• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, July 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kontribusi Inalum Tingkatkan Produktivitas Petani Cabai di Kabupaten Batu Bara

Fathi by Fathi
September 29, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Kontribusi Inalum Tingkatkan Produktivitas Petani Cabai di Kabupaten Batu Bara

JAKARTA, Cobisnis.com – Lumbung cabai terbesar di Indonesia, salah satunya ada di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Berjarak 120 kilometer dari Kota Medan, desa dengan lahan cabai seluas 85 hektare ini menjadi salah satu lumbung cabai terbesar di Sumatera Utara. Dalam satu hari dari kebun cabai ini bisa menghasilkan 18 ton cabai.

Padahal awalnya Desa Lubuk Cuik bukan sentra cabai. Keuntungan lahan yang subur membuat warga terbiasa menanam tanaman palawija. Tak banyak memang yang berani menanam cabai karena memerlukan proses perawatan yang lebih tinggi.

Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Lubuk Ciuk, Salidi menceritakan warga biasanya menanam timun dan padi saat musimnya. Nahas di tahun 2006, desa mengalami sebuah bencana banjir dahsyat dan merendam lahan pertanian di desa ini. Selang 2 tahun warga pun memutuskan untuk menanam cabai.

“Awalnya sih istilahnya kalau menanam cabai itu seperti mengurus bayi karena banyak yang di urus. Jadi hanya beberapa orang saja yang menanam cabai. Sampai beberapa musim ada juga tantangan dari petani lain dengan konsep lahan irigasi yang berbeda” ujar Salidi.

Namun sejak 2011, Salidi menjelaskan suksesnya panen membuat tren menanam cabai pun mulai diikuti puluhan orang. Di tahun 2012, lahan cabai semakin bertambah luas, dan diikuti desa-desa di kabupaten yang sama.

“Pada akhirnya desa-desa lain mengikuti menanam cabai juga seperti Desa Pematang Tengah, Desa Gambus Laut, Desa Perupuk, mereka belajar dari desa sinilah. Sampai menyentuh 500 hektare lahan yang dijadikan untuk menanam cabai,” ujarnya.

Salidi juga mengatakan dari total 85 hektare lahan yang ada di Desa Lubuk Cuik, rata-rata sawahnya adalah milik perseorangan. Ada juga beberapa yang menyewa. Namun, sebagian besar petani bergabung ke dalam kelompok tani.

Ia mengatakan, pembentukan kelompok tani dibuat agar jadwal untuk penanaman padi dan cabai bisa seragam. Sebab, bila penanaman cabai berbeda satu bulan, tanaman yang terlambat tanam bisa gagal.

“Jadi harus ada pola tanamnya agar serentak dan semua petani bisa merasakan hasilnya. Jadwal tani didapat melalui musyawarah antar masyarakat. Kalau tidak ada pola tanam, akan jadi berantakan sistem panennya dan mempengaruhi hasil panen,” ujarnya.

Harga cabai yang cukup tinggi juga membuat masyarakat Lubuk Ciuk tetap mempertahankan tanaman cabai ini. Menurut Salidi, Lubuk Cuik mampu memproduksi 15-18 ton cabai per harinya. Bila merujuk ke harga cabai paling tinggi yang pernah mereka dapatkan yaitu Rp 50.000/kg, Desa Lubuk Cuik pernah meraup omzet sebesar Rp 900.000.000 untuk sekali panen.

“Penjualan produksi sebagian besar ke lokal yaitu di Batubara, kemudian ke Medan, Pekanbaru, Riau, Padang, Dumai dan Batam,” kata Salidi.

Sekretaris Desa Lubuk Cuik, Misno turut mengamini bahwa cabai merah bisa menaikkan taraf hidup masyarakat. “Karena dirasa bisa menaikkan taraf hidup masyarakat dan meningkatkan ekonomi desa, kami bergabunglah membuat kelompok tani dan jadilah luas lahan cabai merahnya sekitar 85 Ha,” ujar Misno.

Tantangan utama petani cabai Lubuk Cuik berada pada harga cabai yang tidak selalu tinggi. Selain itu juga konsistensi dan jenis penanaman harus diperhatikan agar terus menjadi ciri khas. Pengembangan produk turunan cabai menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut.

