JAKARTA, Cobisnis.com – Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan operasi terhadap situs militer Houthi di Yaman. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangkaian serangan Houthi yang menyasar fasilitas sipil di Saudi, termasuk dua bandara.
Juru bicara koalisi Saudi Mayor Jenderal Turki Al Maliki mengatakan sebanyak 82 target telah dihancurkan. Target tersebut tersebar di Saada, Hodeidah, Al Jawf, dan Marib, Yaman.
Target yang dihancurkan mencakup 11 lokasi penyimpanan rudal balistik di kawasan pegunungan Saada. Koalisi juga menyasar pusat komando dan kendali, sistem komunikasi, depot rudal dan senjata, serta lokasi berkumpul milisi Houthi.
Al Maliki mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah Houthi menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha di wilayah barat daya Saudi. Koalisi menegaskan serangan terhadap fasilitas sipil tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Koalisi Saudi juga mengklaim telah menghancurkan platform pelontar rudal balistik Houthi yang digunakan dalam serangan terhadap kedua bandara tersebut. Operasi penghancuran disebut berlangsung di Ibu Kota Yaman, Sanaa.
Serangan Houthi terhadap dua bandara Saudi berlangsung pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 30 orang.
Situasi ini membuat ketegangan antara Saudi dan Houthi kembali meningkat. Konflik tersebut juga berlangsung ketika perang antara Amerika Serikat dan Iran masih belum berakhir sejak Februari lalu.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan telah dua kali berbicara langsung dengan Presiden AS Donald Trump untuk meminta bantuan militer menghadapi Houthi. Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman juga disebut meminta Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melakukan serangan untuk membantu Saudi.
Namun, permintaan tersebut ditolak Amerika Serikat. Dukungan AS kepada Saudi sejauh ini disebut terbatas pada bantuan yang terarah serta dukungan intelijen.
Penolakan tersebut dikaitkan dengan fokus pemerintahan Trump yang saat ini tertuju pada perang dengan Iran. Padahal, Saudi merupakan salah satu sekutu dekat Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan balasan Saudi terhadap puluhan target Houthi menunjukkan eskalasi konflik kembali meningkat. Serangan terhadap fasilitas sipil dan respons militer kedua pihak kini menjadi bagian dari perkembangan terbaru konflik di kawasan tersebut.













