• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bisnis Rekreasi dan Pariwisata Terdampak Penurunan Daya Beli Masyarakat Tanah Air

Saeful Imam by Saeful Imam
October 14, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Bisnis Rekreasi dan Pariwisata Terdampak Penurunan Daya Beli Masyarakat Tanah Air

Bisnis rekreasi terdampak akibat menurunnya daya beli masyarakat

JAKARTA, COBISNIS.COM – Sektor bisnis rekreasi dan pariwisata mengalami dampak negatif akibat menurunnya daya beli masyarakat beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan domestik (wisnus) pada Agustus 2024 tercatat sebanyak 75,88 juta perjalanan.

Angka ini menurun sebesar 1,77% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 77,24 juta perjalanan.

Sekretaris Jenderal DPP Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Budi Ardiansyah, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh deflasi yang telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut.

Kondisi tersebut dipicu oleh stagnasi daya beli masyarakat yang bahkan cenderung melemah.

Menurut Budi, daya beli masyarakat yang stagnan dan cenderung turun berdampak langsung pada bisnis pariwisata.

Ada potensi penurunan dalam pembelian paket wisata, baik untuk destinasi domestik maupun internasional.

Ia menambahkan bahwa biasanya masyarakat sudah mempersiapkan anggaran untuk liburan akhir tahun.

Namun, dengan adanya pengurangan pendapatan dan meningkatnya jumlah kasus PHK di berbagai sektor, anggaran yang seharusnya digunakan untuk wisata kemungkinan akan dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Pengurangan pendapatan ini menjadi alasan utama mengapa masyarakat menunda atau mengurangi pengeluaran untuk berwisata.

Meskipun demikian, Budi tetap optimis bahwa kondisi ekonomi akan membaik menjelang akhir tahun 2024.

Ia berharap ada pemulihan ekonomi baik di tingkat makro maupun mikro mulai bulan Oktober 2024, yang akan berdampak positif pada sektor pariwisata.

Di sisi lain, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), pengelola kawasan rekreasi terbesar di Indonesia, juga merasakan dampak dari pelemahan daya beli ini.

Corporate Communication PJAA, Ariyadi Eko Purnomo, mengungkapkan bahwa perusahaan mengalami penurunan pendapatan sekitar 2% pada kuartal III-2024 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ariyadi menjelaskan bahwa meskipun pendapatan menurun, kebutuhan masyarakat untuk rekreasi tetap ada, meskipun tidak setinggi tahun sebelumnya.

Menyikapi situasi ini, PJAA tetap optimis dan menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 10% dengan target jumlah pengunjung mencapai 12 juta orang hingga akhir tahun.

PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) juga mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 31,34% pada semester I-2024. Laba bersih perusahaan turun dari Rp 74,6 miliar pada semester I-2023 menjadi Rp 51,22 miliar pada semester pertama tahun ini.

Meski laba bersih menurun, pendapatan PANR justru meningkat 8,67%, dari Rp 1,38 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 1,5 triliun pada semester I-2024. Corporate Secretary PANR, AB Sadewa, menjelaskan bahwa segmen pasar corporate incentive masih menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan meskipun skalanya belum besar.

Sadewa menambahkan bahwa permintaan dari segmen corporate incentive mengalami peningkatan. Corporate incentive merupakan perjalanan yang diberikan oleh perusahaan kepada distributor, karyawan, atau pelanggan VIP sebagai bentuk apresiasi. Sektor ini dianggap memiliki potensi pertumbuhan di tengah situasi ekonomi yang menantang.

Tags: bisnis pariwisata menurundaya beli turun

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.

AstyFarm Catat Transaksi Naik 52% di Tokopedia dan TikTok Shop

October 27, 2026
OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

October 27, 2026
Antisipasi Macet Libur Akhir Tahun, Kemenhub Usulkan WFA 3 Hari

Antisipasi Macet Libur Akhir Tahun, Kemenhub Usulkan WFA 3 Hari

October 27, 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.

BUKA Group Perkuat Literasi Keuangan UMKM Lewat PUJAAN

October 27, 2026
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei Tegaskan Syarat Teheran Harus dipenuhi untuk Akhiri Perang

October 28, 2026
Apple memperluas dukungan Siri AI dengan lima bahasa baru lewat OS 27.2. Simak daftar bahasa yang tersedia dan apakah bahasa Indonesia termasuk.

Siri AI Tambah 5 Bahasa, Indonesia Belum Masuk

October 28, 2026
Demo Mahasiswa Hari Ini, Publik Berharap Aksi Berlangsung Aman dan Tertib

Demo Mahasiswa Hari Ini, Publik Berharap Aksi Berlangsung Aman dan Tertib

October 28, 2026
PLN Indonesia Power

Olah Eceng Gondok Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat, PLN Indonesia Power Raih ESG Now Awards 2026

October 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved