• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Emas Pimpin Investasi 2025, Saham dan Bitcoin Belum Mampu Menyusul

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 27, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Emas Pimpin Investasi 2025, Saham dan Bitcoin Belum Mampu Menyusul

JAKARTA, Cobisnis.com – Emas mencatatkan kinerja paling moncer sepanjang tahun 2025 dan meninggalkan seluruh kelas aset investasi lain. Logam mulia ini menguat tajam hingga 62 persen, menjadikannya primadona di tengah ketidakpastian global.

Lonjakan harga emas terjadi saat pasar global dibayangi risiko geopolitik dan ketegangan perdagangan. Kebijakan tarif yang kembali digaungkan Amerika Serikat membuat investor memilih aset aman dibanding instrumen berisiko.

Selain faktor geopolitik, akumulasi besar-besaran oleh bank sentral dunia menjadi pendorong utama reli emas. Banyak negara meningkatkan cadangan emas untuk memperkuat stabilitas moneter di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di saat emas melesat, kinerja pasar saham Amerika Serikat masih mencatatkan pertumbuhan positif. Indeks Nasdaq menguat 20,5 persen, sementara S&P 500 naik 16,6 persen sepanjang 2025.

Penguatan indeks saham AS ditopang euforia besar terhadap sektor teknologi, khususnya perkembangan artificial intelligence (AI). Narasi transformasi digital mendorong valuasi emiten teknologi tetap atraktif bagi investor.

Namun, tidak semua aset menikmati kinerja solid. Bitcoin, yang sempat diharapkan menjadi alternatif lindung nilai, justru tampil di bawah ekspektasi pasar sepanjang tahun lalu.

Meski demikian, kinerja Bitcoin masih lebih baik dibanding sejumlah instrumen lain. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat melemah sekitar 10 persen akibat tekanan kebijakan moneter dan defisit fiskal AS.

Sementara itu, harga minyak mentah atau crude oil mengalami koreksi tajam hingga 21,5 persen. Pelemahan ini dipicu perlambatan permintaan global serta pasokan yang tetap tinggi.

Perbedaan kinerja antar kelas aset mencerminkan perubahan preferensi investor. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, aset defensif seperti emas kembali menjadi pilihan utama.

Capaian ini mempertegas peran emas sebagai aset lindung nilai klasik. Ketika volatilitas meningkat dan risiko global membesar, emas kembali menunjukkan kekuatannya.

Tags: BitcoinCobisnisEmasinvestasiPasar globalPebisnismudaSaham

Related Posts

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Gizi Nasional atau BGN memperketat pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Kepala Satuan Pelayanan...

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Fenomena Matahari yang tampak berwarna merah terlihat di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (6/9/2026). Badan Meteorologi,...

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai memberikan tekanan besar terhadap industri penerbangan. Indonesia National Air Carriers Association...

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi. Rupiah berada di level Rp17.645 per dolar...

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada semester I 2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp8,51...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI mendukung MotoGP Mandalika 2026 dengan memperkuat layanan keuangan syariah dan ekosistem pariwisata terintegrasi di NTB.

BSI Perkuat Ekosistem Wisata Syariah di Mandalika

September 8, 2026
Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

September 8, 2026
Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

September 8, 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

September 8, 2026
Program Pestani Bawang Merah Nyawiji Petrokimia Gresik mendorong produktivitas bawang merah Nganjuk hingga 20 ton per hektare atau naik 12 persen.

Pestani Petrokimia Gresik Naikkan Produktivitas Bawang Merah

September 9, 2026
Rahmi Hatta, Satu Abad Rahmi Hatta, Fashion Performance Art RUMAH, nikah massal, Yayasan Meutia Hatta Swasono

Satu Abad Rahmi Hatta, Warisan yang Terus Hidup

September 9, 2026
PDIP Buka Suara Disebut Jadi Poros Kuat Pilpres 2029

PDIP Buka Suara Disebut Jadi Poros Kuat Pilpres 2029

September 9, 2026
Menyimpan Kopi - pexels/Jonathan Borba

Cara Simpan Kopi Bubuk dan Biji Kopi Biar Tetap Segar Tidak Cepat Basi

September 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved