• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 8, 2026
in Nasional
0
4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktivitas gunung api di Indonesia menjadi perhatian setelah empat gunung mengalami erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan. Fenomena tersebut terjadi di sejumlah wilayah pada Minggu (6/9/2026).

Gunung yang mengalami erupsi meliputi Anak Krakatau di Selat Sunda, Semeru di Jawa Timur, Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Ibu di Maluku Utara.

Erupsi yang berlangsung dalam waktu berdekatan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan apakah aktivitas keempat gunung api itu memiliki keterkaitan.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa erupsi beberapa gunung api pada waktu yang sama dapat terjadi secara alamiah.

Kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya satu penyebab yang menghubungkan seluruh gunung.

Hal itu tidak terlepas dari posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Wilayah ini memiliki banyak gunung api aktif dengan karakteristik serta sistem vulkanik yang berbeda.

“Beberapa gunung api dapat erupsi pada hari yang sama secara alami,” keterangan Badan Geologi, Selasa (8/9/2026).

“Ini tidak otomatis berarti ada satu fenomena besar yang menghubungkan semuanya,” sambung Badan Geologi dalam unggahannya.

Badan Geologi menegaskan bahwa setiap gunung api memiliki kondisi dan pola aktivitas masing-masing. Oleh sebab itu, peningkatan aktivitas pada satu gunung tidak secara otomatis berkaitan dengan gunung api lainnya.

Erupsi juga merupakan salah satu bentuk aktivitas alami gunung api. Tingkat kekuatannya dapat berbeda, sehingga tidak seluruh erupsi menghasilkan dampak dengan skala yang sama.

Menurut Badan Geologi, perubahan dari pola aktivitas yang selama ini dianggap normal justru menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi setiap gunung api.

“Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu dan yang lainnya,” bunyi kesimpulan Badan Geologi dalam unggahannya.

Ahli Ungkap Alasan Empat Gunung Bisa Erupsi Bersamaan

Penjelasan serupa disampaikan ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono. Ia mengaitkan fenomena tersebut dengan dinamika tektonik di kawasan Cincin Api Pasifik.

“Fenomena erupsi simultan pada empat gunung api di Indonesia pada 6 September 2026, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu merupakan manifestasi dinamika tektonik global di wilayah ring of fire,” ujar Daryono dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Minggu (6/9/2026).

Daryono menjelaskan bahwa Indonesia berada di kawasan dengan aktivitas tektonik yang kompleks. Sejumlah lempeng bumi bertemu dan saling berinteraksi di wilayah tersebut, termasuk Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina dengan Lempeng Eurasia.

Meski erupsi terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, Daryono menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti letusan salah satu gunung menjadi pemicu bagi gunung lainnya.

Ia menjelaskan tidak terdapat satu jaringan saluran magma bawah tanah yang menghubungkan dapur magma keempat gunung tersebut. Masing-masing gunung memiliki sistem vulkanik yang bekerja secara tersendiri.

Erupsi dapat terjadi ketika tekanan magma dan fluida di dalam sistem vulkanik masing-masing meningkat hingga mencapai kondisi tertentu yang memicu keluarnya material vulkanik.

Perbedaan karakter erupsi juga dapat terlihat dari ketinggian kolom abu yang dihasilkan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor dalam sistem vulkanik setiap gunung.

“Perbedaan ketinggian kolom abu dari masing-masing erupsi mencerminkan variasi dinamika erupsi, tingkat viskositas magma, serta kandungan gas vulkanik,” jelas Daryono.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download huawei firmware
Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: Badan GeologiCincin Api Pasifikcobisnis.comerupsi gunung apiGunung Anak KrakatauGunung IbuGunung SemeruHeadlineIli Lewotolok

Related Posts

Bahlil Kaji Penambahan Kuota Pertalite Akibat Lonjakan Konsumsi

Film Clayface Diproyeksi Raup 55 Juta Dolar AS

by Desti Dwi Natasya
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Film horor Clayface diproyeksikan meraup pendapatan global hingga 55 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaannya, memberikan...

Konflik Memanas, Iran Larang Kapal Militer AS Masuk Teluk Persia

Konflik Memanas, Iran Larang Kapal Militer AS Masuk Teluk Persia

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Iran menegaskan kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) tidak akan diizinkan memasuki kawasan Teluk Persia dalam kondisi apa...

Veda Ega Bikin Kejutan, Start dari Posisi Pertama Moto3 Australia 2026

Veda Ega Bikin Kejutan, Start dari Posisi Pertama Moto3 Australia 2026

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pebalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengukir prestasi pada kualifikasi Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip...

Hati-Hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Mata

Hati-Hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Mata

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kesehatan mata perlu dijaga melalui pemeriksaan berkala dan pola hidup yang tepat. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari...

Kaki Bau Bisa Dipicu Banyak Faktor, Begini Cara Mengatasinya

Kaki Bau Bisa Dipicu Banyak Faktor, Begini Cara Mengatasinya

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bau kaki kerap muncul setelah seseorang beraktivitas seharian, terutama saat mengenakan sepatu dan kaus kaki dalam waktu...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

BSI dan Prudential Syariah Perkuat Sinergi Bancassurance

October 23, 2026
ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

October 23, 2026
BTN Perkuat Transformasi, KPR Tembus Rp552 Triliun

BTN Perkuat Transformasi, KPR Tembus Rp552 Triliun

October 23, 2026
PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

October 24, 2026
Bahlil Kaji Penambahan Kuota Pertalite Akibat Lonjakan Konsumsi

Song Hye Kyo Resmi Gabung Agensi Baru STAND

October 24, 2026
Pasar Kendaraan Golf Tetap Ngebut, 257 Unit Terjual hingga September 2026

Pasar Kendaraan Golf Tetap Ngebut, 257 Unit Terjual hingga September 2026

October 24, 2026
Bahlil Kaji Penambahan Kuota Pertalite Akibat Lonjakan Konsumsi

Film Clayface Diproyeksi Raup 55 Juta Dolar AS

October 24, 2026
Bahlil Kaji Penambahan Kuota Pertalite Akibat Lonjakan Konsumsi

KJRI Johor Bahru Pulangkan 150 PMI dari Malaysia

October 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved