• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

BI Pantau Dampak Ancaman MSCI, Fokus Tarik Kembali Modal Asing ke Indonesia

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 21, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
BI Pantau Dampak Ancaman MSCI, Fokus Tarik Kembali Modal Asing ke Indonesia

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Indonesia (BI) menilai tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih berada dalam batas normal. Meski rupiah sempat tertekan selama dua hari, bank sentral menilai kondisi regional yang kurang kondusif turut memengaruhi pergerakan pasar.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan pihaknya telah memberikan perhatian khusus dan melakukan asesmen terhadap ancaman perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI. BI juga terus memantau perkembangan pasar keuangan untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

“Kami masih melihat bahwa tekanannya masih relatif dalam batas yang cukup normal karena pada saat yang bersamaan juga regional kondisinya lagi enggak terlalu baik,” ujar Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI, Rabu (21/10/2026).

Selain memantau pergerakan rupiah, BI mengawasi aliran modal keluar atau outflow yang merespons sentimen MSCI. Bank sentral kini berfokus mendorong masuknya kembali modal asing atau inflow melalui kebijakan yang lebih terarah.

Destry mengatakan BI akan mengoptimalkan insentif bagi investor yang menempatkan dana pada aset domestik. Instrumen yang menjadi sasaran mencakup Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta investasi dalam bentuk pinjaman.

Salah satu insentif yang diterapkan melalui instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) berupa pengurangan biaya lindung nilai atau hedging cost hingga 45%. Kebijakan insentif untuk transaksi swap dan DNDF tersebut telah diberlakukan sejak Juni 2026.

Menurut Destry, kebijakan tersebut telah membantu mendatangkan aliran modal masuk sebesar US$9,9 miliar sejak Juni hingga periode penyampaian pernyataannya. BI berharap arus modal tersebut dapat terus diperkuat melalui insentif yang lebih terarah.

BI juga mengharapkan terjadinya penyesuaian harga atau repricing pada aset domestik, termasuk SBN. Jika dikombinasikan dengan insentif yang lebih besar, kondisi tersebut diharapkan membuat selisih imbal hasil aset domestik terhadap aset dolar AS lebih menarik bagi investor asing.

Tekanan terhadap pasar modal Indonesia muncul setelah MSCI pada 16 Oktober 2026 mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi Indonesia dari pasar negara berkembang atau emerging market menjadi pasar mandiri atau standalone market. Keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Lembaga tersebut juga menilai reformasi yang diumumkan otoritas Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten dan berdampak signifikan.

Selama proses konsultasi berlangsung, MSCI tetap membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut. Di tengah ketidakpastian tersebut, langkah BI untuk menjaga stabilitas rupiah dan menarik kembali modal asing menjadi bagian penting dalam merespons tekanan pasar keuangan.

Tags: bank indonesiaHeadlineModal asingMSCIpasar modal indonesiaRupiah

Related Posts

BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan akan menindak tegas merchant dan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang terbukti menggunakan QRIS...

Jual-Beli Saham BYAN Libatkan Dua Konglomerat, Ada Apa di Baliknya?

Jual-Beli Saham BYAN Libatkan Dua Konglomerat, Ada Apa di Baliknya?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Transaksi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali menjadi sorotan di tengah tekanan terhadap pasar modal Indonesia....

BEI Revisi Batas ARB Saham, Kebijakan Baru Berlaku hingga 31 Desember 2026

BEI Ubah Perhitungan IHSG, Saham HSC Resmi Tak Lagi Masuk Indeks

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut menyiapkan perubahan dalam perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tekanan...

Terungkap! Penerima MBG Justru Didominasi Siswa dari Keluarga Kaya

Terungkap! Penerima MBG Justru Didominasi Siswa dari Keluarga Kaya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkap distribusi penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) masih lebih banyak menjangkau siswa dari...

Peneliti Australia mengembangkan pendekatan untuk menargetkan fusi gen pemicu kanker, membuka peluang terapi yang disesuaikan dengan profil genetik tumor pasien.

Peneliti Australia Kembangkan Terapi Kanker Berbasis Fusi Gen

by Desti Dwi Natasya
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Peneliti di Australia mengembangkan pendekatan baru untuk menargetkan kelainan genetik yang memicu kanker melalui metode yang berfokus...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan EMI untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik ALVA

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan EMI untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik ALVA

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

October 20, 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut cadangan Pertalite nasional cukup untuk 16–20 hari, sementara pasokan BBM di Bali dan Jawa Timur mulai teratasi.

Bahlil Sebut Cadangan Pertalite Cukup hingga 20 Hari

October 20, 2026
Meutya Hafid Bantah Komdigi Minta Konten Karhutla Dihapus

Meutya Hafid Bantah Komdigi Minta Konten Karhutla Dihapus

October 21, 2026
Iran Ancam Putus Kabel Internet Bawah Laut AS di Selat Hormuz

Iran Ancam Putus Kabel Internet Bawah Laut AS di Selat Hormuz

October 21, 2026
BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

October 21, 2026
Principal Researcher dan Dosen Universitas Esa Unggul Dr. dr. Dien Kurtanty, M.K.M. saat menyampaikan hasil kajian tentang hubungan kandungan mineral dengan persepsi rasa pada air mineral di Jakarta, Selasa (21/10)

Riset Ungkap Komposisi Mineral Memengaruhi Rasa Air

October 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved