• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, July 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Perjuangan Panjang Reog Ponorogo di Panggung Dunia Terancam Diakui Negara Lain, dan Tidak Diprioritaskan di Negeri Sendiri

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
April 23, 2022
in Humaniora
0
Perjuangan Panjang Reog Ponorogo di Panggung Dunia Terancam Diakui Negara Lain, dan Tidak Diprioritaskan di Negeri Sendiri

JAKARTA,Cobisnis.com – Jalan panjang perjuangan Reog Ponorogo agar diakui dunia sebagai kesenian dan kebudayaan asli Indonesia terus berlanjut. Sejumlah kelompok Seni Reog Ponorogo menggelar aksi di Patung Kuda Jakarta, Jumat (22/04), agar Reog Ponorogo menjadi prioritas yang diusulkan Indonesia dalam Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO siklus tahun 2022/2023.

Aksi yang yang berlangsung damai ini, mewakili sejumlah Penggiat dan Pecinta Seni Reog Ponorogo, yang telah melakukan aksi serupa di berbagai kota sejak beberapa waktu lalu. Kemunculan aksi tersebut dipicu oleh pernyataan dari Pejabat di Ditjen Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang disampaikan pada 7 April 2022 tentang hasil pengumuman prioritas pengusulan WBTb dalam daftar ICH-UNESCO untuk siklus tahun 2022/2023.

“Ini bukan demo, ini adalah solidaritas. Mudah-mudahan Reog bisa diakui UNESCO, karena Reog ini bukan sembarang seni budaya. Reog adalah budaya luhur dari Ponorogo, yang sudah dikenal di tingkat internasional,” kata salah satu Pimpinan PAWARGO, yang ditemui dalam aksi tersebut.

Pada tanggal 11 April 2022, Pemerintah Kabupaten Ponorogo pun telah mengirimkan Nota Protes Hasil Pengumuman Prioritas Pengusulan WBTb dalam daftar ICH-UNESCO yang ditandatangani oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.

Nota tersebut mempertanyakan transparansi dan obyektifitas dalam proses dan pengumuman prioritas pengusulan WBTb untuk siklus tahun 2022/2023. Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengharapkan, Menteri Nadiem bisa memberikan penjelasan secara transparan dan secara formal melalui berita acara tertulis, tentang kriteria penilaian, hasil rekomendasi tentang urutan prioritas yang telah ditandatangani oleh Fasilitator ICH-UNESCO, dan hasil penilaian dari Tim Penilai (Assesor).

Perjuangan para Seniman dan Penggiat seni budaya Reog Ponorogo inipun beralasan sangat kuat, karena WBTb UNESCO memang memprioritaskan seni yang perlu diselamatkan (Urgent Safeguarding). Tidak hanya untuk mengklaim bahwa kesenian Reog Ponorogo adalah asli Indonesia, lebih dari itu adalah sebagai upaya mendorong pelestarian Reog sebagai budaya luhur asli Indonesia.

Hal ini menjadi penting, karena selama masa pandemi Covid-19, berbagai kegiatan dan gelaran Reog Ponorogo menurun drastis dan nyaris tidak bisa dilakukan acara, atau kalaupun ada sedikit gelaran namun dilakukan sangat terbatas, sehingga sangat berdampak kepada kehidupan para Seniman dan kelangsungan pentas Reog. Kondisi ini mengakibatkan banyak Seniman yang untuk bertahan hidup terpaksa harus meninggalkan seni Reog dan mencari penghidupan yang lain, sehingga mengancam keberlangsungan dan keberadaan Reog Ponorogo.

Reog Ponorogo adalah seni budaya asli Indonesia, dengan sejarah panjang yang mengakar kuat dalam denyut nadi para Seniman Penggiat Reog, dan sudah dikenal luas di seluruh Indonesia dan di berbagai belahan dunia. Namun demikian, Seni Reog pernah harus menghadapi ancaman akan di-klaim sebagai budaya oleh negara lain, sehingga sungguh ironis kalau di dalam negeri sendiri malah tidak memprioritaskan untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya.

“Kita sudah banyak mendorong regenerasi untuk adik-adik kita, supaya menjadi penerus pelaku seni. Tapi karena pandemi Covid-19 ini, sangat terbatasnya acara gelaran Reog mengakibatkan sulitnya mengharapkan generasi penerus tetap mengandalkan hidupnya dari kesenian ini. Karena itu perlu didukung upaya melestarikan Reog dengan memprioritaskan untuk diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO,” kata Sekretaris Umum Paguyuban Sedulur Warok TNI Polri dan Putu Warok Ponorogo.

Kuatnya gelombang dukungan ini memiliki alasan yang sangat kuat. Keberadaan Seni Reog Ponorogo sudah ada sejak masa Kerajaan Kediri pada abad XI. Hal ini terkait dengan cerita prosesi lamaran Prabu Kelana Sewandana dari Kerajaan Wengker kepada Dewi Sanggalangit dari Kerajaan Kediri. Legenda ini dianggap sebagai versi sejarah tertua dari Reog Ponorogo.

Saat ini diperkirakan terdapat 367 komunitas Reog Ponorogo di Kabupaten Ponorogo dan lebih dari 167 grup Reog Ponorogo yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga terdapat grup Reog Ponorogo yang tersebar di berbagai negara, paling tidak ada 6 negara yang cukup aktif kegiatannya yakni Amerika, Belanda, Korea, Jepang, Hongkong, serta Malaysia.

Penyebaran Seni Reog ke luar Kabupaten Ponorogo dan bahkan ke luar negeri, semakin menunjukkan betapa seni budaya Reog sangat bisa diterima oleh masyarakat yang berbeda, namun di sisi lain juga menunjukkan semakin perlunya untuk mendorong, mengusulkan dan memprioritaskan Reog Ponorogo diakui di UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang mencerminkan nilai luhur budaya Indonesia.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download coolpad firmware
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: budaya indonesiacobisnis.comReog PonorogoUNESCO

Related Posts

Misteri Kematian Sutrimo Terungkap, Sempat Telepon Kerabat Sebelum Ditemukan Meninggal

Misteri Kematian Sutrimo Terungkap, Sempat Telepon Kerabat Sebelum Ditemukan Meninggal

by Hidayat Taufik
July 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aparat kepolisian masih mengusut penyebab meninggalnya Sutrimo, pria yang diduga menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) di...

Buruh Korban PHK di Jateng Diusulkan Terima BLT, Ini Alasannya

Buruh Korban PHK di Jateng Diusulkan Terima BLT, Ini Alasannya

by Hidayat Taufik
July 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mendorong pemerintah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT)...

Kenapa Kita Suka Makan Saat Stres? Ini Penyebabnya

Kenapa Kita Suka Makan Saat Stres? Ini Penyebabnya

by Desti Dwi Natasya
July 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak orang tanpa sadar memilih makanan sebagai pelarian saat menghadapi tekanan atau emosi negatif. Kebiasaan yang dikenal...

Kenapa Kita Suka Makan Saat Stres? Ini Penyebabnya

Mengenal Plogging, Tren Olahraga yang Sekaligus Bersihkan Lingkungan

by Desti Dwi Natasya
July 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Plogging menjadi salah satu tren olahraga yang semakin populer karena menggabungkan aktivitas fisik dengan aksi menjaga lingkungan....

Kenapa Kita Suka Makan Saat Stres? Ini Penyebabnya

Benarkah Siklus Menstruasi Memengaruhi Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

by Desti Dwi Natasya
July 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak perempuan merasakan perubahan suasana hati menjelang atau selama menstruasi. Kondisi tersebut bukan sekadar perasaan, melainkan dipengaruhi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Feel Good Network Tunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai Lead Creative Agencies

Feel Good Network Tunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai Lead Creative Agencies

July 27, 2026
Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

July 27, 2026
INTI 2026 Siap Digelar, Pameran Teknologi B2B Terbesar di Indonesia

INTI 2026 Siap Digelar, Pameran Teknologi B2B Terbesar di Indonesia

July 27, 2026
BNI Apresiasi Fajar/Fikri Usai Sabet Gelar China Open 2026 dan Cetak Dua Juara Beruntun

BNI Apresiasi Fajar/Fikri Usai Sabet Gelar China Open 2026 dan Cetak Dua Juara Beruntun

July 27, 2026
Misteri Kematian Sutrimo Terungkap, Sempat Telepon Kerabat Sebelum Ditemukan Meninggal

Misteri Kematian Sutrimo Terungkap, Sempat Telepon Kerabat Sebelum Ditemukan Meninggal

July 28, 2026
Apa Itu Food Noise? Tantangan yang Sering Dialami Orang Diet

Apa Itu Food Noise? Tantangan yang Sering Dialami Orang Diet

July 28, 2026
Buruh Korban PHK di Jateng Diusulkan Terima BLT, Ini Alasannya

Buruh Korban PHK di Jateng Diusulkan Terima BLT, Ini Alasannya

July 28, 2026
Kenapa Kita Suka Makan Saat Stres? Ini Penyebabnya

Kenapa Kita Suka Makan Saat Stres? Ini Penyebabnya

July 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved