• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

4 Kesalahan Umum yang Harus dihindari di Usia 40 untuk Jantung yang Lebih Sehat

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
October 10, 2026
in Lifestyle
0
Skrining Kesehatan - pexels/Gustavo Fring

Skrining Kesehatan - pexels/Gustavo Fring

JAKARTA, Cobisnis.com – Menginjak usia 40 tahun bisa menjadi salah satu momen yang tepat untuk mengevaluasi kebiasaan kesehatan. Di usia yang tak muda lagi penting sekali untuk lebih memperhatikan kesehatan demi masa tua yang sehat, tetap bugar dan juga aktif.

Dokter bedah kardiovaskular Dr. Jeremy London baru-baru ini menyoroti empat kesalahan umum yang dilakukan orang saat memasuki usia 40 tahun, seperti mengikuti diet yang sedang tren, menjadi lebih tidak aktif, melewatkan pemeriksaan kanker, dan percaya bahwa sudah “terlalu terlambat” untuk melakukan perubahan yang lebih sehat.

Berikut empat kesalahan umum yang harus dihindari di usia 40 tahun untuk jantung yang sehat, yaitu :

1. Mengikuti diet yang sedang tren

“Diet ekstrem yang mengurangi kalori secara drastis atau menghilangkan seluruh kelompok makanan dapat mengakibatkan hilangnya massa otot serta penurunan berat badan,” kata Dr. Vimlesh Pandey, Konsultan Kardiolog, Rumah Sakit KIMS, Thane, dilansir dari Indianexpress, Sabtu (10/9/2026).

Hal ini penting karena menjaga massa otot menjadi semakin penting untuk kekuatan, mobilitas, dan kesehatan metabolisme. Dr. Pandey juga menunjukkan bahwa penurunan dan kenaikan berat badan berulang kali dapat mempersulit mempertahankan berat badan yang sehat dalam jangka panjang

Ia merekomendasikan membangun kebiasaan makan yang normal dan dapat dipertahankan selama bertahun-tahun.

“Penting untuk memasukkan protein yang cukup serta sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan lemak sehat, dan pada saat yang sama mengurangi asupan makanan olahan, gula berlebihan, dan garam,” jelas Dr. Pandey.

Dr. Pandey menambahkan, penting juga pengendalian porsi juga dapat membantu. Fokusnya, seharusnya pada pola makan yang berkelanjutan daripada diet ketat yang hanya dapat diikuti selama beberapa minggu.

2. Menjadi semakin tidak aktif secara fisik

“Karena seseorang kurang bergerak, pengeluaran kalori menurun, kekuatan otot berkurang, dan kebugaran kardiovaskular menurun,” ucap Dr. Pandey.

Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol abnormal yang semuanya dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.

“Orang dewasa sebaiknya menargetkan setidaknya 150 menit aktivitas fisik setiap minggu dengan intensitas sedang, misalnya dengan berjalan cepat, dan juga melakukan latihan yang membangun otot setidaknya dua hari sekali,” katanya.

Namun, orang yang kurang aktif tidak perlu mencapai target tersebut secara langsung.

Dr. Pandey menyarankan untuk memulai dengan jalan kaki singkat, mengambil istirahat bergerak secara teratur selama jam kerja, dan secara bertahap meningkatkan aktivitas. Membangun kebiasaan secara perlahan dapat mempermudah keberlanjutannya.

3. Melewatkan pemeriksaan skrining kanker

Menginjak usia 40 tahun bukan berarti setiap orang membutuhkan rangkaian pemeriksaan kanker yang sama. Rekomendasi pemeriksaan bergantung pada faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, gaya hidup, dan risiko individu.

Menurut Dr. Raziuddin Khwaja, Konsultan Onkologi Medis di Institut Kanker Kepala dan Leher India (HNCII), mengatakan bahwa masyarakat harus terus melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan mendiskusikan pemeriksaan skrining kanker yang tepat dengan dokter mereka.

Tergantung pada keadaan masing-masing, ini mungkin termasuk pemeriksaan untuk kanker payudara, serviks, dan kolorektal. Orang-orang dengan paparan tembakau atau alkohol yang signifikan mungkin juga memerlukan evaluasi yang lebih rinci, katanya.

4. Berpikir bahwa sudah “terlambat” untuk meningkatkan kesehatan

“Gagasan bahwa sudah terlambat justru dapat menjadi penghalang untuk mengambil tindakan pencegahan,” ungkap Dr. Khwaja.

Ia menekankan bahwa kesehatan bukanlah situasi serba atau tidak sama sekali. Bahkan setelah usia 40 tahun, perubahan seperti berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, menjadi lebih aktif secara fisik, memperbaiki pola makan, dan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang direkomendasikan dapat membuat perbedaan.

“Tujuannya bukanlah untuk menghilangkan semua kebiasaan tidak sehat yang kamu miliki di masa lalu, melainkan untuk membuat pilihan yang lebih baik berdasarkan situasi saat ini,” tukasnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
download samsung firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: jaga kesehatan jantungmakan sehat di usia 40 tahunskrining kesehatan

Related Posts

Aturan Baru BPJS Kesehatan 2026: Pasien Kontrol Harus Datang Sesuai Tanggal Surat

Aturan Baru BPJS Kesehatan 2026: Pasien Kontrol Harus Datang Sesuai Tanggal Surat

by Hidayat Taufik
June 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – BPJS Kesehatan mulai menerapkan aturan baru untuk layanan kontrol pasien pada 1 Juni 2026. Melalui kebijakan ini,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Asuransi Jasindo memperkuat peran sebagai mitra pengelolaan risiko melalui peningkatan kapabilitas, mitigasi risiko, dan tata kelola perusahaan.

Asuransi Jasindo Perkuat Peran Mitra Pengelolaan Risiko

October 9, 2026
Bank Mandiri menghadirkan layanan emas terintegrasi di Livin’ by Mandiri, mulai dari tabungan, jual beli, cicilan, hingga penarikan emas fisik.

Bank Mandiri Integrasikan Layanan Emas di Livin’

October 9, 2026
Mulai Semester II 2027, Minuman Manis Berpotensi Masuk Skema Cukai Baru

Mulai Semester II 2027, Minuman Manis Berpotensi Masuk Skema Cukai Baru

October 9, 2026
Gelar IPOC 2026, GAPKI Perkuat Peran Sawit sebagai Penopang Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Dunia yang Terfragmentasi

Gelar IPOC 2026, GAPKI Perkuat Peran Sawit sebagai Penopang Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Dunia yang Terfragmentasi

October 9, 2026
Ingin Jadi Pembalap Sehari? Ini 5 Tempat Gokart di Jakarta

Ingin Jadi Pembalap Sehari? Ini 5 Tempat Gokart di Jakarta

October 10, 2026
Skrining Kesehatan - pexels/Gustavo Fring

4 Kesalahan Umum yang Harus dihindari di Usia 40 untuk Jantung yang Lebih Sehat

October 10, 2026
Napi Narkoba Bakal Dipindahkan ke Pulau Kosong, Ini Rencana Yusril

Napi Narkoba Bakal Dipindahkan ke Pulau Kosong, Ini Rencana Yusril

October 9, 2026
FIFA ASEAN Cup Berlanjut atau Berakhir jika Infantino Lengser?

FIFA ASEAN Cup Berlanjut atau Berakhir jika Infantino Lengser?

October 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved