• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, June 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Bencana Kelaparan di Yahukimo Ternyata Sudah Telan Korban Tewas

Saeful Imam by Saeful Imam
November 7, 2023
in Nasional
0
Bencana Kelaparan di Yahukimo Ternyata Sudah Telan Korban Tewas

Bencana kelaparan Yahukimo

JAKARTA, Cobisnis.com – Pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang membantah laporan mengenai puluhan warga Papua yang disebut meninggal akibat kelaparan, telah memicu kontroversi. Dalam pernyataannya kepada media, beliau mengungkapkan, “Tidak ada korban yang meninggal akibat kelaparan. Yang benar, terdapat kekurangan pasokan pangan di sana.”

Penggantian istilah “kelaparan” dengan “kekurangan pasokan pangan” telah menimbulkan perdebatan lebih luas mengenai pendekatan komunikasi pemerintah Jokowi yang menyerupai strategi Orde Baru dalam mengurangi gesekan dalam masyarakat.

Theo Litaay, tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP), dalam wawancara dengan BBC News Indonesia, menjelaskan bahwa tujuan pernyataan Ma’ruf Amin adalah untuk mengklarifikasi laporan awal tentang kemungkinan kematian massal, yang ternyata tidak terjadi. Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tengah menyusun rencana jangka pendek dan panjang untuk mengatasi masalah kelaparan yang berulang di Papua.

Isu mengenai puluhan warga Papua yang diduga meninggal akibat kelaparan di Distrik Amuma, Yahukimo, Papua Pegunungan Tengah, muncul sekitar tanggal 25 Oktober yang lalu. Data terakhir menunjukkan bahwa sebanyak 24 orang telah meninggal, namun pemerintah belum mengumumkan penyebab pastinya.

Lima hari kemudian, pada tanggal 30 Oktober, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan makan siang bersama tiga calon presiden potensial, yaitu Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo di Istana Negara. Foto-foto mereka yang menampilkan hidangan mewah di atas meja makan tersebar di media.

Dua hari kemudian, pada tanggal 1 November, Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan tanggapan mengenai masalah kelaparan di Papua, yang ia sebut sebagai “kekurangan pasokan pangan”. “Menurut Bupati Yahukimo, tidak ada yang meninggal akibat kelaparan, yang ada adalah kekurangan pasokan pangan,” kata Ma’ruf Amin. Situasi ini telah mendapatkan kritik dari seorang pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

Menurut Hendri Satrio, kemungkinan penggunaan eufemisme dengan menggantikan “kelaparan” dengan “kekurangan pasokan pangan” terjadi dalam konteks ini. Dia juga mencatat, “Kejadian ini mungkin kurang tepat, terutama ketika masyarakat mengalami kelaparan, sementara presiden menunjukkan hidangan makanan enak. Hal ini mungkin tidak menciptakan citra yang baik.” Hensat, panggilan akrab Hendri Satrio, menambahkan bahwa tujuan dari penggunaan eufemisme “kelaparan” adalah untuk menghindari polemik dalam masyarakat. “Ini baru muncul selama masa pemerintahan Jokowi, yang sangat cerdas dalam mengelola kata-kata,” katanya. Sementara itu, Profesor Firman Noor, seorang peneliti senior di Pusat Riset Politik BRIN, melihat bahwa penggunaan eufemisme “kelaparan” adalah upaya pemerintah untuk “menghindari kontroversi.” Ini dikarenakan isu Papua masih sangat sensitif dan melibatkan sejumlah persoalan, mulai dari hak asasi manusia, kesehatan, hingga pendidikan yang belum terselesaikan.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
download huawei firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: bencana kelaparankelaparan di YahukimoWapres Yahukimo

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Intiland Resmikan Tierra Park dan Luncurkan Hunian Baru Capella di Surabaya Barat

Intiland Resmikan Tierra Park dan Luncurkan Hunian Baru Capella di Surabaya Barat

June 29, 2026
Bahlil Pangkas Harga LNG Industri, Industri Keramik dan Tekstil Diharapkan Bertahan

Bahlil Pangkas Harga LNG Industri, Industri Keramik dan Tekstil Diharapkan Bertahan

June 29, 2026
Komdigi Perkuat Patroli Digital 24 Jam, Bidik Siaran Ilegal Piala Dunia 2026 yang Promosikan Judol

Komdigi Perkuat Patroli Digital 24 Jam, Bidik Siaran Ilegal Piala Dunia 2026 yang Promosikan Judol

June 29, 2026
Taylor Swift dan Travis Kelce Siapkan Resepsi Mewah dengan Penampilan Musisi Legendaris

Sepatu Nike Ini Diklaim Bantu Ubah Mindset, Habis Terjual Saat Rilis

June 29, 2026
Polemik Prosesi Adat Jokowi Memanas, PSI Nilai PDIP Tak Hormati Budaya Lampung

Polemik Prosesi Adat Jokowi Memanas, PSI Nilai PDIP Tak Hormati Budaya Lampung

June 30, 2026
ATR/BPN Percepat Administrasi Hibah Lahan Lippo Cikarang untuk Program 3 Juta Rumah

ATR/BPN Percepat Administrasi Hibah Lahan Lippo Cikarang untuk Program 3 Juta Rumah

June 30, 2026
Tragis! Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Lewat Adu Penalti

Tragis! Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Lewat Adu Penalti

June 30, 2026
Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

June 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved