• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Camat dan Kades Larang Lansia Pakai Rakit, Kementerian PPPA: Ini Kekerasan Berbasis Gender Kepada Kaum Lemah

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
February 3, 2021
in Humaniora
0
Soal Lansia Terlantar Gara-gara Rakit, Dewan Lebong: Camat Wajib Dicopot!

Cobisnis.com – Insiden penelantaran dua wanita lansia oleh oknum Camat dan Kades di Bengkulu, mendapat sorotan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI. Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA RI, Vennetia Ryckerens Dannes, mengatakan, pihaknya akan melindungi perempuan rentan, seperti lansia, dan penyandang disabilitas.

“Kami sangat menyesalkan kejadian yang terjadi di Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Sebagai orang nomor satu di sana, Camat Rimbo Pegadang dan Kades Teluk Dien yang masih bersaudara, harusnya memberi contoh,” ungkap Vennetia dalam keterangan persnya, Selasa (2 Februari 2021).

Menurut profesor Vennetia, Camat dan Kades telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk menindas kaum lemah. Peraih gelar master bidang Kinesiologi Fisiologi dari Universitas Simon Fraser, Kanada itu menilai, tindakan Camat dan Kades termasuk kekerasan terhadap lawan jenis dan tingkat usia.

“Kasus ini merupakan kekerasan berbasis gender yang terjadi di ruang publik. Kekerasan karena ada relasi kuasa antara pelaku, yaitu Camat dan Kades sebagai penguasa wilayah tersebut, kepada kaum lemah, yaitu dua orang ibu ibu lansia,” urai Guru Besar Fakultas Kedokteran Unsrat Manado tersebut.

Dalam budaya Indonesia, terang Vennetia, menekankan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Gotong royong, saling tolong menolong, membantu orang dalam kesusahan, dan saling menghormati. Khususnya, terhadap kelompok lansia.

“Insiden ini, tidak seharusnya terjadi. Dimana-mana pasti ada budaya kearifan lokal. Kepada orang tua kita ada rasa sayang. Semua lansia adalah orang tua kita,” papar Vennetia.

Profesor kelahiran Manado tersebut juga mempertanyakan sikap Camat dan Kades melarang penggunaan rakit. Dirinya tidak habis pikir mengapa Camat dan Kades bisa setega itu menelantarkan keduanya hingga ketinggalan waktu ibadahnya.

“Apakah dua lansia itu harus membayar? Apakah karena takut nenek-nenek ini jatuh atau tenggelam? Kalau seperti itu, namanya rasa sayang yang salah. Kalau memang khawatir seperti itu, seharusnya dibantu, seberangkan,” imbaunya.

Lansia, kata Vennetia, perlu diberikan ruang begerak yang sama dengan kalangan muda lainnya. Karena, lansia berpengaruh besar dalam pembentukan generasi penerus bangsa. Untuk itu, pembatasan terhadap lansia tidak dapat dibenarkan.

“Kita tidak boleh melarang lansia beraktifitas. Selagi dia mampu, kita harus buka ruang untuk mereka. Potensi sumber daya mereka juga merupakan aset pembangunan. Mereka kaya pengalaman, pengetahuan, sampai menjadikan anak-anaknya sukses. Itu bukanlah hal mudah. Sayangi, hormati, dan berdayakan mereka sesuai potensi dan kemampuannya,” pesan Vennetia.

Vennetia mengatakan, salah satu program di KPPPA adalah “Gerakan Sayang Lansia” dengan moto “Semua Lansia adalah Orang Tua Kita.” Program tersebut, tegasnya, perlu disosialisasikan lebih luas, agar dapat menjangkau hingga ke pelosok negeri. Pihaknya juga akan mengajak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi(PDTT).

“Kami mohon, rekan-rekan media sebagai ujung tombak dapat mensosialisasikannya. Kami akan bekerjasama dengan Kementeruan PDTT untuk mengintegrasikan program ini ke dalam Desa Tangguh Ramah Lansia,” demikian Vennetia.

Untuk diketahui, sebelumnya dua wanita lansia, Rosni (70), Sumiaty (65), dan keluarganya terdampar selama berjam-jam di tepi sungai Ketaun, Talang Ratu, Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Bengkulu, Kamis (28/1) siang.

Mereka dilarang menyeberang menggunakan rakit oleh oknum Kades Teluk Dien, Jon Kenedi, yang mengklaim sebagai pemilik rakit. Tindakan Kades tersebut juga didukung kakak kandungnya selaku Camat Rimbo Pengadang, Lasmudin yang berada di lokasi kejadian.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download samsung firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download

Related Posts

Makan Telur - pexels/ROMAN ODINTSOV

Ahli Bedah: Konsumsi Protein Berlebihan Tidak Baik untuk Kesehatan Usus

by Chodijah Febriani
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Diet tinggi protein sering dianggap sebagai jalan pintas menuju kebugaran untuk tubuh yang lebih baik, pertumbuhan otot...

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Ahli Jelaskan Hal yang Perlu Diwaspadai

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Ahli Jelaskan Hal yang Perlu Diwaspadai

by Hidayat Taufik
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami tiga kali erupsi pada Rabu (28/10/2026) malam. Aktivitas tersebut...

Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

by Chodijah Febriani
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Melalui Wonderful Indonesia United Kingdom Sales Mission 2026 di Glasgow dan Manchester, serta partisipasi dalam World Travel...

Kemenpar Ajak Travel Agent Tiongkok Kembangkan Paket Wisata Labuan Bajo dan Bali

Kemenpar Ajak Travel Agent Tiongkok Kembangkan Paket Wisata Labuan Bajo dan Bali

by Chodijah Febriani
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai upaya untuk memperkenalkan wisata Indonesia yang lebih luas, Kementerian Pariwisata mengajak sejumlah agen perjalanan dan operator...

5,7 Juta Akun FORE Bocor! Nama hingga Riwayat Belanja Ikut Terseret

5,7 Juta Akun FORE Bocor! Nama hingga Riwayat Belanja Ikut Terseret

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengakui adanya peretasan pada aplikasi yang digunakan untuk mengelola data pelanggan....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Malaysia Buka Peluang Kerja Sama Penanganan Karhutla dengan Indonesia

Malaysia Buka Peluang Kerja Sama Penanganan Karhutla dengan Indonesia

October 28, 2026
Jamkrindo Catat Penjaminan Rp271,2 Triliun hingga September 2026

Jamkrindo Catat Penjaminan Rp271,2 Triliun hingga September 2026

October 28, 2026
Karyawan Menelepon Saat Bekerja - pexels/https://kaboompics.com/

3 Tips Cara Terbaik untuk Berhenti Menunda-nunda Pekerjaan

October 28, 2026
IFG Umumkan Perubahan Susunan Direksi Jasindo

Hilirisasi Nasional Makin Cepat, Asuransi Jasindo Siap Perkuat Perlindungan Risiko

October 27, 2026
Makan Telur - pexels/ROMAN ODINTSOV

Ahli Bedah: Konsumsi Protein Berlebihan Tidak Baik untuk Kesehatan Usus

October 29, 2026
Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Ahli Jelaskan Hal yang Perlu Diwaspadai

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Ahli Jelaskan Hal yang Perlu Diwaspadai

October 29, 2026
Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

October 29, 2026
Kemenpar Ajak Travel Agent Tiongkok Kembangkan Paket Wisata Labuan Bajo dan Bali

Kemenpar Ajak Travel Agent Tiongkok Kembangkan Paket Wisata Labuan Bajo dan Bali

October 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved