• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, June 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Asosiasi Industri Tekstil Mendorong Dukungan Para Peritel untuk Produk Lokal

Saeful Imam by Saeful Imam
March 24, 2024
in News
0
Asosiasi Industri Tekstil Mendorong Dukungan Para Peritel untuk Produk Lokal

Cintai dan utamakan produk dari dalam negeri

JAKARTA, Cobisnis.com – Dalam sebuah pernyataan, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menekankan pentingnya dukungan dari para peritel terhadap produk dalam negeri. Pernyataan ini muncul setelah protes yang diajukan oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Merek Global Indonesia (Apregindo) terhadap kebijakan baru dalam perdagangan.

Menurut Ketua Umum APSyFI, Redma Gita Wirawasta, sejak penerapan kebijakan ini, terjadi tren positif dalam kinerja sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Menurutnya, semua pihak yang terlibat di industri TPT nasional mendukung kelanjutan kebijakan ini tanpa penundaan atau perubahan.

Sebelumnya, Apregindo menentang pemberlakuan kebijakan baru ini dan meminta agar ditunda, khususnya mengenai peraturan teknis (Pertek) yang dianggap memberatkan dalam proses impor.

Redma menjelaskan, “Tujuan utama dari kebijakan ini adalah mengendalikan impor, sesuai dengan perintah Presiden pada Oktober tahun lalu, yang meminta agar impor lebih terkontrol untuk menghindari PHK massal. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya menggantikan impor dengan produk lokal.”

Mengenai peraturan teknis yang menjadi keluhan Apregindo, Redma menyatakan bahwa peraturan tersebut seharusnya telah diatur sejak Desember 2023 berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 5 tahun 2024.

“Anggota Apregindo juga telah memperoleh Persetujuan Impor (PI) hingga akhir tahun 2024. Untuk impor tahun 2025, masih ada waktu 9 bulan untuk mengurusnya,” tambahnya.

Redma juga meminta agar para peritel lebih mendukung produk-produk lokal daripada impor. Dia menegaskan bahwa merek-merek lokal juga memiliki kualitas yang baik dan layak bersaing. “Jika tidak diberi kesempatan untuk dipasarkan, merek lokal akan kesulitan berkembang dan Indonesia akan terus bergantung pada produk impor,” tambahnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa. Menurutnya, kebijakan baru ini penting bagi industri tekstil dalam negeri dan diharapkan dapat membawa dampak positif.

“Perubahan dari aturan post border menjadi border dapat membantu meningkatkan pengawasan terhadap impor barang jadi di sektor tekstil dan produk tekstil. Ini memberikan kesempatan bagi industri TPT domestik untuk berkembang dan bersaing dengan produk impor secara legal, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing industri dalam negeri di pasar global,” jelas Jemmy.

API mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yang memberikan dukungan penuh dalam proses penyusunan dan penetapan kebijakan ini.

Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung, Nandi Herdiaman, melaporkan adanya lonjakan pesanan kepada sentra-sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Jawa pasca pemberlakuan kebijakan ini.

“Kami mengalami kesulitan dalam mencari pekerja karena peningkatan pesanan yang sangat besar. Bahkan, kami menerima kontrak dari platform online besar untuk produk-produk lokal,” ungkapnya.

Nandi meminta agar pemerintah tetap konsisten dalam menjalankan kebijakan ini untuk melindungi IKM dan UKM tekstil dari ancaman produk impor.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
free online course
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: ancaman produk impordukungan peritel untuk produk lokalutamakan produk lokal

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dari Kebiasaan Minum Air Putih, SDN Cipedak 01 Raih Gelar Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

Dari Kebiasaan Minum Air Putih, SDN Cipedak 01 Raih Gelar Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

June 25, 2026
SMP di Perbatasan Indonesia–Timor Leste Sabet Juara AIA Healthiest Schools 2026, Limbah Disulap Jadi Peluang Ekonomi

SMP di Perbatasan Indonesia–Timor Leste Sabet Juara AIA Healthiest Schools 2026, Limbah Disulap Jadi Peluang Ekonomi

June 25, 2026
Daftar 7 Negara yang Gugur dari Piala Dunia 2026, Ceko Jadi Tim Terbaru

Daftar 7 Negara yang Gugur dari Piala Dunia 2026, Ceko Jadi Tim Terbaru

June 25, 2026
Era AI Ubah Cara Konsumen Mencari Produk, Brand Diminta Lebih AI Friendly

Era AI Ubah Cara Konsumen Mencari Produk, Brand Diminta Lebih AI Friendly

June 25, 2026
Keunikan Tarian Saman dan Ratoh Jaroe dari Aceh yang Mendunia

Keunikan Tarian Saman dan Ratoh Jaroe dari Aceh yang Mendunia

June 25, 2026
MTF dan APPI Gelar UMKM Connect 2026 untuk Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

TikTok GO Bantu Wujudkan Inspirasi Wisata dari Konten ke Dunia Nyata

June 25, 2026
MTF dan APPI Gelar UMKM Connect 2026 untuk Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

MTF dan APPI Gelar UMKM Connect 2026 untuk Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

June 25, 2026
Pelemahan Rupiah Picu Minat Diversifikasi Aset Berbasis Dolar AS

Pelemahan Rupiah Picu Minat Diversifikasi Aset Berbasis Dolar AS

June 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved