JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mendorong agar Washington segera melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Iran sebelum Kongres baru resmi bertugas pada Januari 2027.
Laporan NBC News menyebutkan, beberapa pejabat pemerintahan dan pertahanan menilai kesempatan untuk menyerang Iran semakin terbatas. Kondisi tersebut dikaitkan dengan dominasi Partai Demokrat di Kongres yang dinilai berpotensi menghambat langkah militer pemerintah.
Mereka memperingatkan bahwa Kongres dapat mempersulit pelaksanaan operasi melalui penyelidikan, pembatasan anggaran, hingga pengajuan resolusi untuk menghentikan serangan.
Trump dilaporkan telah menerima pengarahan terbaru mengenai ancaman Iran dan sejumlah opsi militer pada Kamis (5/11). Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Pertahanan Pete Hegseth serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Meski demikian, Trump belum menentukan langkah yang akan diambil.
Hegseth disebut terus mendorong presiden agar segera melancarkan serangan. Di sisi lain, sejumlah penasihat mengingatkan bahwa peningkatan konflik militer berisiko mengganggu proses diplomasi yang masih berlangsung.
Wakil Presiden JD Vance bersama para mediator saat ini tengah melakukan perundingan dengan Teheran guna mencegah konflik semakin meluas.
Operasi militer terbaru AS disebut berpotensi berlangsung lebih singkat, tetapi dengan intensitas serangan yang lebih tinggi. Sejumlah target yang dipertimbangkan mencakup infrastruktur minyak dan gas serta Gunung Pickaxe, yang diyakini menyimpan komponen program nuklir Iran.
Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan Trump tetap membuka seluruh opsi yang tersedia. Menurutnya, hanya Trump yang mengetahui keputusan dan waktu pelaksanaannya.













