JAKARTA, Cobisnis.com – Masuk angin menjadi istilah yang sangat akrab bagi masyarakat Indonesia ketika tubuh terasa tidak enak, tetapi istilah tersebut sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis.
Dikutip dari kanal YouTube KataDokterid, Selasa (22/9/2026), masuk angin merupakan istilah yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan sejumlah keluhan seperti pusing, mual, perut kembung, badan pegal, menggigil, hingga demam ringan.
Dalam dunia medis, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan beberapa kondisi seperti dispepsia, infeksi virus ringan, maupun nyeri otot atau myalgia.
Sensasi badan tidak nyaman setelah terkena udara dingin juga dapat terjadi karena suhu dingin menyebabkan pembuluh darah kulit menyempit atau vasokonstriksi.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi aliran darah, membuat otot terasa kaku, serta memperlambat gerakan usus sehingga perut dapat terasa penuh oleh gas.
Artinya, angin sebenarnya tidak masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit seperti yang selama ini dipercaya sebagian masyarakat.
Istilah masuk angin sendiri telah menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia yang dipengaruhi kondisi geografis dan kebiasaan sehari-hari, seperti berkendara pada malam hari atau berada di depan kipas.
Hal yang perlu diperhatikan adalah membedakan masuk angin dengan angin duduk yang secara medis dikenal sebagai angina pektoris.
Angina pektoris terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung berkurang dan kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah pada jantung.
Jika muncul nyeri dada seperti tertekan yang disertai sesak napas, keringat dingin, serta nyeri yang menjalar ke lengan kiri atau rahang, segera cari pertolongan medis, terutama jika keluhan semakin berat saat melakukan aktivitas fisik.
Salah satu cara tradisional yang sering dilakukan masyarakat ketika merasa masuk angin adalah kerokan menggunakan benda tumpul seperti koin.
Kerokan sebenarnya tidak mengeluarkan angin dari tubuh, tetapi gesekan pada kulit dapat merangsang saraf dan meningkatkan aliran darah di permukaan kulit.
Warna merah pada kulit setelah kerokan terjadi karena pembuluh kapiler di bawah kulit mengalami kerusakan akibat gesekan.
Kerokan dapat membuat tubuh terasa lebih hangat dan memicu pelepasan endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami sehingga tubuh terasa lebih rileks.
Namun, kerokan tidak dianjurkan ketika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada angina karena tidak dapat menggantikan penanganan medis dan kondisi tersebut membutuhkan pertolongan segera.
Kerokan yang dilakukan terlalu sering juga dapat menyebabkan trauma pada kulit dan meningkatkan risiko infeksi ketika terjadi kerusakan jaringan.
Selain kerokan, masyarakat juga kerap mengonsumsi obat herbal dalam bentuk sachet yang mengandung bahan seperti jahe, peppermint, dan kayu manis.
Bahan-bahan tersebut dapat membantu merelaksasi otot saluran pencernaan sehingga gas lebih mudah dikeluarkan dan keluhan kembung dapat berkurang.
Penggunaan minyak kayu putih atau baby oil disertai pijatan lembut juga dapat memberikan sensasi hangat, membantu relaksasi otot, dan membuat tubuh terasa lebih nyaman.
Keluhan yang disebut masuk angin juga dapat dialami bayi dan anak-anak, misalnya berupa perut kembung atau kolik.
Pada bayi, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan udara yang tertelan ketika menyusu, posisi pelekatan yang kurang tepat, menangis terlalu lama, maupun sistem pengaturan suhu tubuh yang belum stabil.
Penanganannya berbeda dengan orang dewasa karena bayi tidak boleh dikerok menggunakan koin maupun bahan lain seperti bawang merah.
Kulit bayi yang masih tipis dan pembuluh darahnya yang rapuh membuat kerokan berisiko menyebabkan trauma kulit hingga infeksi.
Orang tua dapat memberikan pijatan lembut pada perut bayi menggunakan baby oil dan membantu bayi bersendawa setelah menyusu.
Tummy time juga dapat dilakukan dengan pengawasan untuk membantu memberikan tekanan alami pada perut sehingga gas dapat keluar.
Jika anak mengalami demam tinggi, terus-menerus menangis, atau kondisinya semakin memburuk, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sementara bagi orang dewasa yang mengalami keluhan ringan, istirahat cukup, mengonsumsi air hangat, makan teratur, dan tidur yang cukup dapat membantu menjaga kondisi tubuh.
Jika keluhan disertai nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, sesak napas, atau mual yang terus berlangsung, jangan hanya mengandalkan kerokan atau obat herbal dan segera periksakan diri untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.













