JAKARTA, Cobisnis.com – Inter Milan menelan kekalahan 3-4 dari Club Brugge pada laga kedua fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB.
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengakui timnya kehilangan kendali setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang dan mulai bermain terburu-buru ketika tertinggal.
“Frustrasi mulai muncul, kami menjadi panik dan kehilangan keseimbangan,” kata Chivu, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (14 Oktober 2026).
Club Brugge tampil efektif melalui Nicolo Tresoldi yang mencetak hat-trick, sedangkan Romeo Vermant menyumbangkan satu gol tambahan untuk tim tamu.
Inter sempat menyamakan kedudukan melalui dua gol Lautaro Martinez dan memperkecil ketertinggalan lewat gol Ange-Yoan Bonny pada masa tambahan waktu, tetapi upaya tersebut tidak cukup untuk menghindarkan tuan rumah dari kekalahan.
Chivu menilai Inter sebenarnya memulai pertandingan dengan intensitas yang baik, tetapi kesalahan saat mengantisipasi serangan balik membuat timnya kehilangan kendali permainan.
“Babak pertama berjalan baik dari kedua tim, dengan intensitas tinggi, tetapi kami kebobolan gol melalui serangan balik dari tendangan sudut kami sendiri di mana kami seharusnya bisa lebih terorganisir,” kata Chivu kepada Sky Sport Italia.
Menurut Chivu, kegagalan memanfaatkan peluang pada awal babak kedua turut memicu frustrasi pemain hingga organisasi permainan Inter semakin berantakan.
“Kami tidak memiliki ketenangan untuk mempertahankan rencana permainan. Club Brugge juga layak dipuji atas kualitas teknis, intensitas, dan tekad mereka, yang menyebabkan kami mengalami kesulitan nyata,” ujarnya.
Rapuhnya pertahanan juga menjadi persoalan bagi Inter, yang menurut data dalam laporan tersebut telah kebobolan 14 gol dalam delapan pertandingan di Serie A dan Liga Champions musim ini.
Chivu mengakui kondisi tersebut perlu segera dievaluasi, baik dari sisi taktik maupun kesiapan mental pemain, agar timnya dapat kembali bersaing di kompetisi Eropa.
“Saya tidak bisa mengatakan ini tidak mengkhawatirkan, jelas ada hal-hal yang perlu kita evaluasi ulang. Sangat sulit untuk kembali ke jalur yang benar di Liga Champions mengingat kualitas lawan, tetapi kita harus fokus pada keseimbangan, duel, bola kedua, dan menjaga formasi,” ungkap Chivu yang dikutip dari laman resmi klub pada Rabu.
Pelatih asal Rumania itu juga menyatakan dirinya bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut dan berkomitmen memperbaiki persiapan tim.
“Kami sangat menyadari apa yang tidak berjalan dengan baik di Liga Champions dan akan mencoba mengubah persiapan mental kami. Saya harus menjadi orang pertama yang bertanggung jawab, karena mungkin saya tidak dapat menemukan keseimbangan yang tepat dalam menghadapi jenis pertandingan tertentu,” paparnya.
Kekalahan dari Club Brugge membuat perjalanan Inter di Liga Champions semakin sulit setelah mereka juga kalah pada pertandingan pembuka melawan Real Madrid.