Sejak tahun 2017 para petani cabai mulai tergerak untuk mengembangkan produk turunan cabai bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Anggota BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID memberikan pembinaan dan pendampingan dalam pembuatan produk turunan cabai seperti saus, cabai bubuk, dan cabai kering. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Lubuk Cuik.

Selain peningkatan kapasitas, Inalum bersama masyarakat juga mengembangkan sistem irigasi utama yang pertama kali di Desa Lubuk Cuik pada tahun 2017.

Sistem gotong royong mampu menyelesaikan pembangunan sistem pengairan lahan dan beberapa fasilitas lain seperti saung tani desa, pembangunan jalan dan pendampingan pembibitan. Kini pengembangan kapasitas petani dapat berjalan lebih baik dengan adanya infrastruktur bagi pendukung pertanian.

Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
lynda course free download
download lava firmware
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Cobisnislumbung cabaipetani cabai

Related Posts

Pemerintah California Luncurkan AI Unemployment Tracker, Bisa Deteksi Pekerjaan yang Terancam

Pemerintah California Luncurkan AI Unemployment Tracker, Bisa Deteksi Pekerjaan yang Terancam

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah California mulai mempersiapkan langkah untuk menghadapi dampak kecerdasan buatan atau AI terhadap dunia kerja. Salah satunya...

Camat Cakung Respons Data PPATK soal Wilayah dengan Pemain Judi Online Terbanyak

Camat Cakung Respons Data PPATK soal Wilayah dengan Pemain Judi Online Terbanyak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, akan memperkuat sosialisasi mengenai bahaya judi online setelah masuk dalam daftar wilayah dengan...

Jangan Sampai Terlambat, Begini Cara Cek Masa Dukungan HP Android

Jangan Sampai Terlambat, Begini Cara Cek Masa Dukungan HP Android

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Setiap ponsel Android memiliki masa dukungan perangkat yang berbeda. Setelah masa tersebut berakhir, HP masih bisa digunakan,...

Chery Akuisisi Pabrik Bekas Nissan di Afrika Selatan, Siapkan Produksi Mobil Mulai 2027

Chery Akuisisi Pabrik Bekas Nissan di Afrika Selatan, Siapkan Produksi Mobil Mulai 2027

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produsen mobil asal China, Chery, resmi mengakuisisi pabrik bekas Nissan di Rosslyn, Afrika Selatan. Akuisisi ini menjadi...

Nathan Ake Tinggalkan Manchester City Usai 6 Tahun, Gabung Fenerbahce

Nathan Ake Tinggalkan Manchester City Usai 6 Tahun, Gabung Fenerbahce

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Manchester City resmi melepas bek tengah Nathan Ake ke klub Turki, Fenerbahce. Kepindahan ini mengakhiri perjalanan Ake...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah, Gelar Pesta Mewah di Madison Square Garden 2026

Trump Tampilkan Desain Uang 100 Dolar dengan Tanda Tangan Presiden

July 4, 2026
Disneyland Paris Tutup Seluruh Wahana Luar Ruangan akibat Gelombang Panas

Disneyland Paris Tutup Seluruh Wahana Luar Ruangan akibat Gelombang Panas

July 4, 2026
Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah, Gelar Pesta Mewah di Madison Square Garden 2026

Tesla Catat Lonjakan Penjualan 25%, Tanda Pemulihan Mulai Terlihat di Eropa

July 4, 2026
Pemerintah California Luncurkan AI Unemployment Tracker, Bisa Deteksi Pekerjaan yang Terancam

Pemerintah California Luncurkan AI Unemployment Tracker, Bisa Deteksi Pekerjaan yang Terancam

July 5, 2026
Camat Cakung Respons Data PPATK soal Wilayah dengan Pemain Judi Online Terbanyak

Camat Cakung Respons Data PPATK soal Wilayah dengan Pemain Judi Online Terbanyak

July 5, 2026
Jangan Sampai Terlambat, Begini Cara Cek Masa Dukungan HP Android

Jangan Sampai Terlambat, Begini Cara Cek Masa Dukungan HP Android

July 5, 2026
Chery Akuisisi Pabrik Bekas Nissan di Afrika Selatan, Siapkan Produksi Mobil Mulai 2027

Chery Akuisisi Pabrik Bekas Nissan di Afrika Selatan, Siapkan Produksi Mobil Mulai 2027

July 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved