• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, January 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Kemenperin Dorong Industri Nikmati Harga Gas Kompetitif, Pacu Daya Saing KIK

Fathi by Fathi
June 10, 2021
in Industri
0
Kemenperin Dorong Industri Nikmati Harga Gas Kompetitif, Pacu Daya Saing KIK

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu daya saing Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah, agar lebih terintegrasi sehingga dapat menjadi daya tarik bagi para investor.

Langkah ini perlu dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait, seperti lintas kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah.

“KIK sebagai salah satu klaster terintegrasi yang dapat menjadi contoh terhadap pengembangan kawasan industri lainnya di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

KIK merupakan wujud nyata kerja sama antara Indonesia dan Singapura, yang dibangun oeh PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd. asal Singapura. Beroperasinya KIK diresmikan langsung Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada November 2016 lalu.

Menurut Menperin, pengembangan KIK akan terus diakselerasi menjadi kawasan industri padat karya berorientasi ekspor. Hal ini diyakini dapat mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

“Kami mengapresiasi KIK saat ini sudah memiliki 66 tenant dengan capaian investasi sebesar Rp19,2 triliun. Investasi ini tentunya memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian, di antaranya penerimaan devisa dan penyerapan tenaga kerja,” paparnya.

Sebanyak 49% investor tersebut berasal dari Indonesia, kemudian 40% didominasi dari China, Taiwan, dan sisanya dari Singapura, Hongkong, Korea Selatan, serta Malaysia.

Pembangunan KIK direncanakan sampai tiga tahap dengan total lahan seluas 2.200 hektare untuk menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, pelabuhan, kota fesyen, dan permukiman.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko SA Cahyanto menyampaikan, pihaknya baru saja melakukan kunjungan kerja ke KIK. “Kami sebagai pembina kawasan industri mendukung kelanjutan pembangunan KIK agar makin banyak investor yang masuk,” jelasnya.

Adapun usulan Kemenperin untuk mempercepat pembangunan KIK agar lebih berdaya saing, antara lain mendorong pembangunan pelabuhan, memfasilitasi harga gas yang kompetitif, dan mempercepat revisi Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Kendal-Demak-Ungaran-Salatiga-Semarang-Purwodadi.

“Harga gas dan revisi Perpres merupakan dua prioritas yang kami usulkan untuk meningkatkan investasi di Kendal, khususnya di KIK,” ujar Eko.

Saat ini, KIK membutuhkan gas sebanyak 36,6 MMSCFD. “Industri eksisting yang menggunakan gas, yakni Inmas (pabrik susu kental manis) dan PT Daeyoung (perusahaan tekstil),” imbuhnya.

Menurut Eko, ketika melakukan kunjungan di PT Daeyoung. Perusahaan tersebut mengeluarkan biaya untuk LPG sebesar USD13,8 per MMBTU atau lebih mahal dari biaya untuk manpower. “Mereka menggunakan gas sebagai sumber energi dalam proses dyeing. Pasokan gas dari Jawa Timur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kapasitas produksi perusahaan tersebut baru mencapai 60% dari total kapasitasnya. “Apabila harga gas lebih murah lagi, tentu akan meningkatkan kapasitasnya. Produk mereka sebagian besar untuk dalam negeri, dan sisanya diekspor ke Vietnam,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah terus mendorong percepatan implementasi konsep industri hijau, termasuk di PT Daeyoung.

Dirjen KPAII berharap, seluruh industri yang berada di KIK dapat menikmati harga gas sebesar USD6 per MMBTU. Hal ini dinilai dapat memacu produktivitas dan daya saing industri tersebut. “KIK ingin adanya percepatan pembangunan pipa transmisi gas Cirebon-Semarang,” ujarnya.

Kebutuhan eksisting gas di KIK yang saat ini mencapai 36,6 MMSCFD, hampir 50% dari kebutuhan di Jawa Tengah sebesar 70 MMSCFD. “Kebutuhan gas di Kendal akan lebih besar jika industri-industri lain di luar KIK sudah beroperasi,” pungkasnya.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download lava firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: Cobisnisharga gas industrikementerian perindustrian

Related Posts

Emas Pimpin Investasi 2025, Saham dan Bitcoin Belum Mampu Menyusul

Emas Pimpin Investasi 2025, Saham dan Bitcoin Belum Mampu Menyusul

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Emas mencatatkan kinerja paling moncer sepanjang tahun 2025 dan meninggalkan seluruh kelas aset investasi lain. Logam mulia...

Sekjen NATO Sentil Eropa, Ketergantungan pada AS Masih Mutlak

Sekjen NATO Sentil Eropa, Ketergantungan pada AS Masih Mutlak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa Eropa hingga kini belum mampu mempertahankan diri tanpa dukungan Amerika...

Wall Street Naik Jelang Rilis Laporan Keuangan Emiten Besar

Wall Street Naik Jelang Rilis Laporan Keuangan Emiten Besar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026) waktu setempat, di tengah perhatian investor terhadap...

Pasca Banjir, Risiko Penyakit Meningkat dan Tak Bisa Dianggap Sepele

Pasca Banjir, Risiko Penyakit Meningkat dan Tak Bisa Dianggap Sepele

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Banjir yang melanda sejumlah wilayah tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memicu ancaman kesehatan serius bagi...

Penjual Es Gabus di Kemayoran Dituding Pakai Spons, Ini Fakta Sebenarnya

Penjual Es Gabus di Kemayoran Dituding Pakai Spons, Ini Fakta Sebenarnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Media sosial ramai membahas video pemeriksaan seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang diduga menjual...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Reza Arap Oktovian, Sosok Multitalenta dari Konten Digital hingga Dunia Film

Profil Reza Arap Oktovian, Sosok Multitalenta dari Konten Digital hingga Dunia Film

January 25, 2026
Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

January 20, 2026
Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun

Foto Jenazah Lula Lahfah Beredar, Polisi Benarkan Penemuan di Apartemen Jaksel

January 24, 2026
BlackRock Diam-diam Serok Saham BUMI

BlackRock Diam-diam Serok Saham BUMI

January 26, 2026
Lapakgaming Kembangkan Layanan Hiburan Digital, Siap Tembus Pasar Global

Indonesia Summit 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Penjual dan Affiliate Creator Tokopedia–TikTok Shop

January 27, 2026
Lapakgaming Kembangkan Layanan Hiburan Digital, Siap Tembus Pasar Global

Sidang Nadiem Dinilai Tak Logis, Jumlah Saksi Jaksa Penerima Gratifikasi Bertambah

January 27, 2026
Lapakgaming Kembangkan Layanan Hiburan Digital, Siap Tembus Pasar Global

Lapakgaming Kembangkan Layanan Hiburan Digital, Siap Tembus Pasar Global

January 27, 2026
Peluncuran SEMANTIK

Peluncuran SEMANTIK

January 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved