• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, April 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Ciptakan Ekosistem Daur Ulang Mulai dari Pilah dan Kelola Sampah untuk Ekonomi Sirkular

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
June 15, 2023
in Industri
0
Ciptakan Ekosistem Daur Ulang Mulai dari Pilah dan Kelola Sampah untuk Ekonomi Sirkular

Bekasi, Cobisnis.com– Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat,
produksi sampah terus meningkat secara signifikan, di mana menurut Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan rata-rata satu orang penduduk Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7kg per hari dan di antaranya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Melansir data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI), baru 7% dari 65 juta ton sampah di Indonesia berhasil didaur ulang dan 69% berakhir di TPA. Saat ini, TPA di Indonesia mulai kewalahan dalam mengelola sampah-sampah yang masuk, dilihat dari perbandingan jenis
sampah organik dan non-organik yang masuk ke TPA dinilai tidak seimbang sehingga sampah malah menumpuk dan menggunung. Hal ini terjadi karena banyak sampah yang
masuk ke TPA tidak terlebih dahulu dikurangi melalui proses daur ulang.

Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh berbagai institusi dalam rangka mengurangi sampah berakhir ke TPA, mulai dari institusi edukasi dan sosialisasi hingga institusi pelaku
daur ulang. Program advokasi, edukasi, dan sosialisasi daur ulang sampah plastik Yok Yok
Ayok Daur Ulang! (YYADU!) menjadi salah satu yang telah hadir sejak tahun 2019 untuk
berkolaborasi dengan berbagai pihak dan menggencarkan kegiatan edukasi dan sosialisasi
daur ulang sampah plastik.

“Pada mulanya, program ini (YYADU!) terbentuk karena banyaknya anggapan masyarakat
bahwa produk yang ramah lingkungan adalah produk yang dapat terurai secara alami, di
mana pada faktanya dalam menentukan suatu produk itu ramah lingkungan perlu ditinjau
secara menyeluruh dari awal diproduksi hingga siklus daur ulangnya. Di samping itu,
pengelolaan sampah yang masih mengandalkan TPA tanpa memproses sampah terlebih
dahulu juga menjadi perhatian kami,” pungkas Hanggara Sukandar, Director of
Environment & Sustainability Affairs Responsible Care® Indonesia.

Sesuai dengan terbentuknya, Program YYADU! mengedepankan kolaborasi dalam proses
edukasi dan sosialisasi. Pada kesempatan kali ini Program YYADU! berkolaborasi dengan
Kita Olah Indonesia, sebuah institusi dengan spesialis pengelolaan dan daur ulang sampah
yang berlokasi di Kota Bekasi. Beroperasi sejak tahun 2021, Kita Olah Indonesia telah turut
ambil andil dalam memproses sampah yang beredar di masyarakat.

“Sejak terbentuknya, kami telah berupaya untuk memproses kurang lebih 900 ton sampah
non-organik dalam satu tahun dan 3 ton per harinya, khususnya sampah plastik dalam
berbagai jenis mulai dari high value plastic waste seperti HDPE, LDPE, PET, dan PS di
mana plastik-plastik tersebut sudah sepenuhnya dapat didaur ulang hingga low value plastic
waste yang dianggap residu seperti multilayer,” ungkap Muhamad Andriansyah, Founder
& CEO Kita Olah Indonesia.

Kita Olah Indonesia telah mendaur ulang sampah plastik mulai dari limbah plastik bernilai
tinggi seperti botol-botol bekas sampo, galon air mineral, jerigen, hingga tutupnya. Proses
yang umum dilakukan oleh Kita Olah seperti memisahkan sampah plastik berdasarkan
jenisnya, hingga berdasarkan warnanya. Setelah dipilah, sampah plastik akan dicacah
hingga menjadi serpihan melalui mesin pencacah untuk kemudian dilebur dan didinginkan
untuk kembali menjadi bahan dasar biji plastik atau plastic pallet. “Dalam prosesnya tentu tidak seindah yang dibayangkan.

Banyak sampah yang kami terima
masih kotor, terutama sampah botol yang masih beserta isinya seperti botol-botol minuman
dalam kemasan. Sehingga proses awal adalah untuk membersihkannya terlebih dahulu
sebelum dipisahkan berdasarkan warnanya,” jelas Andre. Kesadaran masyarakat untuk membersihkan dan memilah sampahnya sebelum diangkut ke tempat pemrosesan perlu terus ditingkatkan.

Hal ini diharapkan dapat melengkapi
tahapan-tahapan kegiatan daur ulang dan mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
“Setelah didaur ulang menjadi bahan dasar, plastic pallet ini dapat dimanfaatkan oleh
produsen industri rumahan untuk kembali dicetak dan dibentuk menjadi produk yang baru.
Bahan dasar daur ulang yang kami hasilkan ini telah dimanfaatkan untuk dijadikan produk
rumah tangga seperti salah satunya lakop sapu,” ujar Andre.

Edukasi dan sosialisasi daur ulang sampah plastik perlu terus-menerus dilakukan untuk
menumbuhkan kesadaran tiap lapisan masyarakat dalam menjalankan perannya
masing-masing. “Kegiatan daur ulang sampah tidak dapat hanya dilakukan oleh satu pihak saja, namun perlu kolaborasi pentahelix yang melibatkan berbagai pihak mulai dari masyarakat, akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, hingga media. Dengan demikian, percepatan kegiatan daur ulang
dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya ekonomi sirkular yang dapat dirasakan oleh
semua pihak,” tutup Hanggara.

Tags: cobisnis.comsampah daur ulang

Related Posts

Viral 2026: Sejoli Kepergok Tidur di Musala Kebumen, Warga Langsung Guyur Air

Viral 2026: Sejoli Kepergok Tidur di Musala Kebumen, Warga Langsung Guyur Air

by Hidayat Taufik
April 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebuah video viral memperlihatkan pasangan muda tidur berpelukan di dalam musala di Kebumen. Kejadian ini langsung memicu...

KAI Logistik Angkut 3.133 Ton Muatan di Periode Mudik Lebaran 2026

KAI Logistik Angkut 3.133 Ton Muatan di Periode Mudik Lebaran 2026

by Iwan Supriyatna
April 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - KAI Logistik kembali menegaskan perannya dalam menyukseskan salah satu momen paling strategis dan penting bagi masyarakat Indonesia,...

Perbedaan Matcha dan Teh Hijau, Ini Penjelasan Lengkap dari Dokter

Perbedaan Matcha dan Teh Hijau, Ini Penjelasan Lengkap dari Dokter

by Desti Dwi Natasya
April 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perbedaan matcha dan teh hijau green tea kini banyak dibahas oleh pencinta minuman sehat. Oleh karena itu,...

Carmen Hearts2Hearts Bertemu Presiden! Momen Langka Bareng Prabowo dan Lee Jae Myung

Carmen Hearts2Hearts Bertemu Presiden! Momen Langka Bareng Prabowo dan Lee Jae Myung

by Desti Dwi Natasya
April 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Carmen Hearts2Hearts bertemu presiden 2026 saat menghadiri jamuan kenegaraan di Korea Selatan. Oleh karena itu, momen ini menarik...

Tangis Gli Azzurri: Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia 2026

Tangis Gli Azzurri: Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia 2026

by Hidayat Taufik
April 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tim nasional Italia kembali menelan kekecewaan besar setelah dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan melalui...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jamkrindo Syariah 2025 Catat Laba Rp141 Miliar, Tumbuh Signifikan

Jamkrindo Syariah 2025 Catat Laba Rp141 Miliar, Tumbuh Signifikan

April 1, 2026
AMREI Dorong Penguatan Risk Culture Di Sektor Energi untuk Perkuat Pembangunan

AMREI Dorong Penguatan Risk Culture Di Sektor Energi untuk Perkuat Pembangunan

April 1, 2026
Ramadan Ekstra Seru 2026 Tokopedia TikTok Shop Catat Transaksi Sahur Naik 15 Kali

Ramadan Ekstra Seru 2026 Tokopedia TikTok Shop Catat Transaksi Sahur Naik 15 Kali

April 1, 2026
PNS WFH Hari Jumat, Apakah Siswa Ikut Libur?

PNS WFH Hari Jumat, Apakah Siswa Ikut Libur?

April 1, 2026
Viral 2026: Sejoli Kepergok Tidur di Musala Kebumen, Warga Langsung Guyur Air

Viral 2026: Sejoli Kepergok Tidur di Musala Kebumen, Warga Langsung Guyur Air

April 2, 2026
KAI Logistik Angkut 3.133 Ton Muatan di Periode Mudik Lebaran 2026

KAI Logistik Angkut 3.133 Ton Muatan di Periode Mudik Lebaran 2026

April 2, 2026
Harga Emas Mendekati US$ 5.000, Perdamaian Timur Tengah Bisa Ubah Arah Pasar

Harga Emas Mendekati US$ 5.000, Perdamaian Timur Tengah Bisa Ubah Arah Pasar

April 2, 2026
Fakta Mengejutkan, Sarjana Kini Kesulitan Cari Kerja untuk Pertama Kalinya dalam 45 Tahun

Fakta Mengejutkan, Sarjana Kini Kesulitan Cari Kerja untuk Pertama Kalinya dalam 45 Tahun

April 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved