• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

FAO Ungkap 43,5% Warga Indonesia Sulit Akses Pangan Bergizi, Program MBG Jadi Tumpuan Negara

Dwi Natasya by Dwi Natasya
January 10, 2026
in Nasional
0
FAO Ungkap 43,5% Warga Indonesia Sulit Akses Pangan Bergizi, Program MBG Jadi Tumpuan Negara

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketimpangan akses terhadap pangan bergizi masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Laporan The State of Food Security and Nutrition in the World (SOFI) 2025 yang dirilis Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat, sebanyak 43,5 persen penduduk Indonesia belum mampu membeli makanan sehat secara layak.

Kondisi tersebut diperkuat oleh Global Hunger Index (GHI) 2025 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-70 dari 123 negara. Skor ini menunjukkan tingkat kelaparan Indonesia masih berada pada kategori moderat, menandakan kesejahteraan pangan belum merata.

Bagi keluarga prasejahtera, pemenuhan kebutuhan makan bukan lagi soal pilihan, melainkan soal bertahan hidup. Hampir seluruh pendapatan mereka terserap untuk belanja pangan. Situasi ini membuat kenaikan harga sekecil apa pun langsung berdampak besar, hingga pangan bergizi menjadi sesuatu yang sulit dijangkau.

Realitas tersebut tergambar dari pengalaman Kasmi Harasti, relawan di dua dapur SPPG di Kabupaten Kaur, Bengkulu. Saat pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Suka Bandung dan Desa Tanjung Iman, ia mendapati seorang siswa menyimpan telur rebus yang diterimanya.

“Siswa itu bilang sebenarnya suka telur, tapi ingin membawanya pulang untuk ayahnya. Di rumah, mereka jarang sekali bisa makan telur,” ujar Kasmi.

Kisah ini mencerminkan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Akses terhadap sumber protein seperti telur, ayam, daging, maupun ikan masih menjadi kemewahan bagi sebagian warga, padahal kekurangan gizi merupakan persoalan struktural yang berdampak jangka panjang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 mencatat, 8,47 persen penduduk Indonesia tergolong miskin atau prasejahtera. Dari angka tersebut, diperkirakan terdapat sekitar 2,16 juta ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan baduta (usia 0–23 bulan), serta sekitar 3,33 juta siswa SD hingga SMA yang berasal dari keluarga prasejahtera.

Dalam konteks inilah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi intervensi penting negara untuk membuka akses pangan bergizi bagi jutaan masyarakat dari Sabang hingga Merauke. Dari sudut pandang kesehatan, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia tiga tahun menjadi fondasi utama perkembangan otak.

MBG sebagai Fondasi Investasi Sumber Daya Manusia

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi, menegaskan bahwa program asupan bergizi seperti MBG idealnya diberikan secara konsisten setiap hari.

“Periode 1.000 hari pertama kehidupan, sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, adalah masa pembentukan struktur otak yang sangat intens. Nutrisi tidak boleh terputus. Jika asupan tidak konsisten, risiko gangguan perkembangan otak menjadi besar,” jelasnya.

Namun, ia juga menyoroti tantangan implementasi MBG bagi kelompok ibu hamil, menyusui, bayi, dan balita yang jauh lebih kompleks dibandingkan anak usia sekolah.

“Tidak semua ibu hamil di daerah terpencil bisa rutin datang ke puskesmas. Maka sistem distribusi langsung ke rumah menjadi penting, meskipun membutuhkan manajemen yang matang,” ujarnya.

Menurut Prof. Soedjatmiko, manfaat jangka panjang MBG akan jauh lebih optimal jika difokuskan pada keluarga miskin, sementara keluarga yang sudah mampu didorong untuk memenuhi kebutuhan gizinya secara mandiri. Ia juga mendorong agar program ini disertai edukasi dan percontohan pengolahan pangan lokal.

“Tujuannya agar keluarga bisa belajar menyiapkan makanan bergizi sendiri dan tidak selamanya bergantung pada bantuan,” tambahnya.

Dari sisi ekonomi, MBG juga dipandang sebagai investasi strategis pembangunan manusia. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai program ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan bahwa hasil riset menggunakan model Overlapping Generation Indonesia (OG IDN) menunjukkan potensi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

“Dampaknya memang moderat, dengan puncak peningkatan sekitar 0,15 hingga 0,17 persen pada awal 2040-an,” ungkap Rizal.

Temuan ini menegaskan bahwa investasi pada kecerdasan dan kesehatan generasi hari ini akan menjadi modal utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Meski demikian, keberhasilan MBG sangat bergantung pada dukungan lintas sektor dan pengawasan bersama agar program benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan.

Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: cobisnis.comFAOFood and Agriculture Organizationmakan bergizi gratisProgram mbg

Related Posts

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Senator Mitch McConnell Hadiri Sidang Senat untuk Pertama Kalinya Sejak Juni 2026

by Zahra Zahwa
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Senator Amerika Serikat Mitch McConnell kembali ke Capitol Hill pada Senin setelah absen selama tiga bulan karena...

Sah! Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu kepada Suahasil Nazara

Sah! Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu kepada Suahasil Nazara

by Hidayat Taufik
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kementerian Keuangan menggelar serah terima jabatan Menteri Keuangan pada Selasa (15/9/2026) di Jakarta. Dalam agenda tersebut, Purbaya...

Pencipta Siri Kenang Visi Awal Asisten Digital Sebelum Diakuisisi Apple

Pencipta Siri Kenang Visi Awal Asisten Digital Sebelum Diakuisisi Apple

by Zahra Zahwa
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Siri kini menjadi salah satu asisten digital paling dikenal di dunia. Namun, para penciptanya mengungkap bahwa visi...

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Atlet Perempuan Kritik Kampanye Iklan Novig yang Menampilkan Sydney Sweeney

by Zahra Zahwa
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kampanye iklan terbaru yang menampilkan aktris Sydney Sweeney memicu kritik dari sejumlah atlet perempuan. Mereka menilai konsep...

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

by Zahra Zahwa
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat dan China menunjukkan pendekatan berbeda terhadap pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perbedaan itu...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Senator Mitch McConnell Hadiri Sidang Senat untuk Pertama Kalinya Sejak Juni 2026

September 15, 2026
Sah! Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu kepada Suahasil Nazara

Sah! Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu kepada Suahasil Nazara

September 15, 2026
Wamenpar Dorong Aceh Culinary Festival 2026 Perkuat storytelling dari Kuliner Khas Aceh

Wamenpar Dorong Aceh Culinary Festival 2026 Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

September 15, 2026
Dr Ryan Keswani Ingatkan Pentingnya Menjaga Otak Sejak Usia Muda

Dr Ryan Keswani Ingatkan Pentingnya Menjaga Otak Sejak Usia Muda

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved