• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 8, 2026
in Nasional
0
4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktivitas gunung api di Indonesia menjadi perhatian setelah empat gunung mengalami erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan. Fenomena tersebut terjadi di sejumlah wilayah pada Minggu (6/9/2026).

Gunung yang mengalami erupsi meliputi Anak Krakatau di Selat Sunda, Semeru di Jawa Timur, Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Ibu di Maluku Utara.

Erupsi yang berlangsung dalam waktu berdekatan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan apakah aktivitas keempat gunung api itu memiliki keterkaitan.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa erupsi beberapa gunung api pada waktu yang sama dapat terjadi secara alamiah.

Kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya satu penyebab yang menghubungkan seluruh gunung.

Hal itu tidak terlepas dari posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Wilayah ini memiliki banyak gunung api aktif dengan karakteristik serta sistem vulkanik yang berbeda.

“Beberapa gunung api dapat erupsi pada hari yang sama secara alami,” keterangan Badan Geologi, Selasa (8/9/2026).

“Ini tidak otomatis berarti ada satu fenomena besar yang menghubungkan semuanya,” sambung Badan Geologi dalam unggahannya.

Badan Geologi menegaskan bahwa setiap gunung api memiliki kondisi dan pola aktivitas masing-masing. Oleh sebab itu, peningkatan aktivitas pada satu gunung tidak secara otomatis berkaitan dengan gunung api lainnya.

Erupsi juga merupakan salah satu bentuk aktivitas alami gunung api. Tingkat kekuatannya dapat berbeda, sehingga tidak seluruh erupsi menghasilkan dampak dengan skala yang sama.

Menurut Badan Geologi, perubahan dari pola aktivitas yang selama ini dianggap normal justru menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi setiap gunung api.

“Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu dan yang lainnya,” bunyi kesimpulan Badan Geologi dalam unggahannya.

Ahli Ungkap Alasan Empat Gunung Bisa Erupsi Bersamaan

Penjelasan serupa disampaikan ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono. Ia mengaitkan fenomena tersebut dengan dinamika tektonik di kawasan Cincin Api Pasifik.

“Fenomena erupsi simultan pada empat gunung api di Indonesia pada 6 September 2026, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu merupakan manifestasi dinamika tektonik global di wilayah ring of fire,” ujar Daryono dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Minggu (6/9/2026).

Daryono menjelaskan bahwa Indonesia berada di kawasan dengan aktivitas tektonik yang kompleks. Sejumlah lempeng bumi bertemu dan saling berinteraksi di wilayah tersebut, termasuk Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina dengan Lempeng Eurasia.

Meski erupsi terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, Daryono menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti letusan salah satu gunung menjadi pemicu bagi gunung lainnya.

Ia menjelaskan tidak terdapat satu jaringan saluran magma bawah tanah yang menghubungkan dapur magma keempat gunung tersebut. Masing-masing gunung memiliki sistem vulkanik yang bekerja secara tersendiri.

Erupsi dapat terjadi ketika tekanan magma dan fluida di dalam sistem vulkanik masing-masing meningkat hingga mencapai kondisi tertentu yang memicu keluarnya material vulkanik.

Perbedaan karakter erupsi juga dapat terlihat dari ketinggian kolom abu yang dihasilkan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor dalam sistem vulkanik setiap gunung.

“Perbedaan ketinggian kolom abu dari masing-masing erupsi mencerminkan variasi dinamika erupsi, tingkat viskositas magma, serta kandungan gas vulkanik,” jelas Daryono.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: Badan GeologiCincin Api Pasifikcobisnis.comerupsi gunung apiGunung Anak KrakatauGunung IbuGunung SemeruHeadlineIli Lewotolok

Related Posts

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi. Rupiah berada di level Rp17.645 per dolar...

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada semester I 2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp8,51...

Gerindra Sentil AHY: Fokus Kerja, Pemilu 2029 Masih Jauh

Gerindra Sentil AHY: Fokus Kerja, Pemilu 2029 Masih Jauh

by Hidayat Taufik
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Partai Gerindra merespons pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang membahas pemilu dalam peringatan...

Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal, AHY Pastikan Tak Ada Tsunami

Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal, AHY Pastikan Tak Ada Tsunami

by Hidayat Taufik
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni masih berjalan...

Dokter Samuel Antuna mengungkap kekuatan lengan kanan Marc Marquez kini diperkirakan hanya sekitar 50 persen akibat cedera dan sejumlah operasi.

Dokter Ungkap Kekuatan Lengan Marc Marquez

by Desti Dwi Natasya
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Marc Marquez masih harus beradaptasi dengan kondisi lengan kanannya yang belum kembali seperti semula setelah mengalami sejumlah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

September 2, 2026
Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

September 1, 2026
Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

September 6, 2026
Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

September 3, 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

September 8, 2026
Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

September 8, 2026
Gerindra Sentil AHY: Fokus Kerja, Pemilu 2029 Masih Jauh

Gerindra Sentil AHY: Fokus Kerja, Pemilu 2029 Masih Jauh

September 8, 2026
4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

September 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved