl Batasi Penarikan Dana Setelah Permintaan Investor Melonjak

April 3, 2026
Kuba Bebaskan 2.010 Narapidana Saat Krisis Ekonomi Semakin Berat

Kuba Bebaskan 2.010 Narapidana Saat Krisis Ekonomi Semakin Berat

April 3, 2026
Persija Gagal Raih Poin, Bhayangkara FC Menang Dramatis 3-2

Persija Gagal Raih Poin, Bhayangkara FC Menang Dramatis 3-2

April 5, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Aceh dan Sultra

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Aceh dan Sultra

April 5, 2026
Kronologi Pengeroyokan Maut di Purwakarta, Korban Tewas Karena Tolak Dipalak

Kronologi Pengeroyokan Maut di Purwakarta, Korban Tewas Karena Tolak Dipalak

April 5, 2026
Bluebird (BIRD) Raup Pendapatan Rp 5,7 Triliun di 2025

Bluebird (BIRD) Raup Pendapatan Rp 5,7 Triliun di 2025

April 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved