• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, November 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Usia Muda Bisa Kena Serangan Jantung, Mengapa?

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
October 14, 2026
in Lifestyle
0
Usia Muda Bisa Kena Serangan Jantung, Mengapa?

JAKARTA, Cobisnis.com — Serangan jantung tidak hanya mengintai orang lanjut usia, tetapi juga dapat terjadi pada kelompok usia muda, termasuk mereka yang baru memasuki usia 20-an. Sejumlah faktor dapat memicu kondisi ini, di antaranya gaya hidup tidak sehat, riwayat keluarga, dan peradangan dalam tubuh.

Spesialis jantung Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Muhammad Barri Fahmi, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, menjelaskan bahwa umur seseorang tidak selalu sejalan dengan kondisi kesehatan pembuluh darahnya. Karena itu, seseorang yang masih muda belum tentu memiliki pembuluh darah yang sehat.

Ia menerangkan bahwa terdapat perbedaan antara usia biologis, yakni umur berdasarkan waktu sejak seseorang lahir, dan usia vaskular yang mencerminkan kondisi pembuluh darah.

Kondisi ini dapat dipengaruhi kebiasaan sehari-hari. Sebagai contoh, pesepak bola Cristiano Ronaldo tetap menjaga kebugaran pada usia 40 tahun berkat kedisiplinan dalam menjalani pola hidup sehat. Sebaliknya, orang seusianya yang kurang beraktivitas fisik dan sering mengonsumsi makanan berminyak dapat menghadapi risiko kesehatan berbeda.

“Dibandingkan dengan mungkin teman-teman seangkatannya Cristiano Ronaldo yang gaya hidupnya kurang sehat, mungkin makanannya gorengan atau deep fried foods,” kata dr. Barri dalam konferensi pers penyelenggaraan forum “Strategic PCI Meeting 2026” di Mayapada Hospital, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026).

Menurut Barri, kebiasaan merokok, menggunakan rokok elektronik, jarang berolahraga, serta mengonsumsi makanan kurang sehat dapat mempercepat penurunan kondisi pembuluh darah.

“Terus kemudian dia tidak exercise, dia kemudian smoker ataupun electronic cigarettes, itu biological age-nya tidak akan sama dengan vascular age-nya,” lanjutnya.

Ketika pembuluh darah mengalami penuaan lebih cepat, risiko gangguan kesehatan dapat meningkat meskipun usia seseorang masih tergolong muda. Kerusakan pembuluh darah juga berkaitan dengan munculnya tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.

“Jadi istilahnya mungkin usianya 40 tahun, yang gaya hidupnya kurang sehat, tapi usia ‘jeroannya’ mungkin sudah 50 tahun, 60 tahun,” tutur dr. Barri.

“Makanya itu menjawab kenapa orang ada yang masih muda tetapi terkena serangan jantung, karena vascular age-nya sudah tua,” papar dr. Barri.

Riwayat keluarga turut meningkatkan risiko

Selain kebiasaan hidup, faktor keturunan juga menjadi hal penting dalam menilai risiko serangan jantung pada usia muda. Spesialis jantung Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Ika K. Dhanudibroto, Sp.JP, Subsp. KI(K), FIHA, menyebut riwayat penyakit jantung dalam keluarga dapat meningkatkan kerentanan seseorang.

“Banyak pasien-pasien dengan serangan jantung usia muda memiliki family risk factor yang tinggi. (Dari) Ayah, ibu, (anak berisiko mengalami) serangan jantung usia muda di bawah 50 tahun,” ungkap dr. Ika.

Faktor genetik membuat sebagian orang memiliki risiko lebih tinggi meskipun telah menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menghindari rokok. Oleh sebab itu, kebiasaan hidup sehat tetap perlu disertai pemahaman mengenai riwayat kesehatan keluarga.

“Jadi kadangkala mungkin hidupnya udah sehat, olahraganya betul, merokok enggak, lalu kemudian makanannya sudah cukup terjaga, tetapi kok masih kena serangan jantung? Nah, genetik, itu juga berperan,” terang dr. Ika.

Pemeriksaan laboratorium tertentu dapat membantu dokter mengidentifikasi risiko genetik pada kondisi yang sesuai. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menyusun langkah pencegahan berdasarkan profil kesehatan masing-masing orang.

Peradangan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan

Faktor gaya hidup dan genetik juga berkaitan dengan peradangan atau inflamasi yang dapat memengaruhi pembuluh darah. Pola makan yang didominasi makanan olahan perlu diwaspadai sebagai bagian dari kebiasaan yang kurang mendukung kesehatan jantung.

Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengukur penanda peradangan adalah High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP). Tes ini membantu dokter menilai tingkat peradangan yang dapat berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Barri menjelaskan, kadar kolesterol yang rendah tidak selalu berarti risiko penyakit jantung sepenuhnya terkendali. Penanda peradangan yang tinggi tetap perlu diperhatikan dalam penilaian kesehatan pasien.

“Banyak pasien yang kadar kolesterolnya sudah rendah, terutama LDL, ketika diperiksa kadar hs-CRP-nya, kalau LDL-nya rendah, kolesterolnya bagus, tapi hs-CRP-nya tinggi, inflamasinya tinggi, itu tetap akan meningkatkan risiko sakit jantung,” kata dr. Barri.

Hasil pemeriksaan perlu dinilai bersama faktor risiko lainnya agar dokter dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai. Pemeriksaan dan konsultasi medis juga membantu seseorang memahami kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh.

Selain itu, masyarakat dapat mulai memperbaiki pola makan dengan memperbanyak konsumsi makanan utuh atau real food serta membatasi makanan yang diproses secara berlebihan.

“Semakin tinggi kadar inflamasi seseorang, kita harus makin berusaha untuk menurunkan inflamasi tersebut,” pungkas dr. Barri.

Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
udemy free download
download lenevo firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.comFaktor Genetikkesehatan jantungpola hidup sehatSerangan Jantungusia muda

Related Posts

Pelari - pexels/CRISTIAN CAMILO ESTRADA

Bahaya Rhabdomyolysis, Akibat Lari Ekstrem yang Dapat Membahayakan Jantung

by Chodijah Febriani
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kasus kematian Rachel Apa, pelari maraton berusia 24 tahun yang pingsan hanya 3 km sebelum garis finis...

Margono Djojohadikusumo Masuk Usulan Pahlawan Nasional, Gus Ipul Angkat Bicara

Margono Djojohadikusumo Masuk Usulan Pahlawan Nasional, Gus Ipul Angkat Bicara

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membenarkan bahwa nama Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo...

Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Komisi Yudisial (KY) Abdul Chair Ramadhan menggelar pertemuan dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Markas...

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset nantinya akan memuat ketentuan...

Dalam Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Dalam Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memaparkan perjalanan pendidikannya mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi saat...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ilmuwan Temukan Jadarite, Mineral Bumi yang Mirip Kryptonite Superman

Ilmuwan Temukan Jadarite, Mineral Bumi yang Mirip Kryptonite Superman

November 4, 2026
Hashim Cemas Rupiah Tembus Rp21 Ribu

Hashim Cemas Rupiah Tembus Rp21 Ribu

November 4, 2026
Hana Bank Tawarkan Tiket Gratis ke Korea Selatan lewat Program Tabungan

Hana Bank Tawarkan Tiket Gratis ke Korea Selatan lewat Program Tabungan

November 4, 2026
Kemenkes: Terapi Pencegahan TBC di Jakarta Meningkat 5 Kali Lipat

Kemenkes: Terapi Pencegahan TBC di Jakarta Meningkat 5 Kali Lipat

November 4, 2026
Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

November 5, 2026
Minuman Segar di Kafe - pexels/meomupmofilm

Studi: Sedotan Kertas Memiliki Risiko Kanker Lebih Besar daripada Plastik

November 5, 2026
Pelari - pexels/CRISTIAN CAMILO ESTRADA

Bahaya Rhabdomyolysis, Akibat Lari Ekstrem yang Dapat Membahayakan Jantung

November 5, 2026
PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

November 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved