• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, January 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kasus Jiwasraya, AAJI: Nasabah Tak Usah Panik

Dwi Rachmawati by Dwi Rachmawati
February 29, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Kasus Jiwasraya, AAJI: Nasabah Tak Usah Panik

Cobisnis.com – Beberapa pekan ini masyarakat digegerkan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang mengalami mogok bayar sejak akhir tahun 2018 silam. Hal itu membuat Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) angkat bicara.

Dalam acara media workshop yang dilaksanakan di Sentul pada 28-29 Februari 2020, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, “Akhir-akhir ini masyarakat banyak yang cemas akan asuransi jiwa, dan reaksinya yang paling mudah kami amati adalah meningkatnya aksi penarikan nilai tebus (surrender) atas polis asuransi yang dimiliki.”

Menurutnya, kecemasan tersebut tidak akan terjadi apabila nasabah memahami bahwa asuransi jiwa merupakan proteksi sekaligus investasi jangka panjang.

Dengan pemahaman itu, jika dalam suatu waktu ada guncangan, baik kasus serupa Jiwasraya maupun kondisi pasar yang naik turun, maka nasabah pun tidak perlu panik.

Berdasarkan data AAJI, peningkatan nilai klaim dan manfaat yang dibayarkan dari tahun 2008 berada pada 30,08 triliun sedangkan untuk 2018 di 121,35 triliun.

Angka tersebut menunjukkan, industri asuransi jiwa terus berkomitmen dan konsisten dalam memenuhi kewajiban nasabah.

“Kita sudah melihat angkanya. Memang selalu naik setiap tahun, tapi kalau sungguh kasus (Jiwasraya) menimbulkan kepanikan, seharusnya sudah terlihat (surrender naik signifikan) di sembilan bulan pertama,” ujar Budi.

Pria yang akrab disapa pak Butom itu menambahkan, jadi nasabah harusnya memahami bahwa membeli asuransi bukan untuk setahun, dua tahun, tapi untuk jangka panjang.

“Dan, jika sepanjang tahun itu ada up and down-nya, seharusnya nasabah hanya menggunakan sebagian uangnya untuk asuransi kan sebetulnya tidak perlu panik,” tutup Budi.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: aajiasuransiCobisniscobisnis & bisnisjiwasrayapertumbuhan asuransi

Related Posts

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, dipastikan tidak bisa menurunkan dua pemain kunci pada ajang FIFA Series...

Purbaya Pastikan Dana Program Makan Bergizi Tetap Jalan dan Efektif

Utang 2025 Rp736,3 T, Purbaya Sebut Hampir Sentuh Target APBN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Keuangan mencatat penarikan pembiayaan utang sebesar Rp 736,3 triliun sepanjang tahun 2025. Realisasi ini setara 94,9...

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Insomnia masih menjadi masalah umum yang dialami banyak orang, terutama di tengah rutinitas harian yang padat dan...

Telur Tiap Hari Selama Seminggu, Ini Dampaknya Menurut Ahli Gizi

Telur Tiap Hari Selama Seminggu, Ini Dampaknya Menurut Ahli Gizi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pandangan soal telur sebagai pemicu kolesterol tinggi perlahan berubah. Berbagai riset terbaru menunjukkan, telur justru bisa menjadi...

Terlalu Sering Konsumsi Gula, Otak Bisa Kena Efek Serius

Terlalu Sering Konsumsi Gula, Otak Bisa Kena Efek Serius

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi gula disebut berpotensi merusak fungsi otak jika dilakukan terus-menerus. Kebiasaan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

January 9, 2026
Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

January 9, 2026
Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

January 9, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan Berlaku di Tiga Provinsi Awal 2026

Pemutihan Pajak Kendaraan Berlaku di Tiga Provinsi Awal 2026

January 9, 2026
BNI Ambil Bagian dalam Penyerahan 600 Hunian Danantara untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

BNI Ambil Bagian dalam Penyerahan 600 Hunian Danantara untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

January 10, 2026
FAO Ungkap 43,5% Warga Indonesia Sulit Akses Pangan Bergizi, Program MBG Jadi Tumpuan Negara

FAO Ungkap 43,5% Warga Indonesia Sulit Akses Pangan Bergizi, Program MBG Jadi Tumpuan Negara

January 10, 2026
Big Match Indonesia Super League: Persib vs Persija Akhir Pekan Ini

Big Match Indonesia Super League: Persib vs Persija Akhir Pekan Ini

January 10, 2026
Longsor Terjang Gunung Papandayan, Pendaki Diminta Jauhi Jalur Pondok Saladah

Longsor Terjang Gunung Papandayan, Pendaki Diminta Jauhi Jalur Pondok Saladah

January 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved