• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Tanda Perlambatan Ekonomi, Peningkatan Kredit Menganggur di Sektor Perbankan

Saeful Imam by Saeful Imam
October 15, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Tanda Perlambatan Ekonomi, Peningkatan Kredit Menganggur di Sektor Perbankan

Tanda-tanda perlambatan ekonomi terlihat

JAKARTA, COBISNIS.COM – Fasilitas kredit yang belum digunakan oleh nasabah, atau yang dikenal sebagai kredit menganggur (Undisbursed Loan), tercatat mengalami peningkatan signifikan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa banyak pengusaha menahan untuk menarik kredit yang telah disetujui oleh perbankan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Juli 2024, kredit menganggur untuk Bank Umum meningkat sebesar 6,89% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai Rp 2.158,25 triliun, naik dari Rp 2.019,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), peningkatan juga terlihat sebesar 0,28% dari Juni 2024 yang tercatat sebesar Rp 2.152,19 triliun.

Peningkatan kredit menganggur ini terutama berasal dari Bank Umum KBMI 1, 3, dan 4. Namun, berbeda dengan Bank KBMI lainnya, Bank Umum KBMI 2 justru mencatat penurunan 0,20% secara tahunan menjadi Rp 381,88 triliun, meskipun mengalami kenaikan bulanan sebesar 0,78% dibandingkan Juni 2024.

Sementara itu, Bank Persero atau bank milik BUMN mengalami penurunan kredit menganggur pada Juli 2024 sebesar 1,47% secara tahunan, mencapai Rp 408,14 triliun. Meski demikian, angka tersebut naik secara bulanan sebesar 1,63% dari Juni 2024.

Pengamat perbankan, Arianto Muditomo, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit menganggur ini berkaitan dengan pelemahan daya beli dan tren deflasi yang dialami Indonesia sejak Mei 2024. Menurutnya, saat daya beli masyarakat melemah, permintaan kredit untuk investasi dan konsumsi berkurang, sehingga kredit yang telah disetujui belum digunakan.

Didiet, panggilan akrab Arianto, menambahkan bahwa tren deflasi mencerminkan penurunan aktivitas ekonomi, sehingga perusahaan lebih berhati-hati dalam menarik kredit untuk ekspansi. Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan kredit secara umum baik, masih banyak nasabah yang menunda penggunaan dana pinjaman mereka, mungkin karena ketidakpastian ekonomi atau rendahnya permintaan pasar.

Bank Mandiri, misalnya, mencatat pertumbuhan kredit sebesar 23% hingga Agustus 2024, namun kredit menganggurnya mencapai Rp 236,28 triliun, naik 15,04% secara tahunan. Begitu pula dengan Bank Central Asia (BCA) yang mencatatkan kredit menganggur sebesar Rp 405,04 triliun, meningkat 11,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Arianto memperkirakan, jika ketidakpastian ekonomi terus berlanjut hingga akhir 2024, tren kredit menganggur kemungkinan akan tetap tinggi. Namun, jika ada perbaikan daya beli, stabilisasi inflasi, dan peningkatan kepercayaan pasar, sebagian kredit yang menganggur mungkin akan terealisasi.

Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download redmi firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
Tags: kredit menganggurtanda perlambatan ekonomi

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.

AstyFarm Catat Transaksi Naik 52% di Tokopedia dan TikTok Shop

October 27, 2026
OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

October 27, 2026
Antisipasi Macet Libur Akhir Tahun, Kemenhub Usulkan WFA 3 Hari

Antisipasi Macet Libur Akhir Tahun, Kemenhub Usulkan WFA 3 Hari

October 27, 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.

BUKA Group Perkuat Literasi Keuangan UMKM Lewat PUJAAN

October 27, 2026
PLN Indonesia Power

Olah Eceng Gondok Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat, PLN Indonesia Power Raih ESG Now Awards 2026

October 28, 2026
Film The Odyssey versi Grok AI milik Elon Musk menuai kritik karena karakter kaku dan naskah datar, meski videonya telah ditonton 6,8 juta kali.

Film Odyssey Buatan Grok AI Elon Musk Tuai Kritik

October 28, 2026
Polemik Ijazah Gibran, Sekjen PKS Sudah Bicara dengan PDIP

Polemik Ijazah Gibran, Sekjen PKS Sudah Bicara dengan PDIP

October 28, 2026
Mudah Lupa? Ini Latihan Otak Sederhana yang Bisa Dicoba dalam 60 Detik

Mudah Lupa? Ini Latihan Otak Sederhana yang Bisa Dicoba dalam 60 Detik

October 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved