• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, September 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Tanda Perlambatan Ekonomi, Peningkatan Kredit Menganggur di Sektor Perbankan

Saeful Imam by Saeful Imam
October 15, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Tanda Perlambatan Ekonomi, Peningkatan Kredit Menganggur di Sektor Perbankan

Tanda-tanda perlambatan ekonomi terlihat

JAKARTA, COBISNIS.COM – Fasilitas kredit yang belum digunakan oleh nasabah, atau yang dikenal sebagai kredit menganggur (Undisbursed Loan), tercatat mengalami peningkatan signifikan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa banyak pengusaha menahan untuk menarik kredit yang telah disetujui oleh perbankan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Juli 2024, kredit menganggur untuk Bank Umum meningkat sebesar 6,89% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai Rp 2.158,25 triliun, naik dari Rp 2.019,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), peningkatan juga terlihat sebesar 0,28% dari Juni 2024 yang tercatat sebesar Rp 2.152,19 triliun.

Peningkatan kredit menganggur ini terutama berasal dari Bank Umum KBMI 1, 3, dan 4. Namun, berbeda dengan Bank KBMI lainnya, Bank Umum KBMI 2 justru mencatat penurunan 0,20% secara tahunan menjadi Rp 381,88 triliun, meskipun mengalami kenaikan bulanan sebesar 0,78% dibandingkan Juni 2024.

Sementara itu, Bank Persero atau bank milik BUMN mengalami penurunan kredit menganggur pada Juli 2024 sebesar 1,47% secara tahunan, mencapai Rp 408,14 triliun. Meski demikian, angka tersebut naik secara bulanan sebesar 1,63% dari Juni 2024.

Pengamat perbankan, Arianto Muditomo, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit menganggur ini berkaitan dengan pelemahan daya beli dan tren deflasi yang dialami Indonesia sejak Mei 2024. Menurutnya, saat daya beli masyarakat melemah, permintaan kredit untuk investasi dan konsumsi berkurang, sehingga kredit yang telah disetujui belum digunakan.

Didiet, panggilan akrab Arianto, menambahkan bahwa tren deflasi mencerminkan penurunan aktivitas ekonomi, sehingga perusahaan lebih berhati-hati dalam menarik kredit untuk ekspansi. Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan kredit secara umum baik, masih banyak nasabah yang menunda penggunaan dana pinjaman mereka, mungkin karena ketidakpastian ekonomi atau rendahnya permintaan pasar.

Bank Mandiri, misalnya, mencatat pertumbuhan kredit sebesar 23% hingga Agustus 2024, namun kredit menganggurnya mencapai Rp 236,28 triliun, naik 15,04% secara tahunan. Begitu pula dengan Bank Central Asia (BCA) yang mencatatkan kredit menganggur sebesar Rp 405,04 triliun, meningkat 11,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Arianto memperkirakan, jika ketidakpastian ekonomi terus berlanjut hingga akhir 2024, tren kredit menganggur kemungkinan akan tetap tinggi. Namun, jika ada perbaikan daya beli, stabilisasi inflasi, dan peningkatan kepercayaan pasar, sebagian kredit yang menganggur mungkin akan terealisasi.

Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download xiomi firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: kredit menganggurtanda perlambatan ekonomi

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Novo Indonesia mengajak masyarakat aktif memastikan keamanan obat dan melaporkan efek samping.

Novo Dorong Masyarakat Aktif Jaga Keselamatan Obat

September 17, 2026
AIA menghadirkan AIA SILABUS di Universitas Indonesia untuk membekali mahasiswa dengan literasi keuangan dan perencanaan finansial sejak dini.

AIA SILABUS Hadir di Universitas Indonesia

September 17, 2026
Kuning Telur - pexels/Ron Lach

Benarkah Kuning Telur Sebabkan Masalah Kesehatan Jantung?

September 17, 2026
Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

September 17, 2026
Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

September 18, 2026
Pagi Ini Emas Antam Naik Lagi, Harga Capai Rp2,598 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp25 Ribu ke Rp2,623 Juta

September 18, 2026
ASABRI Bekali Peserta Hadapi Masa Purnabakti

ASABRI Bekali Peserta Hadapi Masa Purnabakti

September 18, 2026
Prabowo Ancam Larang Vape di Indonesia Jika Risiko Penyalahgunaan Terus Meningkat

Prabowo-Pramono Saling Puji, Peluang Koalisi 2029?

September 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved